Special Plan: Ethiopia kerahkan 750.000 lebih sukarelawan bersih-bersih Ibu Kota

CjkinzN000007_20260702_CBMFN0A001

Etiofia Kerahkan 750.000 Lebih Sukarelawan untuk Bersih-Bersih Ibu Kota

Gerakan Kolaboratif Meningkatkan Kualitas Lingkungan Kota

Special Plan – Program pembersihan musim panas tahunan di Addis Ababa, ibu kota Ethiopia, baru saja mencapai level yang lebih luas dengan partisipasi dari lebih dari 750.000 warga. Sejak dibuka tujuh tahun silam oleh Perdana Menteri Abiy Ahmed, inisiatif ini berkembang menjadi gerakan sosial yang signifikan, memberikan kontribusi besar dalam upaya menjadikan kota tersebut sebagai salah satu daerah paling bersih, hijau, dan layak huni di benua Afrika. Banyak elemen masyarakat terlibat, termasuk warga sekitar, pejabat pemerintah, petugas keamanan, pelajar, pengusaha, dan bahkan penggemar klub sepak bola.

Dalam salah satu pagi yang dihiasi hujan di Addis Ababa, Gomejeshewa Bezabih, seorang petugas kebersihan jalan, bekerja sama dengan para relawan membersihkan sampah dari trotoar dan menyapu permukaan jalan di area Lideta. Aktivitas ini menunjukkan semangat kolaboratif masyarakat yang terus bertumbuh. Bezabih mengatakan bahwa keikutsertaan ribuan sukarelawan menciptakan dinamika baru dalam menjaga kebersihan kota. “Melihat orang-orang berkumpul dan bergabung dengan kami untuk membersihkan jalanan, itu memotivasi semua pihak untuk berkontribusi,” ujarnya.

“Sungguh menginspirasi melihat orang-orang berkumpul dan bergabung dengan kami untuk membersihkan jalanan, menggalakkan kampanye demi mewujudkan Kota Addis Ababa yang indah dan lebih aman,” kata Bezabih kepada Xinhua.

Gezahegn Desisa, direktur jenderal dari Badan Pengelolaan Kebersihan Addis Ababa, menjelaskan bahwa inisiatif ini memiliki dampak luar biasa. “Kampanye ini bertujuan untuk membersihkan dan mempercantik seluruh kawasan permukiman di kota ini, serta mengurangi risiko banjir dengan membersihkan sumbatan pada saluran drainase,” tambahnya. Desisa juga menyoroti pentingnya kesadaran lingkungan yang terus meningkat seiring partisipasi sukarelawan yang melibatkan berbagai kalangan.

“Mengenang tewasnya puluhan warga yang dulu tinggal di sepanjang tepi sungai akibat banjir besar, kami percaya program ini bisa mencegah kejadian serupa dan meningkatkan kualitas hidup serta lingkungan,” tutur Desisa.

Gerakan pembersihan kota ini bukan hanya sekadar perbaikan fisik, tapi juga penyadaran masyarakat tentang tanggung jawab bersama terhadap kebersihan lingkungan. Program tersebut telah menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota untuk menciptakan ruang publik yang lebih nyaman dan menarik. Dalam wawancara dengan Xinhua, Desisa menegaskan bahwa partisipasi sukarelawan dalam program tersebut memberikan dampak nyata. “Kampanye ini secara signifikan memperbaiki lingkungan kota, meningkatkan kesadaran lingkungan, dan menjadikan Addis Ababa sebagai destinasi yang semakin diminati oleh warga, investor, dan pengunjung,” ujarnya.

Selama tujuh tahun terakhir, program pembersihan musim panas menjadi sumber inspirasi bagi banyak kota lain di Afrika. Dalam konteks ini, Wali Kota Addis Ababa Adanech Abiebie baru saja meluncurkan kampanye pembersihan tingkat kota tahun 2026, yang merupakan lanjutan dari upaya ini. “Kampanye ini adalah bagian dari komitmen pemerintah kota untuk membuat ibu kota lebih nyaman dan menarik bagi penduduk lokal serta pengunjung internasional,” jelas Abiebie dalam pernyataannya.

Dalam rangka mengampanyekan kebersihan, beberapa warga melibatkan diri dalam kegiatan yang mencakup pembersihan permukaan jalan, pengumpulan sampah, serta perbaikan area hijau. Keikutsertaan masyarakat yang luas tidak hanya memperkuat keberhasilan program, tetapi juga menciptakan ruang untuk berbagi ide dan pengalaman. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan warga bisa menghasilkan perubahan yang berkelanjutan.

“Kampanye ini lebih dari sekadar membersihkan jalan. Ini tentang rasa bangga terhadap tempat tinggal kita dan keinginan untuk membuat perubahan nyata bersama-sama,” kata Marta Hailemariam, salah satu relawan yang berpartisipasi.

Hailemariam menyoroti transformasi yang terjadi di Addis Ababa selama beberapa tahun terakhir. “Dengan partisipasi ratusan ribu sukarelawan, kota ini menjadi lebih bersih, hijau, aman, dan tahan bantak,” ujarnya. Pengalaman langsung dari warga yang turut serta memberikan gambaran bahwa kebersihan kota bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab kolektif.

Program ini juga melibatkan pelbagai inisiatif dalam menangani sampah, mulai dari pengelolaan limbah sampai pembangunan infrastruktur hijau. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan kota seiring pertumbuhan populasi yang pesat. Beberapa area yang sebelumnya rawan sampah kini telah diubah menjadi ruang yang lebih terorganisir dan estetis.

Kampanye musim panas tahunan ini tidak hanya menunjukkan kemajuan Addis Ababa dalam aspek kebersihan, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong yang terus berkembang. Desisa menegaskan bahwa perubahan ini tidak terlepas dari partisipasi aktif warga. “Setiap sukarelawan yang turut serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kesadaran lingkungan,” ujarnya.

Sebagai hasil dari program ini, banyak perubahan positif yang terjadi, seperti peningkatan infrastruktur drainase dan penanaman pohon di sepanjang jalur kota. Upaya ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk perusahaan swasta dan organisasi non-pemerintah yang turut memberikan sumbangan materiil. “Saya melihat perbedaan nyata dalam penampilan kota, dan itu membuat saya semakin percaya pada kekuatan komunitas,” kata Hailemariam, yang tergabung dalam kegiatan ini.

Dengan melibatkan lebih dari 750.000 sukarelawan, Addis Ababa berhasil membangun kemitraan yang kuat antara pemerintah dan warga. Inisiatif ini menjadi contoh bagus bagaimana partisipasi aktif masyarakat bisa menjadi pendorong utama dalam menjaga lingkungan kota. Desisa mengapresiasi kerja sama ini, karena menjadikan Addis Ababa sebagai kota yang semakin bersih dan berkelanjutan.