Susunan pemain: Argentina tiga pergantian, Spanyol tanpa perubahan
Final Piala Dunia 2026: Analisis Lengkap Susunan Pemain Argentina dan Spanyol
bisadonasi.com – FIFA resmi mengumumkan susunan pemain untuk laga final Piala Dunia 2026 yang akan mempertemukan Argentina melawan Spanyol. Pertandingan monumental ini dijadwalkan berlangsung di Stadion New York, Amerika Serikat, pada Senin dini hari pukul 02.00 waktu Indonesia Barat. Keputusan strategis kedua pelatih dalam menentukan formasi awal menjadi sorotan utama para penggemar sepak bola dunia sebelum pertandingan dimulai.
Perubahan Taktis Argentina dengan Tiga Pergantian
Lionel Scaloni, pelatih timnas Argentina, telah melakukan tiga pergantian pemain dalam susunan pemain finalnya. Perubahan ini menunjukkan keinginan kuat untuk memberikan fresh energy kepada tim yang akan menghadapi Spanyol. Meskipun demikian, kepercayaan penuh tetap diberikan kepada Lionel Messi yang akan kembali dipercaya sebagai kapten sekaligus penggerak utama serangan La Albiceleste.
Messi, yang saat ini membela Inter Miami, akan berpasangan langsung dengan Julian Alvarez di lini depan. Kombinasi kedua pemain ini diharapkan dapat menciptakan ancaman serius bagi pertahanan Spanyol. Skema 4-4-2 yang dipilih Scaloni memberikan keseimbangan antara serangan dan pertahanan, dengan empat pemain sayap yang siap mendukung serangan dari kedua sisi lapangan.
Di sektor tengah, duo Enzo Fernandez dan Alexis Mac Allister kembali menjadi tulang punggung permainan Argentina. Keduanya memiliki kemampuan unik dalam mengatur ritme permainan dan memberikan umpan-umpan kritis. Rodrigo De Paul juga kembali mendapat kepercayaan untuk memulai pertandingan, sementara Nico Gonzalez kali ini dipercaya bermain sejak menit pertama.
Di lini pertahanan, Emiliano “Dibu” Martínez tetap menjadi pilihan utama untuk mengawal gawang Argentina. Pasangan bek tengah Cristian Romero dan Lisandro Martínez diharapkan dapat memberikan stabilitas di belakang. Mereka akan didukung oleh Gonzalo Montiel dan Nicolas Tagliafico di sisi sayap pertahanan.
Spanyol Pertahankan Formasi Tanpa Perubahan
Berbeda dengan Argentina, pelatih Spanyol Luis de la Fuente memilih untuk tidak melakukan perubahan apapun dalam susunan pemain finalnya. Keputusan ini mencerminkan kepercayaan penuh terhadap formasi 4-2-3-1 yang telah terbukti efektif sepanjang turnamen. Mikel Oyarzabal akan menjadi ujung tombak serangan Spanyol dengan tugas utama mencetak gol.
Triplet serangan Spanyol terdiri dari Lamine Yamal, Dani Olmo, dan Alex Baena yang akan menopang serangan dari lini kedua. Ketiga pemain ini memiliki kreativitas tinggi dan kemampuan untuk menciptakan peluang dari berbagai situasi. Sementara itu, Rodri dan Fabian Ruiz bertugas menjaga keseimbangan permainan di lini tengah, memastikan transisi antara pertahanan dan serangan berjalan lancar.
Di lini belakang, Unai Simon tetap dipercaya sebagai penjaga gawang Spanyol. Ia akan didukung oleh empat pemain pertahanan yang terdiri dari Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, dan Marc Cucurella. Kombinasi ini memberikan variasi dalam membangun serangan dari belakang.
Pertandingan final ini akan menjadi momen bersejarah bagi kedua negara. Argentina berusaha mempertahankan gelar juara dunia mereka, sementara Spanyol ingin meraih trofi pertama mereka dalam sejarah turnamen terbesar sepak bola dunia.
Berikut adalah susunan pemain resmi kedua tim berdasarkan informasi yang dirilis oleh FIFA:
Spanyol (4-2-3-1): Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri (kapten), Fabian Ruiz; Alex Baena, Dani Olmo, Lamine Yamal; Mikel Oyarzabal.
Argentina (4-4-2): Emiliano Martínez; Gonzalo Montiel, Cristian Romero, Lisandro Martínez, Nicolas Tagliafico; Rodrigo De Paul, Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, Nico González; Lionel Messi (kapten), Julian Alvarez.
Keputusan taktis kedua pelatih akan menjadi faktor penentu dalam menentukan siapa yang akan mengangkat trofi Piala Dunia 2026. Analisis susunan pemain menunjukkan bahwa kedua tim memiliki kekuatan yang seimbang, sehingga pertandingan ini diprediksi akan berlangsung sengit hingga babak perpanjangan waktu.
