Legislator dorong evaluasi jalan lintas Sumatera usai kecelakaan bus

Legislator Dorong Evaluasi Jalan Lintas Sumatera Usai Kecelakaan Bus

Legislator dorong evaluasi jalan lintas Sumatera – Sebuah kecelakaan maut antara bus penumpang dan truk tangki BBM yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, memicu perhatian legislator yang meminta evaluasi menyeluruh terhadap kualitas jalan tersebut. Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda mengusulkan pemerintah untuk mempercepat perbaikan jalan di area rawan, terutama setelah kejadian yang menewaskan banyak korban tersebut.

Penyebab dan Korban Kecelakaan

Kecelakaan maut antara bus ALS dan mobil tangki BBM terjadi pada Rabu (6/5) siang, menurut laporan Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya di Palembang, Kamis (7/5). Dalam peristiwa tersebut, bus dengan nomor polisi BK-7778-DL yang melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi berusaha menghindari lubang jalan. Namun, kendaraan tersebut kehilangan kendali, masuk ke jalur berlawanan, dan menabrak truk tangki R6 bernomor polisi BG-8196-QB, menyebabkan kebakaran yang mengancam nyawa penumpang.

“Saya meminta Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan percepatan perbaikan jalan di titik-titik rawan,” kata Zigo dalam keterangan di Jakarta, Minggu. Ia menegaskan bahwa jalan lintas Sumatera merupakan bagian vital dari perekonomian Pulau Sumatera, sehingga tidak boleh dibiarkan mengalami kerusakan meskipun sedikit, karena berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa.

Zigo Rolanda menilai kecelakaan ini bukan hanya kejadian tunggal, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi tata kelola transportasi publik dan pemeliharaan infrastruktur nasional secara menyeluruh. Ia menekankan bahwa penanganan kecelakaan tidak cukup hanya berhenti pada pendataan korban, melainkan harus menjadi pintu untuk memperbaiki sistem pengawasan serta mengidentifikasi kelemahan di berbagai aspek transportasi.

Isu Muatan di Bus Penumpang

Selain kualitas jalan, Zigo juga menyuarakan kekhawatiran terhadap muatan di dalam bus ALS yang tidak sesuai standar keselamatan. Ia menyoroti temuan adanya barang berbahaya seperti tabung gas, sepeda motor, dan mesin yang dibawa di dalam bus. “Bus penumpang bukan truk logistik. Membawa barang berbahaya seperti tabung gas dan motor di dalam bus itu fatal dan harus ada sanksi tegas bagi operator yang memainkan peranannya,” tambahnya.

Dalam keterangan resmi, Zigo meminta pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan pengangkut bahan berbahaya dan beracun (B3) serta armada pengangkut BBM. Ia menilai kecelakaan ini membuktikan bahwa sistem mitigasi risiko di titik keberangkatan masih kurang memadai. “Fungsi kontrol harus berjalan. Ini menunjukkan pengawasan di titik keberangkatan masih lemah,” ujarnya.

Respons Legislator dan Dukungan untuk Korban

Zigo Rolanda turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban kecelakaan tersebut. “Saya menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga diberikan ketabahan,” katanya. Kecelakaan ini memperlihatkan bahwa jalan lintas Sumatera, yang merupakan jantung transportasi antar provinsi di pulau itu, masih rentan akan kecelakaan akibat kondisi fisik yang tidak memadai.

Kementerian Perhubungan juga diingatkan Zigo untuk meningkatkan pengawasan di terminal dan titik keberangkatan. Ia menekankan bahwa jalan lintas Sumatera menjadi jalur utama bagi masyarakat dan barang-barang penting, termasuk komoditas ekspor dan impor. Karena itu, setiap penggunaan jalan tersebut harus diawasi secara ketat, terutama untuk mencegah kesalahan dalam pengoperasian kendaraan.

Kebutuhan Perbaikan Infrastruktur

Zigo mengingatkan bahwa jalan lintas Sumatera tidak hanya menjadi jalur pengangkutan, tetapi juga menjadi simbol kinerja pemerintah dalam pembangunan infrastruktur. “Karena taruhannya adalah nyawa,” ujarnya, menegaskan bahwa kualitas jalan yang buruk dapat mengakibatkan kecelakaan yang lebih serius. Ia berharap evaluasi yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum tidak hanya berfokus pada jalan fisik, tetapi juga mencakup proses pemeriksaan dan penggunaan kendaraan.

Menurut Zigo, kecelakaan ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur jalan nasional harus dipertahankan dengan baik. Ia mengkritik kekurangan dalam pemeliharaan jalan lintas Sumatera, yang selama ini sering menjadi korban kecelakaan karena minimnya perhatian dari berbagai pihak. “Perbaikan jalan harus menjadi prioritas, karena memengaruhi ekonomi dan keselamatan masyarakat,” tambahnya.

Momentum untuk Reformasi Transportasi

Zigo Rolanda menilai kecelakaan antara bus ALS dan truk tangki ini adalah bukti bahwa sistem transportasi publik Indonesia masih memerlukan perbaikan. Ia meminta Kementerian Perhubungan memperketat aturan penggunaan kendaraan, terutama untuk mencegah kesalahan penumpang atau operator yang membawa barang berbahaya.

Kecelakaan di Muratara menjadi sorotan karena menggambarkan risiko yang ada di jalan lintas Sumatera. Menurut Zigo, pengawasan di titik keberangkatan tidak cukup hanya sekadar formalitas, tetapi harus dilakukan dengan transparansi dan ketat. “Kita perlu memastikan bahwa setiap kendaraan yang melewati jalan tersebut memenuhi standar keselamatan dan tidak digunakan secara sembarangan,” ujarnya.

Di sisi lain, Zigo juga menyoroti kebutuhan untuk memperbaiki sistem pemeriksaan terhadap kualitas jalan. Ia menyarankan bahwa pemerintah perlu menginvestigasi penyebab kerusakan di jalan lintas Sumatera dan memberikan rekomendasi konkret untuk pencegahan kecelakaan serupa. Selain itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memantau kondisi jalan, terutama di daerah-daerah yang rawan.

Dalam keterangannya, Zigo menegaskan bahwa kecelakaan di Muratara adalah kesempatan bagus untuk merevisi kebijakan transportasi dan infrastruktur. Ia berharap pemerintah bisa mempercepat proses perbaikan jalan lintas Sumatera serta meningkatkan kualitas pengawasan di segala aspek pengoperasian transportasi. “Kita tidak boleh menganggap kecelakaan ini sebagai kejadian biasa. Ini adalah tanda bahwa sistem transportasi kita masih rentan,” pungkasnya.