Topics Covered: India harapkan integrasi QRIS-UPI terlaksana akhir 2026

tempImagexONbg6

India dan Indonesia Terus Mendorong Integrasi QRIS-UPI

Topics Covered – Kota Jakarta menjadi panggung utama untuk pemberitahuan mengenai kemajuan kerja sama teknologi pembayaran antara India dan Indonesia. Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada Selasa malam, menyampaikan harapan bahwa integrasi sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dengan Unified Payments Interface (UPI) India dapat rampung pada akhir tahun 2026. Ia mengungkapkan bahwa langkah ini diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan hubungan ekonomi dan finansial antar kedua negara.

“Saya berharap pada akhir tahun nanti kita akan melihat terwujudnya integrasi antara QRIS dan UPI,” ujar Chakravorty. Ia menekankan bahwa integrasi ini bukan hanya visi jangka pendek, tetapi juga merupakan prioritas yang telah diputuskan oleh para pemimpin kedua negara.

Kerja sama antara QRIS dan UPI telah memasuki fase kritis, menurut informasi yang diberikan oleh Dubes Chakravorty. Ia menjelaskan bahwa pembicaraan teknis mengenai integrasi sedang berjalan intensif antara penyelenggara sistem pembayaran di Indonesia dengan mitra di India. Proses ini, menurutnya, sudah mencapai tahap yang sangat matang, meski masih memerlukan beberapa penyesuaian sebelum finalisasi.

Potensi Peningkatan Transaksi Ekonomi

Integrasi QRIS-UPI dianggap sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem keuangan kedua negara. Dubes Chakravorty menambahkan bahwa penggunaan kedua sistem pembayaran ini akan membuka akses transaksi yang lebih luas, baik bagi warga Indonesia maupun India. “Dengan adanya integrasi ini, masyarakat dari kedua negara dapat memanfaatkan layanan pembayaran yang lebih efisien dan lebih cepat,” katanya.

Proyek ini juga menjadi perhatian utama dalam konteks pertukaran ekonomi yang terus meningkat antara Indonesia dan India. Duta Besar menyebut bahwa integrasi QRIS-UPI berpotensi mendorong pertumbuhan bisnis lintas batas, khususnya dalam sektor retail, layanan jasa, dan perdagangan digital. “Ini akan memudahkan transaksi antar warga negara, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran yang lebih universal,” jelasnya.

Proses Teknis yang Masih Berjalan

Meski harapan integrasi telah diungkapkan, proses teknis masih memerlukan waktu. Chakravorty menyatakan bahwa pembahasan antara pihak penyelenggara dan mitra India terus berlangsung, dengan fokus pada kesesuaian standar teknologi, keamanan data, serta keselarasan regulasi kedua negara. “Kami sedang mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menyelesaikan segala aspek teknis dalam waktu yang tidak terlalu lama,” tambahnya.

Sejumlah perusahaan teknologi dari Indonesia dan India telah melakukan beberapa uji coba awal untuk memastikan keterintegrasian sistem ini. Chakravorty menuturkan bahwa penyesuaian protokol transfer dana, format pembayaran, dan infrastruktur ekosistem digital masih menjadi fokus utama. “Ini adalah tahap yang sangat penting, karena akan menentukan keberhasilan integrasi dalam skala nasional dan internasional,” katanya.

Kunjungan PM Modi dan Komitmen Politik

Kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Jakarta pada hari yang sama menjadi pemicu utama dalam penguatan kerja sama ini. Di Istana Merdeka, Modi dan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi mengumumkan rencana mengintegrasikan QRIS dengan UPI. Langkah ini dianggap sebagai bukti komitmen politik tinggi terhadap pembangunan ekonomi digital.

“Mengingat kedua pemimpin telah menyatakan keinginan agar proses ini segera diwujudkan, saya yakin arahan tersebut telah diteruskan kepada para pihak yang sedang melakukan perundingan untuk segera menuntaskan negosiasi,” kata Chakravorty. Ia menambahkan bahwa integrasi QRIS-UPI adalah salah satu dari beberapa inisiatif penting yang diusulkan dalam kerja sama bilateral.

Modi menilai bahwa integrasi dua sistem pembayaran ini akan memberikan dampak signifikan pada pertukaran ekonomi. “Jika QRIS dan UPI terintegrasi, masyarakat Indonesia dan India dapat melakukan transaksi secara lebih mudah, terutama dalam konteks ekonomi yang semakin terglobalisasi,” ujarnya. Ia juga mengharapkan bahwa langkah ini dapat meningkatkan partisipasi ekonomi masyarakat umum, khususnya di sektor kecil dan menengah.

Perkembangan Teknologi Pembayaran di Asia

Kerja sama QRIS-UPI merupakan bagian dari tren teknologi pembayaran digital yang semakin berkembang di Asia Tenggara dan India. QRIS, yang merupakan standar pembayaran berbasis kode QR di Indonesia, telah diadopsi oleh ribuan merchant dan bank sejak diluncurkan beberapa tahun lalu. Sementara UPI, sistem pembayaran digital India, telah menjadi salah satu platform yang paling populer di negara tersebut, dengan jumlah pengguna yang terus meningkat.

Chakravorty menegaskan bahwa integrasi ini akan menjadi pendorong penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat hubungan bilateral. “Saya yakin, dengan komitmen yang sama dari kedua pihak, proses ini akan segera mencapai titik penyelesaian,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa pihak-pihak terkait akan terus berkoordinasi dengan tujuan mempercepat implementasi.

Dubes Chakravorty menyoroti pentingnya keselarasan teknologi dalam membuka akses finansial yang lebih luas. “Integrasi QRIS-UPI bukan hanya tentang memudahkan pembayaran, tetapi juga tentang menghubungkan dua ekosistem yang berbeda secara digital,” ujarnya. Hal ini akan memungkinkan warga Indonesia menggunakan UPI untuk transaksi di India, sementara pengguna UPI juga dapat memanfaatkan QRIS saat berada di Indonesia.

Masa Depan Transaksi Ekonomi Lintas Batas

Kerja sama ini diharapkan menjadi contoh nyata dari kerja sama digital antar negara. Chakravorty menyatakan bahwa integrasi QRIS-UPI akan mengurangi hambatan transaksi lintas batas, sehingga mempercepat pertukaran barang dan jasa. “Ini adalah langkah awal menuju ekonomi yang lebih terbuka dan inklusif,” katanya.

Menurutnya, integrasi QRIS-UPI juga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan dan kehandalan sistem pembayaran digital. “Kami telah melakukan beberapa analisis terkait risiko dan manfaat integrasi, dan hasilnya sangat positif,” ujar Chakravorty. Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini akan menjadi batu loncatan untuk pengembangan lebih lanjut dalam bidang ekonomi digital.

Chakravorty mengingatkan bahwa meskipun proses integrasi masih berlangsung, langkah ini menunjukkan komitmen yang kuat dari kedua pihak. “Dengan koordinasi yang intens, kami percaya bahwa tahun 2026 akan menjadi titik balik dalam meningkatkan ekonomi digital Indonesia-India,” katanya. Hal ini juga berdampak pada kemudahan akses ke layanan keuangan, baik bagi wisatawan maupun warga negara yang bepergian antar negara.

Dubes Chakravorty menegaskan bahwa implementasi QRIS-UPI akan menjadi prioritas dalam beberapa bulan mendatang. “Kami sedang mempersiapkan segala aspek, termasuk pengujian besar-besaran, agar tidak ada hambatan saat integrasi resmi dimulai,” katanya. Ia berharap, dalam waktu dekat, para penyelenggara dan pengguna dapat sepakat mengintegrasikan ked