Key Discussion: BKKBN Maluku gandeng Damkar lakukan program ayah pengganti

beaf5c69-ae66-4cbc-bf85-bab22b5ae364

BKKBN Maluku Bermitra dengan Damkar untuk Melaksanakan Program “Ayah Pengganti, Anak Hebat”

Key Discussion –

Ambon – BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) Provinsi Maluku melakukan kolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon dalam menjalankan program “Ayah Pengganti, Anak Hebat”. Program ini bertujuan untuk memberikan perhatian serta bantuan kepada anak-anak yang tidak memiliki ayah atau ayahnya tidak dapat hadir dalam momen penting seperti penerimaan rapor sekolah. Dr. Edi Setiawan, Kepala Perwakilan BKKBN Maluku, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), yang berfokus pada peran ayah dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. “Kami berharap melalui program ini, anak-anak yang kehilangan dukungan dari ayah dapat tetap merasa didampingi dan termotivasi,” jelasnya.

Kolaborasi untuk Mengisi Peran Ayah

Program “Ayah Pengganti, Anak Hebat” pertama kali diluncurkan melalui kerja sama antara BKKBN Maluku dan Damkar Ambon. Edi menyampaikan bahwa ide ini muncul dari keyakinan bahwa setiap anak berhak mendapatkan perhatian dan bimbingan yang sama, terlepas dari kondisi keluarganya. “Kehadiran ayah, baik secara fisik maupun emosional, sangat penting dalam membentuk kepribadian anak,” ujarnya. Ia menekankan bahwa program ini tidak hanya fokus pada momen penerimaan rapor, tetapi juga mencakup kegiatan pendampingan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Peran Ayah dalam Membentuk Karakter Anak

Dalam wawancara terpisah, Edi Setiawan menjelaskan bahwa figur ayah memiliki peran strategis dalam mengembangkan emosi, rasa percaya diri, dan keinginan anak untuk meraih prestasi. “Ayah tidak hanya menjadi penjaga, tetapi juga menjadi pemandu yang membangun sikap percaya pada diri sendiri dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak,” katanya. Menurutnya, dalam banyak kasus, anak-anak mengalami kesulitan karena ayahnya sibuk bekerja, tinggal di luar kota, atau mengalami kehilangan orang tua. Kehadiran orang dewasa lain, seperti para personel Damkar, diharapkan mampu menggantikan peran ayah secara signifikan.

Perkembangan Program dan Keterlibatan Lintas Sektor

Program ini dilaksanakan secara bersamaan dengan kerja sama lintas sektor, melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ambon. Edi mengatakan kolaborasi ini muncul setelah pertemuan antara tim BKKBN, Damkar, dan DPPKB yang bertujuan mencari solusi konkret untuk mendukung anak-anak yang membutuhkan bantuan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap anak, meskipun tanpa ayah, tetap merasa didampingi dalam proses belajarnya,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan awal, para personel Damkar Ambon menjadi pengganti ayah dengan mendampingi siswa selama penerimaan rapor. Ini adalah langkah awal yang dirancang untuk memberikan motivasi, kehangatan, dan dorongan positif kepada anak-anak. Edi menambahkan bahwa program ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian, tetapi juga upaya mengukuhkan peran sosial lembaga seperti Damkar dalam mendukung pendidikan dan pengembangan generasi muda. “Dengan adanya ayah pengganti, anak-anak tidak hanya merasa didukung secara emosional, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang lebih baik,” jelasnya.

Keberhasilan dan Harapan Masa Depan

Program “Ayah Pengganti, Anak Hebat” diharapkan menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antarlembaga dalam mengatasi tantangan pendidikan anak. Edi menyebutkan bahwa pelaksanaan program ini akan terus dikembangkan, dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, seperti komunitas, organisasi, dan instansi lainnya. “Kami berharap program ini tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga menjadi bagian dari kebijakan jangka panjang dalam membangun lingkungan yang ramah anak,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon, Edo Hehamahua, menyambut baik keterlibatan Damkar dalam program ini. “Hari ini, kami menjadi bagian dari peran sosial yang sangat berharga. Sebagai ayah pengganti, kami berusaha memberikan dukungan emosional dan dorongan kepada para siswa,” katanya. Edo menambahkan bahwa para personel Damkar, yang sebelumnya dikenal dengan tugas penyelamatan, kini juga turut serta dalam membangun masa depan anak-anak yang membutuhkan perhatian. “Kehadiran kami diharapkan menjadi penyemangat bagi mereka, agar bisa berkembang secara maksimal,” ujarnya.

Edo juga menjelaskan bahwa keterlibatan Damkar dalam program ini bukan hanya sekadar kegiatan sosial sementara, tetapi juga upaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif. “Kami berharap program ini bisa menjadi model bagi lembaga lain untuk ikut berpartisipasi dalam mendukung pertumbuhan anak,” tuturnya. Dengan kehadiran ayah pengganti, anak-anak tidak lagi merasa terisolasi, dan mereka bisa meraih prestasi serta kesempatan yang sama seperti teman-temannya.

Manfaat yang Terukur

Menurut Edi, program ini telah menunjukkan hasil yang positif, terutama dalam meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi anak. “Anak-anak yang didampingi oleh ayah pengganti lebih aktif dalam belajar dan lebih siap menghadapi tantangan,” kata dia. Selain itu, keberhasilan program ini juga membantu masyarakat mengenali peran penting ayah dalam pendidikan. “Ini menjadi kesempatan untuk mengajak masyarakat menyadari bahwa dukungan dari orang tua sangat berpengaruh pada masa depan anak,” ujarnya.

Kolaborasi antara BKKBN Maluku dan Damkar Ambon merupakan contoh bagus tentang bagaimana lembaga non-pendidikan dapat berkontribusi pada pembangunan keluarga. Edi mengatakan, program ini juga membuka peluang untuk melibatkan pihak lain, seperti perusahaan, organisasi sosial, dan masyarakat. “Dengan kerja sama yang lebih luas, kita bisa menciptakan suasana belajar yang lebih baik dan lebih manusiawi,” jelasnya.

Edo Hehamahua menambahkan bahwa peran Damkar dalam program ini akan terus diperluas, baik melalui kegiatan penerimaan rapor maupun di lingkungan sekolah. “Kami ingin memastikan bahwa setiap anak, terlepas dari situasi keluarganya, memiliki peluang untuk berkembang secara optimal,” katanya. Dengan mendampingi anak-anak di momen penting, para personel Damkar tidak hanya memperkuat hubungan antara anak dan orang dewasa, tetapi juga mendorong komunitas untuk lebih peduli terhadap kebutuhan mereka.

Program “Ayah Pengganti, Anak Hebat” juga menjadi bukti bahwa peran ayah tidak hanya terbatas pada kehadiran fisik, tetapi juga dapat diwujudkan melalui bantuan orang lain. Edi menegaskan bahwa