Special Plan: Menelisik energi hijau lewat angkot “Pete-pete” di Makassar

Menelisik energi hijau lewat angkot “Pete-pete” di Makassar

Dalam kehidupan kota Makassar yang semakin dinamis, kendaraan pribadi dan platform transportasi daring mulai mengubah pola pergerakan masyarakat. Namun, jantung transportasi kota yang pernah dihiasi oleh angkutan kota atau “pete-pete” masih tersisa, meski keberadaannya terasa semakin redup. Sebagai sisa dari masa lalu, pete-pete tetap berjalan, meski perlahan dan tak lagi sebanyak dulu.

Masa Kejayaan yang Tidak Terlupakan

Dulu, pete-pete adalah simbol mobilitas kota. Antara tahun 1980-an hingga akhir 2000-an, kendaraan ini mendominasi jalanan, dengan suara mesinnya yang khas dan tukar-menukar antar pengemudi. Bukan hanya alat transportasi, pete-pete juga menjadi tempat interaksi sosial, di mana penumpang dan sopir berbagi cerita, serta membangun koneksi dalam rutinitas sehari-hari.

Perubahan yang Menyentuh

Dengan munculnya ojek online dan akses mudah kendaraan pribadi, peran pete-pete perlahan berkurang. Perkembangan teknologi dan kebiasaan hidup digital menggerus dominasi mereka, meski tak menghentikan keberlanjutan angkutan ini. Di Sudiang, dekat Asrama Haji, jejak kejayaan pete-pete kini hanya terasa samar. Tempat yang dulu ramai oleh sopir dan penumpang kini sering kali lengang, dengan sejumlah angkutan terparkir di bawah pohon-pohon.

Di satu jam, kadang hanya satu atau dua orang yang naik. Lebih sering, ia hanya menunggu.

Yunus, seorang sopir, menghabiskan hari-harinya di sana. Ia duduk di belakang kemudi, sesekali menatap jalan, berharap ada penumpang yang melambai. Dalam upaya bertahan hidup, ia memperkenalkan inovasi kecil: tabung elpiji 3 kilogram, yang biasanya ditemukan di dapur rumah tangga, kini menjadi sumber tenaga kendaraannya. Bahan bakar minyak diganti dengan gas melon, langkah kecil yang mengarah pada konsep energi hijau.

Kota Makassar terus bergerak, dan pete-pete pun beradaptasi. Dari pengemudi yang pernah menjadi raja jalanan, kini mereka menjelajah jalan dengan tujuan berbeda: mencari alternatif bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Mungkin, ini adalah cerita kecil yang menggambarkan perubahan besar dalam arah pembangunan kota.