Mengatasi Masalah: Bahan makanan asli Indonesia sumber nutrisi lengkap
Bahan Makanan Asli Indonesia Sumber Nutrisi Lengkap
Keanekaragaman Bahan Makanan Lokal
Jakarta – Menurut Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Indonesia menyimpan beragam bahan pangan yang bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga. “Indonesia memiliki keanekaragaman bahan makanan yang memadai. Namun, pengetahuan orang tua tentang gizi masih kurang,” ujarnya kepada ANTARA, Selasa.
Contoh Makanan Bergizi Lokal
Tan menjelaskan bahwa setiap wilayah di negeri ini menyediakan olahan masakan yang menyehatkan. “Banyak makanan protein hewani, seperti ikan, mudah dijumpai dan bisa dimanfaatkan dalam berbagai variasi masakan, mulai dari pepes, Naniura, gulai, pindang, tekwan, hingga otak-otak,” kata Tan.
“Mana ada sih sudut negeri kita yang nggak ada sayur sama sekali,” tambahnya.
Di sisi lain, hidangan sayuran seperti tumisan, gado-gado, sup, plecing, karedok, dan bobor juga cukup mudah ditemukan di mana pun. Tan menekankan bahwa bahan-bahan ini bisa menjadi pilihan utama untuk memenuhi asupan nutrisi keluarga.
Rekomendasi Gizi Seimbang
Menurut panduan Isi Piringku yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan, sayuran dan nasi harus dibagi secara merata. “Sudah sepatan, sayuran dan makanan pokok harus sama rata, masing-masing menempati sepertiga dari total porsi,” jelas Tan.
Sebagai tambahan, buah-buahan dan lauk-pauk bisa menjadi pengisi untuk memenuhi kebutuhan serat, vitamin, serta antioksidan. Tan menambahkan bahwa lauk-pauk tidak hanya terbatas pada protein hewani, tapi juga bisa digantikan dengan protein nabati seperti tahu atau tempe.
Kunci Pola Hidup Sehat
Untuk memastikan kesehatan, Tan menyarankan konsumsi air secukupnya. “Hidrasi harian dapat dicapai dengan minum 8 gelas air per hari,” katanya.
Pola hidup bersih seperti mencuci tangan sebelum makan juga sangat penting. Selain itu, aktifitas fisik minimal 30 menit setiap hari adalah bagian dari keseimbangan gizi.
Tan mengingatkan orang tua untuk memperhatikan edukasi gizi di keluarga. “Lebih baik merujuk pada sumber ahli, bukan hanya konten media sosial,” tegasnya.
