What You Need to Know: Empat pewarta foto ANTARA raih APFI 2026
Empat Fotografer dari ANTARA Terima Penghargaan APFI 2026
What You Need to Know – Pada Jumat, 8 Mei 2026, empat fotografer dari LKBN ANTARA berhasil memperoleh penghargaan dalam Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2026 yang diadakan di Auditorium Sekretariat Daerah, kompleks Perkantoran Pemkab Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Acara ini menandai pencapaian penting bagi para peserta yang menghadirkan karya-karya visual berkualitas tinggi. Keempat fotografer tersebut adalah Rivan Awal Lingga, Andry Denisah, Wahdi Septiawan, dan Umarul Faruq, yang masing-masing memenangkan kategori spesifik dalam ajang bergengsi ini.
Kemenangan dalam Kategori Berbeda
Kemenangan di APFI 2026 menyebar ke berbagai bidang, mencerminkan keberagaman tema yang dikuasai oleh para peserta. Umarul Faruq, salah satu pemenang, meraih penghargaan untuk kategori foto tunggal General News. Karya yang berjudul belum diungkapkan ini menonjolkan kemampuan untuk menggambarkan isu sosial secara langsung dan tajam. Sementara itu, Rivan Awal Lingga memperoleh gelar dalam kategori foto esai General News, yang menguji kemampuan narasi visual melalui karya komposit. Andry Denisah dan Wahdi Septiawan juga berhasil menyabet penghargaan, masing-masing untuk kategori foto tunggal dan foto esai dalam bidang Seni, Budaya, dan Hiburan. Kedua karya ini dikenal sebagai penghargaan tertinggi dalam APFI untuk kategori kreatif, dan keduanya menjadi bukti bahwa ANTARA memiliki tim fotografer yang mampu menghadirkan perspektif artistik ke berbagai sudut kehidupan masyarakat. Bima Arya, Wakil Menteri Dalam Negeri, turut menyaksikan momen bersejarah ini. Ia memberikan piala kepada para pemenang, termasuk Rivan Awal Lingga dan Umarul Faruq, dalam prosesi yang dihiasi rasa hormat dan antusiasme. Penyerahan hadiah tersebut menjadi simbol pengakuan terhadap kontribusi fotografer dalam memperkaya dunia informasi melalui gambar.
Momen Penerimaan Penghargaan
Di Auditorium Sekretariat Daerah, suasana semakin hangat saat para fotografer berpose bersama setelah menerima penghargaan. Mereka mengenakan pakaian resmi dan tersenyum kecil, menunjukkan kebahagiaan yang tak terelakkan setelah mengalahkan pesaing dari berbagai media. Bima Arya, yang berada di tengah baris kedua, berfoto bersama para pemenang, juri, dan peserta lainnya. Kehadirannya menambah keharmonisan acara, sekaligus menegaskan peran pemerintah dalam mendukung dunia jurnalistik visual. Selain piala, para pemenang juga menerima sertifikat dan hadiah khusus dari APFI. Ini menjadi bukti bahwa karya-karya mereka tidak hanya dilihat dari segi teknik, tetapi juga kualitas kisah visual yang disampaikan. Kehadiran juri yang terdiri dari pakar fotografi, seni, dan komunikasi menunjukkan kompetensi yang dihargai dalam proses penilaian. Setiap karya dipilih melalui evaluasi ketat, menguji kreativitas, kejelasan, dan relevansi terhadap topik yang dibangun.
Perjalanan Menuju Penghargaan
Penghargaan ini adalah hasil dari perjuangan panjang para fotografer dalam menghadirkan karya yang dapat menyentuh hati dan pikiran penonton. Rivan Awal Lingga, misalnya, menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengambil gambar yang mampu menyampaikan narasi luar biasa tentang perubahan sosial. Wahdi Septiawan, sementara itu, menggabungkan seni dan dokumentasi dalam karya esainya, membawa isu budaya ke tingkat yang lebih mendalam. Andry Denisah dan Umarul Faruq menunjukkan kemampuan untuk memadukan estetika dengan kejelasan visual. Karya mereka berbicara tentang kehidupan masyarakat lokal, menciptakan koneksi antara fotografer dan audiens. Bima Arya, yang terlibat dalam acara ini, menyatakan bahwa “penghargaan ini menegaskan bahwa fotografi bukan hanya alat dokumentasi, tetapi juga jembatan antara kehidupan nyata dan imajinasi publik.” Komentar tersebut menjadi penegasan penting dalam penghargaan yang diadakan di tengah ketatnya persaingan di dunia media.
Pengumuman pemenang APFI 2026 berlangsung dalam suasana yang penuh kegembiraan, dengan kerumunan peserta dan penonton yang memperhatikan setiap langkah dari para juri. Setiap karya diberi waktu untuk dinilai, dan setelah itu, pemenang dipilih melalui diskusi intensif. Proses ini memastikan bahwa hasil akhir benar-benar representatif dari standar kualitas yang diharapkan. Kemenangan keempat fotografer dari ANTARA menunjukkan bahwa konsistensi dan dedikasi dalam bidang ini dapat membuahkan hasil yang membanggakan. Mereka tidak hanya menjadi wakil dari organisasi mereka, tetapi juga membawa nama besar ANTARA ke level nasional. Dalam era digital yang cepat, kehadiran karya-karya fotografi yang berkualitas menjadi semakin penting, karena memperkaya media dan menginspirasi penonton.
“APFI 2026 adalah pengakuan terhadap kerja keras para fotografer yang mampu menghadirkan cerita melalui lensa. Keempat pemenang dari ANTARA membuktikan bahwa keunggulan kreatif dan teknis dapat terwujud dalam berbagai konteks,” ujar salah satu juri dalam acara tersebut.
Acara ini menutup dengan sesi foto bersama, di mana para pemenang dan juri berjalan ke depan, memperlihatkan kebahagiaan yang tak tersembunyikan. Atmosfer positif yang tercipta menunjukkan bahwa APFI bukan hanya kompetisi, tetapi juga ruang untuk berbagi dan mengapresiasi seni visual. Bagi ANTARA, kemenangan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan media foto mereka memiliki fondasi kuat. Dengan keempat fotografer yang mendapatkan penghargaan, organisasi ini melangkah lebih dekat ke level yang lebih tinggi dalam industri jurnalistik visual. Harapan besar pun muncul untuk tahun depan, di mana karya-karya lebih banyak akan muncul dan mengharumkan nama besar ANTARA di tingkat nasional.
