Key Discussion: Hasil pekan terakhir dan klasemen Liga Spanyol 2025/2026

IMG_20260524_045331

Hasil Pekan Terakhir dan Klasemen Liga Spanyol 2025/2026

Key Discussion – Sejumlah pertandingan menarik terjadi pada pekan ke-38 LaLiga 2025/2026, menjadi penutup musim yang penuh drama. Berbagai momen penting menghiasi laga-laga akhir, mulai dari kekalahan menggembirakan bagi Valencia hingga kemenangan Real Madrid yang memastikan peringkat yang kuat. Pekan ini juga menguji ketahanan tim-tim di zona degradasi, dengan pertandingan memutuskan nasib mereka. Dikutip dari situs resmi Liga Spanyol, laga-laga pada Minggu 02.00 WIB menjadi penanda penutupan musim dengan kejutan-kejutan menarik.

Barcelona Tumbang, Real Madrid Menang Melebihi Ekspektasi

Kemenangan tim papan atas LaLiga tidak semuanya berjalan mulus. Juara bertahan Barcelona terjatuh dalam laga penutup, kalah 1-3 dari Valencia di Stadion Mestalla. Pada pertandingan tersebut, tim bernama Blaugrana sempat unggul berkat gol Robert Lewandowski pada menit ke-60. Namun, keunggulan tersebut diakhiri dengan kesalahan fatal. Valencia meratakan skor melalui Javi Guerra di menit ke-65, lalu Luis Rioja mencetak gol penentu lima menit setelahnya. Gol Guido Rodriguez pada menit ke-90+6 menjadi penutup pertandingan dengan skor 3-1 bagi El Che. Barcelona akhirnya mengumpulkan 94 poin dari 38 laga, menutup musim sebagai tim peringkat ke-17.

Dalam laga penutup, Barcelona mengalami kekalahan yang mengubah perjalanan musim mereka. Hasil ini memberi ruang bagi Valencia untuk naik ke peringkat kesembilan dengan 49 poin, sedangkan Real Madrid mencatatkan kemenangan yang mengamankan posisi mereka di papan atas.

Di sisi lain, Real Madrid menutup musim dengan kemenangan mengejutkan 4-2 atas Athletic Club di Stadion Santiago Bernabeu. Los Blancos langsung menunjukkan dominasi, unggul melalui Gonzalo Garcia di menit ke-12. Jude Bellingham menggandakan keunggulan Madrid pada menit ke-40, memberi tekanan besar kepada Athletic. Meski sempat mengecilkan ketertinggalan melalui Gorka Guruzeta sebelum jeda, Athletic tak mampu memperbaiki posisi mereka. Babak kedua membawa Real Madrid kembali ke jalur kemenangan, berkat gol Kylian Mbappe di menit ke-50. Brahim Diaz memperbesar keunggulan menjadi 4-1 di menit ke-88 setelah golnya divalidasi VAR. Meski Athletic mencetak gol hiburan di masa injury time, Real Madrid tetap mengunci kemenangan 4-2. Hasil ini membuat mereka berada di peringkat kedua dengan 86 poin, mengamankan runner-up musim ini.

Relegasi: Tiga Tim Berjuang Hingga Akhir

Di sisi bawah klasemen, pertandingan akhir menjadi titik kritis bagi Real Mallorca, Girona, dan Real Oviedo. Ketiganya memperjuangkan tiket bertahan, tetapi hanya dua yang berhasil melangkah. Real Mallorca mengalami nasib paling berat, kalah 3-0 dari Real Oviedo di laga penutup. Gol-gol Pablo Torre, Manu Morlanes, dan Vedat Muriqi membawa mereka ke posisi ke-18 dengan 42 poin. Namun, kekalahan ini tidak cukup untuk menyelamatkan mereka, karena Osasuna—yang kalah 0-1 dari Getafe—dinyatakan lolos degradasi. Kedua tim sama-sama mengoleksi 42 poin, tetapi Osasuna unggul head-to-head setelah dua pertemuan melawan Mallorca berakhir imbang 2-2. Perbedaan ini membuat Mallorca menjadi tim terakhir yang turun ke Divisi Segunda.

Girona, yang sebelumnya sempat mengejutkan dengan penampilan dalam Liga Champions musim lalu, pun harus berakhir di peringkat ke-19. Mereka menyelesaikan musim dengan hasil imbang 1-1 melawan Elche. Kegagalan ini mengakhiri perjalanan mereka di LaLiga setelah dua musim konsistensi. Sedangkan Real Oviedo, juru kunci, mengalami kekalahan 3-0 dari Mallorca, meski hasil ini tidak cukup untuk menyelamatkan mereka dari zona degradasi.

Kemenangan Kecil, Impak Besar

Kemenangan dalam pertandingan penutup membawa dampak besar bagi klasemen. Celta Vigo mencatatkan hasil imbang 1-0 melawan Sevilla, memastikan keamanan di zona Europa League. Deportivo Alaves mengalami kejutan besar dengan kemenangan 1-2 atas Rayo Vallecano, naik ke peringkat ke-15. Sementara Espanyol dan Real Sociedad saling melengkapi kebuntuan dengan skor 1-1, menjaga jarak dari zona degradasi. Getafe, yang lolos degradasi, meraih kemenangan 1-0 atas Osasuna, mengamankan posisi ke-14 dengan 48 poin. Real Betis juga mengalami keberhasilan, menang 2-1 atas Levante untuk mengakhiri musim di peringkat ke-13.

Di bagian lain, pertandingan antara Villarreal dan Atletico Madrid menjadi pertandingan penutup yang memutuskan nasib tim-tim di posisi bawah. Kedua tim saling menyerang, tetapi skor akhir tetap tergantung pada performa akhir. Kemenangan atau imbang dalam pertandingan ini akan menentukan apakah Villarreal atau Atletico Madrid terdegradasi. Namun, keputusan telah diambil sebelum pertandingan, dengan tiga tim secara resmi mengakhiri perjalanan mereka di LaLiga.

Klasemen Akhir: Penjajaran Kembali ke Formasi

Klasemen akhir LaLiga 2025/2026 menunjukkan konsistensi tim-tim besar, meski ada pergeseran signifikan di zona bawah. Real Madrid menjadi juara dengan 90 poin, mengungguli Barcelona yang berada di peringkat kedua dengan 86 poin. Atletico Madrid berada di posisi ketiga dengan 82 poin, sedangkan Sevilla menempati empat besar. Tim-tim di bawah zona Liga Champions mengalami perubahan besar, dengan Villarreal berada di peringkat kelima dan Getafe di peringkat ke-14.

Di bagian bawah klasemen, Real Mallorca menjadi tim pertama yang turun kasta, dengan 42 poin. Girona mengikuti di peringkat ke-19, sementara Real Oviedo duduk di posisi ke-18. Osasuna, yang lolos, menjadi tim terakhir di zona degradasi, berada di peringkat ke-17. Hasil ini menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada hasil akhir, tetapi juga pada pertandingan-pertandingan sebelumnya yang menjadi penentu.

Pekan Ke-38: Tanda Akhir Musim yang Dinamis

Pekan ke-38 membawa