Diumumkan: Lebanon minta bantuan Pakistan untuk setop serangan Israel
Lebanon Mengajukan Permintaan Bantuan Pakistan untuk Menghentikan Serangan Israel
Kantor Perdana Menteri Lebanon mengungkapkan bahwa Nawaf Salam, pemimpin kabinet negara tersebut, telah meminta dukungan Pakistan guna memastikan henti serangan Israel terhadap kota Beirut dan penduduk sipilnya. Permintaan ini disampaikan setelah Salam berkomunikasi secara telepon dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif.
“Dengan mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Shehbaz Sharif atas upaya perdamaian yang ia lakukan, Perdana Menteri Lebanon berharap Pakistan dapat memberikan bantuan untuk mengakhiri segera serangan yang menargetkan Lebanon serta warga negaranya,” tulis pernyataan tersebut.
Dalam konteks diplomatik, Pakistan dikenal sebagai pihak yang berperan penting dalam proses gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Sebelumnya, negara tersebut memfasilitasi kesepakatan dua minggu yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump.
Strait Hormuz Dibuka Kembali Sebagai Bagian Kesepakatan
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Selat Hormuz—jalan laut utama untuk sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair dunia—akan kembali dibuka sebagai bagian dari gencatan senjata yang dicapai.
“Selat Hormuz akan dibuka kembali sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata ini,” kata Araghchi.
Pada hari yang sama, pesawat tempur dan artileri Israel menyerang belasan permukiman di wilayah selatan Lebanon, termasuk kota Tyre. Trump menegaskan bahwa penghentian serangan Israel tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran karena keterlibatan gerakan Hizbullah.
“Penghentian serangan Israel di Lebanon tidak tercantum dalam kesepakatan dengan Iran,” ujar Trump.
Iran, di sisi lain, menganggap tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang telah mereka capai dengan Washington.
