Menkop sebut pemerintah siapkan tiga langkah percepatan koperasi

khrisna-edit-1784650291-fd2e12a6bb

Strategi Pemerintah Memperkuat Koperasi Melalui Tiga Langkah Utama

Revolusi Koperasi Menuju Ekonomi yang Lebih Kuat

Bisadonasi.com – Menkop sebut pemerintah siapkan tiga langkah strategis untuk mendorong percepatan pertumbuhan koperasi di seluruh Indonesia. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Ferry Juliantono, mengungkap bahwa pemerintah tengah merancang pendekatan komprehensif agar lembaga koperasi dapat bertransformasi menjadi pilar ekonomi nasional yang tangguh. Langkah-langkah ini dirancang secara sistematis untuk meningkatkan daya saing koperasi sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menurut Menkop, langkah pertama yang akan diimplementasikan adalah membangun kembali citra koperasi agar lebih menarik bagi generasi muda. Hal ini dilakukan melalui penciptaan wajah koperasi yang modern, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Pendekatan ini penting karena koperasi perlu menarik minat generasi milenial dan Gen Z agar dapat bertahan dalam jangka panjang dan terus berkembang.

“Pertama, membangun kembali citra koperasi agar lebih diminati generasi muda melalui wajah koperasi yang modern, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” kata Menkop saat menyampaikan sambutan pada acara silaturahmi dengan tokoh ulama, dan masyarakat pegiat koperasi, di Pendopo Agung Pemkab Pamekasan, Jawa Timur, Selasa.

Penguatan Tata Kelola dan Akselerasi Digital

Langkah kedua yang disebutkan oleh Menkop Ferry Juliantono adalah penguatan tata kelola koperasi dari berbagai aspek. Pemerintah mulai memperkuat sisi kelembagaan, pengembangan bisnis, dan usaha agar koperasi mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Penguatan ini bertujuan untuk memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para anggota koperasi.

Selain itu, langkah ketiga yang tidak kalah penting adalah pemanfaatan ruang digital untuk berbagai jenis kegiatan dan usaha yang hendak dijalankan oleh pengelola koperasi. Transformasi digital menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan layanan koperasi kepada masyarakat.

“Dan gerak cepat di bidang digital ini penting sebagai bagian dari transformasi layanan dan pengembangan usaha,” katanya.

Capaian KDKMP dan Persiapan SDM Profesional

Menkop juga memaparkan capaian signifikan dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hingga 21 Juli 2026, sebanyak 18.285 unit KDKMP telah selesai dibangun di berbagai wilayah Indonesia. Target ambisius pemerintah adalah mencapai 30 ribu unit KDKMP hingga Agustus 2026.

Untuk memastikan pengelolaan yang profesional, pemerintah telah mempersiapkan sebanyak 30 ribu manajer KDKMP. Persiapan SDM ini menjadi fondasi penting agar setiap KDKMP dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat desa dan kelurahan.

“Kami juga telah mempersiapkan sebanyak 30 ribu manajer KDKMP agar pengelolaannya profesional,” katanya lagi.

Integrasi Layanan Ekonomi Rakyat

Menkop Ferry Juliantono mengajak peran aktif semua pihak untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut. Program ini memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Seluruh layanan ekonomi rakyat akan diintegrasikan ke dalam KDKMP, menciptakan ekosistem ekonomi yang terpadu.

Layanan yang akan diintegrasikan meliputi penyaluran LPG 3 kilogram, pupuk bersubsidi, beras, minyak goreng, bantuan pangan nontunai (BPNT), hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR). Integrasi ini memungkinkan masyarakat mengakses berbagai kebutuhan dasar melalui satu pintu koperasi yang terorganisir dengan baik.

“Kalau koperasi kuat, maka desa juga kuat. Ketika ekonomi desa tumbuh, pedagang dapat pasar lebih luas, UMKM berkembang, dan kesejahteraan masyarakat jelas akan meningkat,” kata Menkop pula.

Strategi tiga langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjadikan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Dengan pendekatan yang komprehensif, mulai dari pencitraan, penguatan tata kelola, hingga transformasi digital, koperasi diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan ekonomi Indonesia ke depan.