Strategi Penting: Mendukbangga: Akses pendidikan layak cegah generasi muda menikah dini
Mendukbangga: Pendidikan Layak Menjadi Kunci untuk Cegah Pernikahan Dini
Jakarta – Dalam kesempatan kuliah umum di Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Bandung, Kepala BKKBN Wihaji menyampaikan bahwa pendidikan yang memadai berperan penting dalam mencegah generasi muda untuk menikah dini. Ia menekankan bahwa akses pendidikan yang merata dapat menjadi penentu utama dalam mengurangi risiko perkawinan usia dini.
“Presiden Prabowo telah berupaya meningkatkan kesempatan belajar bagi masyarakat yang kurang beruntung secara ekonomi, melalui program Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Walaupun bukan langsung bertanggung jawab, Kemendukbangga/BKKBN tetap terlibat dalam upaya ini,” ujarnya.
Kebijakan Pernikahan yang Direkomendasikan
Dalam rangka mengatasi isu stunting, Wihaji menyarankan usia pernikahan minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Menurut teori kesehatan, pasangan yang menikah sebelum usia 19 tahun cenderung menghadapi risiko lebih tinggi dalam melahirkan anak dengan kondisi stunting.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, stunting masih tercatat sebesar 19,8 persen. Artinya, dari 10 anak, dua di antaranya kemungkinan mengalami stunting, yang berdampak pada tinggi badan, berat badan, dan kecerdasan di bawah standar.
Data Perceraian dan Perkembangan di Jawa Barat
Dalam tahun 2025, BPS mencatat jumlah kasus perceraian mencapai 438.168. Pernikahan dini juga dikaitkan dengan tingkat perceraian yang lebih tinggi. Namun, Jawa Barat menunjukkan kemajuan signifikan dalam mengurangi angka stunting nasional. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan penurunan sebesar 5,8 persen, dari 21,7 persen pada 2023 menjadi 15,9 persen pada 2024.
Dekan FSH UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Fauzan Ali Rasyid, menambahkan bahwa Jawa Barat masih menghadapi tantangan terkait tingkat perceraian dan stunting. Meski demikian, provinsi ini berhasil mencapai pencapaian positif dalam upaya menekan angka stunting secara nasional.
