Kebijakan Baru: Menteri PPPA andalkan RBI untuk atasi masalah kelurahan di Jaksel
Menteri PPPA andalkan RBI untuk atasi masalah kelurahan di Jaksel
Jakarta – Dalam acara peresmian Ruang Bersama Indonesia (RBI) di RPTRA Citra Betawi, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Rabu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifah Fauzi, menegaskan bahwa program RBI menjadi salah satu solusi utama dalam menangani isu-isu terkait perempuan dan anak di tingkat kelurahan. Menurut Arifah, keberhasilan penanganan masalah di akar rumput akan berdampak luas hingga tingkat nasional.
“Intinya adalah menyelesaikan berbagai tantangan di tingkat kelurahan. Jika kecamatan atau kelurahan bergerak, dampaknya akan terasa secara nasional,” ujarnya.
Arifah menyebut RBI sebagai inisiatif kolaboratif yang melibatkan berbagai lembaga, kementerian, dan pemangku kepentingan. Ia menekankan bahwa program ini bertujuan menyediakan layanan langsung kepada masyarakat, dengan integrasi layanan seperti mobil Sapa 129, perpustakaan keliling, serta dukungan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Menteri juga berharap, kehadiran RBI bisa memberikan respons cepat dan efektif, seperti petugas pemadam kebakaran, dalam memenuhi kebutuhan warga. Selain itu, ia menyoroti pentingnya kekuatan aparatur daerah dalam menekan stunting, mencegah pernikahan dini, serta mendorong penerapan regulasi pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun.
Langkah konkret untuk memperkuat program RBI
Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Dwi Oktavia, menjelaskan bahwa penerapan RBI merupakan hasil tindak lanjut dari Nota Kesepakatan antara KemenPPPA RI dengan Pemprov DKI Jakarta Tahun 2025 serta Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 334 Tahun 2023.
Dwi menyampaikan, pada tahun 2025, uji coba RBI telah dilakukan di Kelurahan Marunda, Jakarta Utara, dan Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Barat. Saat ini, 10 kelurahan di Kecamatan Jagakarsa telah siap menjalankan program ini secara sistematis.
Pembentukan RBI di Jakarta Selatan
Asisten Pemerintahan Jakarta Selatan, Ahmad Basyarudin, menambahkan bahwa wilayah tersebut memiliki populasi 2,3 juta jiwa yang terbagi di 65 kelurahan. Di sana, 62 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) akan dioptimalkan sebagai pusat layanan RBI.
Basyarudin menegaskan bahwa untuk memastikan program berdampak nyata, pihaknya telah merumuskan lima strategi. Mulai dari meningkatkan peran lurah sebagai koordinator, memaksimalkan kader seperti PKK, Dasawisma, Posyandu, dan relawan SAPA, hingga memanfaatkan RPTRA sebagai pusat kegiatan tematik seperti Jakpreneur. Integrasi layanan kesehatan inklusif dan pengawasan berbasis wilayah juga menjadi fokus utama.
“Kami juga mendorong agar RBI di Jakarta Selatan bertransformasi menjadi gerakan bersama masyarakat. Kami menyatakan siap menjadi percontohan nasional,” katanya.
