Key Discussion: Maybank Indonesia resmi jadi induk konglomerasi keuangan

Photo-1

Maybank Indonesia resmi jadi induk konglomerasi keuangan

Key Discussion – Jakarta – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar oleh PT Bank Maybank Indonesia Tbk, para pemegang saham memberikan persetujuan untuk menjadikan Maybank Indonesia sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Operasional. Penetapan ini dilakukan melalui proses pengambilalihan saham perusahaan anak, yaitu PT Maybank Asset Management, PT Maybank Sekuritas Indonesia, dan PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia. Langkah tersebut menandai integrasi lebih lanjut dalam struktur keuangan Maybank Group, yang sebelumnya dikelola secara terpisah.

Integrasi Bisnis dan Strategi ROAR30

Dato’ Sri Khairussaleh Ramli, Presiden Komisaris Maybank Indonesia, mengatakan bahwa menjadi PIKK Operasional merupakan langkah penting untuk mendukung strategi ROAR30 Maybank Group. Ia menekankan bahwa transformasi ini bertujuan memperkuat posisi Maybank Indonesia sebagai salah satu grup jasa keuangan unggul di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). “Dengan menggabungkan berbagai bidang seperti perbankan, manajemen kekayaan, sekuritas, asuransi, serta pembiayaan dalam satu kerangka yang terpadu, kami mampu memberikan solusi keuangan yang lebih selaras dengan kebutuhan nasabah, baik individu maupun pengusaha,” jelas Khairussaleh dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Dengan mengintegrasikan ekosistem bisnis perbankan, wealth management, sekuritas, dan asuransi, hal ini akan meningkatkan kapabilitas kami dalam menghadirkan solusi keuangan yang seamless dan berorientasi pada kebutuhan nasabah, baik individu maupun pelaku usaha yang terus berkembang di Indonesia,” ujar Khairussaleh.

Langkah ini juga sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 30 Tahun 2024, yang mengatur tentang pengorganisasian konglomerasi keuangan. Sebagai PIKK, Maybank Indonesia akan memastikan pengawasan, tata kelola, dan operasional perusahaan-perusahaan dalam grup menjadi lebih terpadu. Integrasi ini diharapkan mempercepat koordinasi antar unit usaha dan meningkatkan efisiensi layanan keuangan yang diberikan.

Struktur Baru dan Kepatuhan Regulasi

Setelah proses pengambilalihan saham selesai, struktur Konglomerasi Keuangan Maybank akan melibatkan PT Bank Maybank Indonesia Tbk sebagai badan induk, serta beberapa perusahaan anak. Anggota konglomerasi baru mencakup PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Maybank Asset Management, PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia, PT Maybank Indonesia Finance, dan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance). Seluruh perusahaan ini akan beroperasi dalam satu sistem yang terintegrasi.

Dalam RUPSLB yang sama, para pemegang saham juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Perubahan ini bertujuan memastikan kepatuhan terhadap POJK Nomor 30 Tahun 2024. Steffano Ridwan, Presiden Direktur Maybank Indonesia, menjelaskan bahwa pembentukan struktur baru bukan sekadar reorganisasi korporasi, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan sinergi antar unit dalam grup.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada OJK atas arahan dan dukungannya sepanjang proses ini. Struktur Konglomerasi Keuangan Maybank ini akan semakin memperkuat sinergi antar sesama entitas untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan selaras dengan misi Humanising Financial Services,” kata Steffano.

Pembentukan Maybank Indonesia sebagai PIKK Operasional diharapkan menjadi fondasi untuk ekspansi bisnis di masa depan. Dengan menggabungkan kekuatan masing-masing unit usaha, grup Maybank akan lebih siap menjawab dinamika pasar yang semakin kompetitif. Selain itu, integrasi ini juga meningkatkan fleksibilitas dalam menghadirkan produk dan layanan keuangan yang beragam, mulai dari layanan perbankan dasar hingga solusi investasi kompleks.

Langkah Kepemimpinan dan Dukungan Regulator

Steffano Ridwan menambahkan bahwa pengambilalihan saham tersebut dilakukan setelah memperoleh persetujuan dari regulator sektoral masing-masing perusahaan yang tergabung. “Persetujuan dari lembaga otoritas menjadi dasar untuk memastikan proses integrasi berjalan lancar dan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” katanya.

Keputusan ini menunjukkan komitmen Maybank Group untuk membangun sistem keuangan yang lebih solid dan berkelanjutan. Dengan memadukan sumber daya, keahlian, serta jaringan masing-masing entitas, grup ini diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih komprehensif kepada nasabah. Tidak hanya itu, integrasi ini juga membuka peluang untuk mendorong pertumbuhan di segala aspek, termasuk inovasi produk dan layanan, serta ekspansi pasar ke daerah-daerah baru.

Pengunduran Diri Direktur Manajemen Risiko

Dalam RUPSLB yang sama, Effendi, Direktur Manajemen Risiko Maybank Indonesia, mengajukan pengunduran diri dari jabatannya. Steffano Ridwan memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kontribusi Effendi selama masa kerjanya. “Effendi telah memberikan dedikasi, kerja keras, serta kontribusi berharga dalam menjaga kualitas manajemen risiko di Maybank Indonesia. Kami sangat menghargai perannya selama ini,” kata Steffano.

Steffano menekankan bahwa perubahan struktur ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat kapasitas grup dalam menghadapi tantangan ekonomi global. “Kami yakin, dengan struktur yang lebih terpadu, Maybank Indonesia akan menjadi salah satu pelaku keuangan yang paling inovatif dan mampu bersaing di tingkat internasional,” lanjutnya.

Proses integrasi ini dianggap sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk membangun ekosistem keuangan yang lebih inklusif. Dengan menggabungkan berbagai layanan, Maybank Indonesia diharapkan dapat menjadi mitra utama bagi masyarakat Indonesia dalam mengelola keuangan pribadi dan bisnis. Selain itu, sinergi antar entitas di grup juga akan mempercepat pengembangan teknologi dan pemanfaatan data untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.