Babak pertama Inggris vs Argentina sengit, skor masih nirgol

khrisna-edit-1784151479-d5f11ee5b5

Perlawanan Ketat di Babak Awal Semifinal Piala Dunia 2026

Babak pertama Inggris vs Argentina sengit – Jakarta – Suasana panas menyelimuti Stadion Mercedes-Benz di Atlanta, Amerika Serikat, saat kedua tim raksasa sepak bola dunia, Inggris dan Argentina, saling berhadapan dalam laga semifinal Piala Dunia 2026. Pertandingan yang dimulai pada Kamis dini hari waktu Indonesia Barat ini menghadirkan pertarungan sengit antara kedua skuad terbaik benua mereka. Meskipun intensitas permainan tinggi sejak awal, kedua tim belum juga mampu menembus pertahanan lawan, sehingga skor tetap imbang tanpa gol di akhir babak pertama.

Tempo permainan yang cepat langsung terasa sejak menit-menit pertama. Para pemain dari kedua belah pihak menunjukkan semangat juang yang luar biasa, namun banyak serangan yang terhenti di tengah lapangan. Duel-duel keras dengan kontak fisik menjadi pemandangan umum di area tengah, di mana para gelandang berusaha menguasai kendali permainan. Ketegangan sempat memuncak ketika gelandang Inggris, Elliot Anderson, terlibat insiden dengan Enzo Fernandez dari Argentina. Peristiwa ini berujung pada adu mulut singkat yang menarik perhatian seluruh penonton di stadion.

Insiden dan Keputusan Wasit

Tak lama setelah insiden Anderson-Fernandez, wasit Ismail Elfath harus kembali turun tangan. Kali ini, Morgan Rogers dari Inggris dinilai melakukan pelanggaran terhadap Leandro Paredes. Referee asal Arab Saudi tersebut dengan cepat meredakan situasi dan memberikan tendangan bebas untuk Argentina. Keputusan ini menunjukkan ketegasan Elfath dalam menjaga ketertiban di lapangan hijau.

Pada menit ke-16, momen menarik terjadi ketika Lionel Messi terjatuh setelah mendapat tekel dari pemain Inggris. Namun, wasit memutuskan untuk tidak memberikan hukuman dan melanjutkan permainan. Elfath menilai bahwa tidak ada pelanggaran yang cukup signifikan untuk menghentikan alur permainan. Keputusan ini sempat menuai reaksi dari beberapa pemain Argentina yang merasa ada kontak keras pada Messi.

Peluang-Peluang yang Terlewatkan

Inggris mendapatkan peluang terbaik mereka pada menit ke-33. Declan Rice mengirimkan tendangan bebas yang melengkung indah menuju tiang jauh. Sundulan John Stones menjadi jawaban atas umpan tersebut, dengan bek Manchester City itu berhasil memenangkan duel udara atas Lisandro Martinez. Sayangnya, bola hanya menyamping tipis di sisi gawang yang dijaga Emiliano Martinez. Kesempatan emas ini membuat para pemain Inggris merasa kecewa.

Argentina membalas dengan ancaman yang datang enam menit sebelum babak pertama berakhir. Enzo Fernandez melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola melambung tinggi, namun masih melewati mistar gawang Jordan Pickford dengan tipis. Kedua tim menunjukkan kualitas permainan yang mumpuni, namun belum mampu mengubah peluang menjadi gol.

Hingga peluit akhir babak pertama dibunyikan, kedua skuad masih berada di posisi imbang dengan skor 0-0. Tidak ada tim yang benar-benar dominan, dan banyak peluang yang terlewatkan oleh kedua belah pihak. Pertandingan ini menjanjikan babak kedua yang menarik dengan kemungkinan perubahan skor yang signifikan.

Formasi dan Komposisi Pemain

Inggris tampil dengan formasi 4-2-3-1 yang dipimpin oleh Harry Kane sebagai striker tunggal. Jordan Pickford menjaga gawang, sementara Reece James, John Stones, Marc Guehi, dan Djed Spence membentuk lini pertahanan. Di lini tengah, Declan Rice dan Elliot Anderson bermain sebagai double pivot, dengan Morgan Rogers, Jude Bellingham, dan Anthony Gordon sebagai trio penyerang di belakang Kane.

Sementara itu, Argentina menggunakan formasi 4-4-2 dengan Emiliano Martinez di gawang. Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, dan Nicolas Tagliafico menjadi empat bek. Lini tengah diisi oleh Leandro Paredes, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, dan Giuliano Simeone. Duo penyerang Argentina terdiri dari Lionel Messi dan Julian Alvarez yang diharapkan bisa memberikan ancaman serius bagi pertahanan Inggris.

Pertandingan ini membuktikan bahwa kedua tim memiliki kualitas yang setara. Dengan babak pertama yang penuh ketegangan dan peluang-peluang yang terlewatkan, babak kedua diprediksi akan menjadi pertempuran yang lebih terbuka. Para penggemar sepak bola dunia kini menantikan aksi kedua tim untuk menentukan siapa yang akan melaju ke babak final Piala Dunia 2026.