Latest Program: Garudayaksa juara, Widodo Cahyono Putro ungkap kuncinya

Garudayaksa juara, Widodo Cahyono Putro ungkap kuncinya

Latest Program – Jakarta – Dalam pertandingan final Pegadaian Championship 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (tanggal yang diberitakan), Garudayaksa berhasil mengalahkan PSS Sleman melalui babak adu penalti dengan skor 4-3. Kemenangan ini menandai penampilan cemerlang tim Garudayaksa, yang mengakhiri pertandingan dengan status sebagai juara kasta kedua. Kedua tim bermain sangat ketat sepanjang pertandingan, sebelum akhirnya memasuki babak penalti setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal dan tambahan waktu.

Persiapan matang jadi faktor utama

Pelatih Garudayaksa, Widodo Cahyono Putro, menjelaskan bahwa kemenangan timnya berasal dari persiapan yang matang, khususnya dalam latihan tendangan penalti. “Saya sendiri telah memprediksi pertandingan final kali ini akan berjalan sulit. Bahkan, saya yakin adu penalti akan terjadi. Makanya, setiap latihan begitu saya datang, setiap selesai latihan saya penalti. Saya menendang penalti,” kata Widodo dalam sesi jumpa pers pasca pertandingan. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam latihan untuk menghadapi situasi kritis di pertandingan akhir.

“Terbukti tadi pemain enjoy ya menendang penalti. Jadi sudah dipersiapkan,” tambah Widodo.

Dalam babak adu penalti, Garudayaksa mengalami sedikit kegagalan saat penendang pertama, Everton, gagal mencetak gol setelah tendangannya melambung tinggi. Namun, keempat eksekutor lainnya tampil solid, sementara dua pemain PSS Sleman, Kevin Gomes dan Gustavo Tocantins, gagal menunaikan tugasnya karena dihalau oleh kiper Garudayaksa Yoewanto Beny. Hasil ini memperkuat keyakinan Widodo bahwa persiapan yang matang berdampak signifikan pada performa tim saat laga krusial.

Sekipat terima kasih kepada PSS

Dalam kesempatan yang sama, Widodo menunjukkan rasa syukur dan kebanggaan terhadap PSS Sleman, yang juga menjadi finalis. “Tentunya sangat gembira bagi kami. Tapi ini kita juga sama untuk PSS juga, kita juara bersama,” kata pelatih berusia 55 tahun tersebut. Ia menegaskan bahwa kesuksesan sebuah tim tidak hanya tergantung pada menang atau kalah, tetapi juga pada hubungan persaudaraan antar pemain. “Saya kira itu karena yang terutama itu di dalam sepak bola itu bukan kalah menangnya tetapi kita menjadi saudara,” tambahnya.

Widodo menjelaskan bahwa rasa bangga terhadap PSS Sleman menjadi bagian dari kebanggaan timnya sendiri. “Karena dimana kita membangun sepak bola disitu ada persaudaraan. Supaya sepak bola kita tambah maju,” ujarnya. Dengan demikian, kemenangan ini tidak hanya memperkuat kompetisi yang sehat, tetapi juga memperlihatkan sikap sportif kedua tim.

Rencana untuk musim depan

Setelah meraih juara, Widodo Cahyono Putro mengungkapkan rencana jangka panjang Garudayaksa. Ia menyatakan bahwa strategi dan persiapan untuk musim depan akan segera dibicarakan dengan manajemen klub. “Jadi saya belum tahu ke depannya. Kalau pondasi sih paling ya nanti terserah manajemen lah. Kalau lanjutannya bagaimana ya nanti kita akan bicarakan lagi,” kata pelatih yang pernah melatih sejumlah klub ternama di Indonesia. Ia berharap skuad Garudayaksa bisa dipertahankan sebagian besar untuk berlaga di Super League musim depan.

Widodo juga memaparkan bahwa keberhasilan tim saat ini menjadi dasar untuk perbaikan di masa depan. “Pertandingan final kali ini mengajarkan kita bahwa persiapan yang terarah dan taktik yang matang mampu membawa hasil optimal,” lanjutnya. Ia menyoroti pentingnya pendekatan yang terstruktur dalam menghadapi tantangan baru, terutama setelah Garudayaksa mencapai puncak kompetisi kasta kedua.

Sejarah pengalaman pelatih

Dalam bincang-bincang tersebut, Widodo juga mengingatkan peran pentingnya sebagai pelatih sebelumnya di berbagai klub besar. Ia pernah melatih Bali United, Bhayangkara FC, dan Arema FC, yang semuanya menjadi kandidat kuat dalam kompetisi nasional. Pengalaman tersebut, menurutnya, membantu mengembangkan gaya bermain dan mentalitas pemain Garudayaksa. “Pengalaman di klub-klub sebelumnya memberi saya pemahaman tentang kebutuhan pengaturan taktik dan kepemimpinan di lapangan,” ujarnya.

Pertandingan akhir ini juga menjadi kesempatan bagi Widodo untuk melatih pemain muda yang berpotensi. “Dengan mencapai final, tim ini menunjukkan kemampuan untuk bersaing di level yang lebih tinggi,” katanya. Ia optimis bahwa kemenangan di Pegadaian Championship akan menjadi fondasi kuat bagi Garudayaksa dalam perjalanan menuju kompetisi utama. “Ke depan, saya harap Garudayaksa bisa terus berkembang dan menjadi tim yang kompetitif di Super League,” pungkas Widodo.