Ilham Arief Sirajuddin pimpin Golkar Sulsel secara aklamasi
Ilham Arief Sirajuddin Resmi Memimpin Golkar Sulsel Lewat Aklamasi
Proses Pemilihan yang Lancar di Musda XI
bisadonasi.com – Ilham Arief Sirajuddin pimpin Golkar Sulsel – Makassar mencatatkan momen penting dalam sejarah organisasi Partai Golkar di Sulawesi Selatan. Ilham Arief Sirajuddin, yang lebih dikenal dengan singkatan IAS, resmi terpilih menjadi Ketua DPD I Partai Golkar periode lima tahun ke depan, yakni 2026 hingga 2031. Penetapan ini dilakukan secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI yang diselenggarakan di Hotel Claro Makassar pada hari Minggu. Proses pemilihan berjalan lancar karena IAS merupakan satu-satunya calon yang memenuhi seluruh persyaratan pencalonan yang telah ditetapkan.
Selain IAS, terdapat satu calon lain yang seharusnya bersaing, yaitu Munafri Arifuddin. Namun, tokoh tersebut tidak hadir dalam Musda dan juga tidak mengembalikan formulir pendaftaran yang telah dikirimkan. Kondisi ini memungkinkan IAS untuk ditetapkan sebagai ketua tanpa adanya persaingan ketat dalam rapat pleno. Setelah penetapan resmi, acara dilanjutkan dengan seremoni penyerahan pataka Partai Golkar. Pataka tersebut diserahkan oleh Mustafa Raja, yang mewakili DPP Partai Golkar, sebagai simbol dimulainya kepemimpinan baru IAS untuk jangka waktu lima tahun ke depan.
Visi dan Target Organisasi yang Jelas
Setelah ditetapkan dalam rapat pleno, IAS menyampaikan pesan penting kepada seluruh anggota partai. Ia berharap para pengurus DPD II dapat menjadi rujukan utama dan menjalankan rekomendasi yang telah disampaikan oleh Komisi A dan Komisi B. Pernyataan ini menunjukkan komitmen IAS untuk menghargai masukan dari berbagai komisi yang telah bekerja keras selama proses musyawarah.
“Saya berharap teman-teman DPD II, sebagaimana amanat dalam rekomendasi Komisi A dan Komisi B, menjadi rujukan kami dan akan kami jalankan sesuai dengan harapan bersama,” kata Ilham Arief Sirajuddin usai ditetapkan dalam rapat pleno Musda.
Salah satu fokus utama kepengurusan yang dipimpin oleh IAS adalah menjalankan arahan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Arahan tersebut bertujuan untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif dalam Pemilu 2029 mendatang. IAS telah menetapkan target-target konkret yang harus dicapai oleh organisasi di Sulawesi Selatan. Untuk tingkat nasional, target perolehan kursi DPR RI ditingkatkan dari empat menjadi minimal enam kursi. Ini menunjukkan ambisi partai untuk memperkuat representasi di tingkat pusat.
Sementara itu, untuk tingkat provinsi, target kursi DPRD Sulawesi Selatan ditargetkan naik dari 14 menjadi 21 kursi. Target yang paling ambisius berada di tingkat kabupaten dan kota, di mana jumlah kursi DPRD ditargetkan meningkat dari 138 menjadi hampir 200 kursi. Pencapaian target-target ini memerlukan sinergi yang kuat antara seluruh jajaran partai, mulai dari pengurus pusat, pengurus provinsi, hingga DPD II di tingkat kabupaten dan kota.
Konsolidasi Organisasi dan Penjadwalan Kegiatan
Menurut IAS, pencapaian target-target tersebut tidak akan mungkin terwujud tanpa kerja sama seluruh elemen partai. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pemilihan figur yang tepat untuk memimpin partai di tingkat kabupaten dan kota. IAS mengajak seluruh anggota yang masih memiliki keinginan baik untuk duduk bersama dan bekerja sama dalam membangun organisasi.
Sebagai bentuk komitmen nyata, IAS telah menandatangani pakta integritas. Dokumen ini menjadi jaminan bahwa ia akan menjalankan amanat partai dengan sungguh-sungguh. Komitmen ini tidak hanya berlaku untuk tingkat provinsi, tetapi juga akan diterapkan hingga tingkat kabupaten dan kota. Hal ini dilakukan agar target organisasi dapat diwujudkan bersama oleh seluruh lapisan pengurus.
IAS juga telah menyusun jadwal yang jelas untuk pelaksanaan Musda di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Ia menargetkan bahwa seluruh Musda tingkat kabupaten dan kota harus selesai pada bulan November 2026. Setelah itu, pembentukan kepengurusan tingkat kecamatan ditargetkan rampung pada Maret 2027. Tahap terakhir adalah pembentukan kepengurusan tingkat kelurahan yang akan menyusul setelahnya.
“Itulah sebabnya pada musyawarah di tingkat kabupaten dan kota nanti, saya berharap kita mencari figur yang tepat untuk memimpin partai. Kalau teman-teman masih memiliki keinginan yang baik, mari kita duduk bersama,” ujarnya.
IAS meyakini bahwa penyelesaian konsolidasi organisasi pada tahun 2027 akan memungkinkan seluruh struktur partai untuk fokus menghadapi agenda politik berikutnya. Ia menyatakan keyakinannya bahwa niat tulus untuk membawa Partai Golkar di Sulawesi Selatan menjadi lebih baik akan menjadi modal penting dalam menjalankan amanah sebagai Ketua DPD.
“Saya yakin dan percaya, niat tulus saya untuk membawa Partai Golkar di Sulawesi Selatan menjadi lebih baik akan menjadi modal dalam menjalankan amanah sebagai Ketua DPD,” katanya.
