Rencana Khusus: UPI renovasi rumah tak layak huni selama 20 tahun di Bandung Barat
Bandung – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelesaikan renovasi rumah tidak layak huni milik warga di Kabupaten Bandung Barat, yang berdiri selama sekitar 20 tahun dalam kondisi memprihatinkan akibat kemiskinan ekstrem. Rektor UPI Didi Sukyadi mengatakan selama dua dekade rumah milik Mak Tati yang berusia hampir 70 tahun itu hidup tanpa akses listrik dan menempati rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan. “Kondisi itu berdampak langsung pada kualitas hidup, terutama dalam aspek keamanan, kesehatan, dan aktivitas sehari-hari,” kata Didi di Bandung, Rabu.
Didi mengatakan rumah tersebut diketahui hanya mengandalkan lampu minyak pada malam hari dan kondisi bangunan yang rusak juga dinilai dapat meningkatkan risiko saat cuaca ekstrem. “Masih banyak masyarakat yang belum menikmati listrik, meskipun infrastruktur sudah tersedia. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan biaya untuk instalasi dan pembayaran listrik bulanan,” ujarnya.
Sebagai solusi, lanjut Didi, UPI menghadirkan sistem listrik mandiri berbasis tenaga surya yang menggunakan panel dan baterai sebagai sumber energi. “Sistem ini memanfaatkan panel surya dan baterai sebagai sumber penyimpanan energi” katanya. Ketua pelaksana program Yaya Sonjaya menyebut pembangunan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan masyarakat setempat.
Ke depan, program ini akan dilanjutkan dengan pemberdayaan ekonomi serta edukasi pengelolaan teknologi energi surya agar manfaatnya berkelanjutan bagi masyarakat “Pembangunan rumah ini kami targetkan selesai dalam satu minggu, dan alhamdulillah dapat tercapai sesuai rencana melalui kerja sama dengan masyarakat setempat,” kata dia.
