New Policy: ASDP perkuat maritim Kepri lewat pengembangan Pelabuhan Tanjung Uban
ASDP perkuat maritim Kepri lewat pengembangan Pelabuhan Tanjung Uban
New Policy – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah berupaya meningkatkan aksesibilitas dan hubungan antar wilayah di Kepulauan Riau (Kepri) melalui perluasan fasilitas pelabuhan Tanjung Uban. Proyek ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas antar pulau, menambah kapasitas operasional perahu penyeberangan, serta mendorong dinamika ekonomi daerah. Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur di Tanjung Uban menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat dan distribusi barang yang semakin tinggi di kawasan kepulauan.
Pembangunan Dermaga 2 di Tanjung Uban menjadi fokus utama proyek ini. Dermaga tersebut memiliki panjang 119,48 meter dan dirancang melayani kapal dengan kapasitas hingga 1.000 Gross Tonnage (GRT). Di samping itu, ASDP juga melakukan peningkatan kapasitas Dermaga 1 dengan memperkuat struktur dan fasilitas sandar. Dermaga 1 kini mampu menerima kapal hingga 2.000 GRT, dengan panjang sandar mencapai 200,90 meter. Kombinasi kedua proyek ini membawa dampak signifikan terhadap efisiensi operasional serta kenyamanan pengguna jasa.
Komitmen ASDP: Infrastruktur sebagai Pendorong Pertumbuhan
“Pengembangan pelabuhan Tanjung Uban merupakan langkah strategis untuk menjawab pertumbuhan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik yang terus meningkat di wilayah kepulauan,” ujar Heru Widodo dalam pernyataan di Jakarta, Minggu. Menurutnya, setiap dermaga yang dibangun oleh perusahaan BUMN penyeberangan ini tidak hanya menjadi infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi jembatan bagi berbagai peluang ekonomi, seperti pengembangan pariwisata dan peningkatan daya saing daerah.
Heru menambahkan bahwa proyek ini adalah bagian dari visi ASDP dalam mewujudkan “We Bridge the Nation,” yang bertujuan menghubungkan wilayah secara efektif serta membuka akses terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dengan peningkatan kapasitas pelabuhan, ASDP berharap bisa memberikan layanan yang lebih optimal, baik untuk kebutuhan transportasi masyarakat maupun kegiatan logistik yang berdampak pada kegiatan perekonomian Kepri.
Dermaga Baru dan Fasilitas Modernisasi
Dermaga 2 yang dibangun ASDP akan dilengkapi movable bridge berkapasitas 80 ton. Fasilitas ini dirancang untuk mempercepat proses bongkar muat kendaraan dan penumpang, mengurangi waktu tunggu, serta meningkatkan keamanan selama operasional. Sementara Dermaga 1, yang sebelumnya sudah memiliki kapasitas tertentu, kini diperkuat dengan peningkatan infrastruktur dan fasilitas pendukung agar mampu menampung kapal lebih besar dan meningkatkan efisiensi layanan.
“Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen ASDP dalam mewujudkan visi We Bridge the Nation, menghubungkan wilayah sekaligus membuka akses terhadap pertumbuhan yang lebih inklusif,” imbuh Heru Widodo. Ia menekankan bahwa pembangunan pelabuhan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada keterpaduan dengan kebutuhan ekonomi dan sosial daerah.
Proyek pembangunan dan modernisasi pelabuhan Tanjung Uban dirancang agar dapat selesai pada akhir tahun 2026. General Manager ASDP Batam Reno Yulianto menjelaskan bahwa selain pengembangan di Tanjung Uban, perusahaan juga melakukan rehabilitasi Dermaga I Pelabuhan Telaga Punggur. Proyek ini bertujuan meningkatkan aspek keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi layanan penyeberangan di Kepri.
Saat ini, Pelabuhan Tanjung Uban melayani tiga lintasan penyeberangan. Salah satu rute yang paling sibuk adalah Tanjung Uban–Telaga Punggur. Di rute ini, ASDP mengoperasikan dua kapal penyeberangan, yaitu KMP Tanjung Burang dan KMP Baru, yang digunakan untuk mengangkut penumpang dan kendaraan antarwilayah. Dalam lima bulan pertama tahun 2026, pelabuhan tersebut telah menangani 301.221 penumpang dan 131.684 kendaraan. Tingginya volume lalu lintas ini menjadi dasar penting dalam menentukan kebutuhan pengembangan kapasitas pelabuhan.
Kapasitas pelabuhan yang ditingkatkan diharapkan mampu menampung pertumbuhan permintaan transportasi, baik untuk tujuan wisata maupun perdagangan. Pelabuhan Tanjung Uban, yang terletak di Kabupaten Bintan, memiliki peran penting dalam menyokong ekosistem maritim Kepri. Dengan adanya Dermaga 2 dan peningkatan Dermaga 1, ASDP berkomitmen untuk menjadikan pelabuhan ini sebagai pusat distribusi logistik yang lebih efisien serta penghubung pariwisata yang lebih aman.
Strategi ASDP untuk Penguatan Maritim
Reno Yulianto menambahkan bahwa rehabilitasi Dermaga I Telaga Punggur akan dilakukan secara bersamaan dengan pengembangan Tanjung Uban. Proyek ini mencakup peningkatan fasilitas seperti kenyamanan kabin, pencahayaan, dan sistem pendukung lainnya. “Seluruh pekerjaan ini kami targetkan dapat selesai dan beroperasi optimal pada akhir tahun 2026,” katanya.
Kapasitas yang ditingkatkan di pelabuhan-pelabuhan tersebut juga berdampak pada meningkatnya jumlah armada kapal penyeberangan. Dengan fasilitas yang lebih modern, ASDP berupaya memastikan layanan yang lebih prima, yang berdampak langsung pada kelancaran rantai pasok, mobilitas masyarakat, dan aktivitas ekonomi di Kepri. Proyek ini menjadi contoh nyata bagaimana pengembangan infrastruktur maritim bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi regional.
Dalam konteks jangka panjang, Heru Widodo menegaskan bahwa pelabuhan Tanjung Uban akan menjadi bagian integral dari kebijakan nasional ASDP dalam membangun konektivitas antar daerah. Perusahaan ini berperan sebagai penggerak utama di sektor transportasi penyeberangan, dengan visi menyeluruh untuk membangun sistem logistik dan transportasi yang lebih solid. Kebutuhan masyarakat akan aksesibilitas antar pulau serta kebutuhan ekonomi daerah menjadi alasan utama dibangunnya pelabuhan ini.
Proyek pengembangan Tanjung Uban juga menjadi bagian dari upaya ASDP untuk mening
