Rencana Khusus: Anggota Komisi VII DPR dorong pengembangan Roro Dumai-Melaka

Anggota Komisi VII DPR Dorong Pengembangan Roro Dumai-Melaka

Pekanbaru, (ANTARA) – Hendry Munief, anggota Komisi VII DPR RI, mengusulkan pemerintah segera mewujudkan proyek penyeberangan Roll-on Roll-off (Ro-Ro) Dumai, Riau ke Melaka, Malaysia, sebagai pusat perekonomian internasional. Dalam pernyataannya yang diterima di Pekanbaru, Senin, dia menyatakan bahwa strategi mengejar pasar wisatawan internasional kini lebih efektif dengan memanfaatkan potensi destinasi dekat di kawasan Asia Tenggara. “Kota Dumai memiliki peluang besar menjadi hub kegiatan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Dalam konteks ini, Hendry menekankan bahwa perubahan pola kunjungan wisatawan dari jarak jauh (long haul) ke jarak dekat (short haul) dinilai sangat relevan. Ia menyoroti bahwa jalur laut Ro-Ro lebih ekonomis dibandingkan transportasi darat, sehingga bisa mendorong pertumbuhan sektor industri dan investasi. “Mengaktifkan Roro Dumai-Melaka akan meningkatkan daya tarik wisatawan, terutama dari pasar ASEAN yang memiliki hubungan budaya kuat dengan wilayah Sumatra,” tambahnya.

“Dengan mudahnya akses ke destinasi Sumatra, minat wisatawan asing terhadap Indonesia bisa terus meningkat,” kata Hendry Munief.

Dia juga menyoroti peran Jalan Tol Trans Sumatera dalam mendukung proyek tersebut. Jalan tol yang menghubungkan Dumai dengan seluruh provinsi di Pulau Sumatera, menurutnya, menjadi jembatan penting untuk mengintegrasikan aktivitas ekonomi dan pariwisata. “Jalur ini mempercepat distribusi barang serta memudahkan pergerakan wisatawan,” jelasnya.

Konflik di Timur Tengah telah memengaruhi sektor pariwisata global. Penutupan wilayah udara Iran dari 28 Februari hingga 28 Maret 2026 menyebabkan gangguan pada penerbangan dari enam pusat utama, termasuk Abu Dhabi, Doha, Dubai, Jeddah, Madinah, dan Muscat. Gangguan ini menyebabkan 770 penerbangan dibatalkan, mengakibatkan hilangnya sekitar 60 ribu kunjungan wisatawan mancanegara dan kerugian potensial hingga Rp2,04 triliun dalam pendapatan devisa.

Dengan adanya Roro Dumai-Melaka, pemerintah diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada transportasi udara dan memperkuat kerja sama ekonomi dengan Malaysia. Proyek ini juga dianggap sebagai langkah strategis dalam menghadapi ketidakstabilan harga minyak yang terus meningkat, serta memanfaatkan potensi wisata lokal secara optimal.