Main Agenda: Indonesia dan Swiss sepakati kerja sama hilirisasi mineral dan logam
Indonesia dan Swiss Sepakati Kerja Sama Hilirisasi Mineral serta Logam
Main Agenda – Kota Basel, Swiss – Pada Selasa (23/6), Pemerintah Indonesia dan Swiss melangsungkan penandatanganan MoU terkait hilirisasi mineral dan logam. Acara ini diadakan di tengah perayaan Industry Day 2026, forum industri internasional yang menjadi ajang diskusi dan kolaborasi antarnegara. Dubes Indonesia untuk Swiss, Ngurah Swajaya, serta State Secretary Departemen Ekonomi, Pendidikan, dan Riset Swiss, Andrea Rauber Saxer, hadir dalam proses penandatanganan. MoU ini menggambarkan langkah strategis dalam meningkatkan kerja sama ekonomi bilateral, sekaligus mendukung tujuan Main Agenda dalam memperkuat industri nasional.
Komitmen untuk Pertumbuhan Ekonomi
Main Agenda menekankan bahwa hilirisasi mineral dan logam menjadi prioritas utama dalam membangun keberlanjutan ekonomi. Dubes Ngurah Swajaya mengatakan, kerja sama ini tidak hanya menguatkan hubungan politik dan ekonomi antara Indonesia dan Swiss, tetapi juga mendorong inisiatif Main Agenda untuk meningkatkan daya saing sektor manufaktur. “Indonesia dan Swiss memiliki kesamaan dalam mengutamakan nilai-nilai multilateralisme, serta komitmen untuk mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan,” jelasnya. Dalam konteks Main Agenda, MoU ini diharapkan menjadi fondasi untuk kolaborasi jangka panjang dalam industri hilirisasi.
“Indonesia dan Swiss sepakat untuk bekerja sama dalam meningkatkan kualitas industri, khususnya dalam rangka Main Agenda membangun ekonomi nasional yang lebih kuat dan modern,” kata Dubes Ngurah dalam pernyataan resmi.
Indonesia Emas 2045 sebagai Tujuan
MoU ini juga menjadi bagian dari strategi Main Agenda untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju pada 2045. Pemerintah Indonesia menggandeng Swiss untuk meningkatkan pertumbuhan sektor manufaktur dan pengolahan bahan baku, yang merupakan komponen kunci dalam Main Agenda. Dubes Ngurah menambahkan bahwa investasi dari Swiss akan membantu memperkuat rantai pasok industri, termasuk dalam menunjang visi “Indonesia Emas 2045.” “Kerja sama ini selaras dengan Main Agenda memperluas peluang ekonomi di Asia Tenggara,” ujarnya.
Konteks dan Pengembangan Kerja Sama
MoU tercipta setelah kunjungan Menteri Ekonomi, Pendidikan, dan Riset Swiss, Guy Parmelin, ke Jakarta pada Oktober 2025. Dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi Indonesia, Rosan Roeslani, kedua pihak membahas potensi kerja sama di berbagai sektor. “Dampak geopolitik membutuhkan diversifikasi, dan Indonesia menjadi mitra penting dalam Main Agenda Swiss untuk memperkuat ketahanan industri,” kata Parmelin. MoU ini juga menjadi tindak lanjut dari pertemuan tingkat tinggi yang telah membuka peluang kolaborasi di bidang teknologi, energi, dan pendidikan.
Main Agenda menggarisbawahi bahwa hilirisasi mineral dan logam bukan hanya tentang ekspor bahan baku, tetapi juga transformasi industri yang lebih berkelanjutan. Duta Besar Indonesia menekankan bahwa kemitraan dengan Swiss akan mempercepat pencapaian tujuan nasional. “Kerja sama ini selaras dengan Main Agenda Indonesia untuk membangun industri yang berbasis lokal, sementara Swiss memberikan kontribusi signifikan melalui teknologi dan investasinya,” tambahnya.
SwissMEM sebagai Penyelenggara Industry Day
Presiden SwissMEM, Martin Hirzel, yang juga menjadi penyelenggara Industry Day 2026, mengatakan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Swiss berlandaskan komplementaritas. “Dengan Main Agenda ini, kami yakin akan ada peningkatan kualitas dan efisiensi industri kedua negara,” ujarnya. Tidak hanya itu, kerja sama ini menjadi langkah awal dalam mengembangkan keberlanjutan ekonomi, sekaligus mendukung inisiatif Main Agenda dalam menciptakan peluang kerja sama di bidang teknologi dan inovasi.
Kerja sama ini juga memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi potensi sektor energi dan pertanian, yang menjadi bagian dari Main Agenda pengembangan ekonomi bilateral. Dubes Ngurah Swajaya menilai, forum seperti Industry Day 2026 menjadi platform strategis untuk memperkenalkan keunggulan Indonesia, sekaligus memperkuat kepercayaan dan kemitraan ekonomi antar negara.
75 Tahun Hubungan Diplomatik
MoU yang ditandatangani merupakan bagian dari perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Swiss. Dalam rangka memperingati momen penting tersebut, kedua negara memilih tema “Trust, Innovation, Partnership” sebagai pengingat pada prinsip kerja sama yang saling menguntungkan. “Tema ini selaras dengan Main Agenda Indonesia dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tambah Dubes Ngurah. MoU ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk menjaga konsistensi dalam mengembangkan kemitraan di berbagai bidang.
