Latest Program: Direksi BPJS Kesehatan: Program JKN butuh dukungan semua pihak

IMG-20260619-WA0005

Program JKN: Kolaborasi Bersama untuk Kualitas Layanan

Latest Program – Dalam upaya meningkatkan kualitas sistem kesehatan nasional, BPJS Kesehatan terus menekankan pentingnya partisipasi dari berbagai elemen masyarakat. Peresmian Taman Budaya BPJS Kesehatan di Taman God Bless, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, menjadi momentum untuk memperkuat komitmen ini. Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari, menyatakan bahwa Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak bisa tercapai tanpa dukungan aktif dari seluruh pihak terlibat. “Kesuksesan program ini membutuhkan sinergi yang erat antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, penyelenggara layanan kesehatan, dan masyarakat,” ujarnya pada acara tersebut.

Peresmian Taman Budaya BPJS Kesehatan

Acara peresmian yang berlangsung pada Jumat itu menandai langkah BPJS Kesehatan dalam membangun kesadaran publik tentang nilai-nilai inti yang menjadi dasar programnya. Vetty menjelaskan bahwa Taman Budaya bukan hanya ruang rekreasi, tetapi juga sarana untuk menyebarluaskan prinsip-prinsip seperti integritas, kolaborasi, pelayanan prima, dan inovatif. “Melalui inisiatif ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih memahami dan menerapkan tata nilai yang menjadikan JKN sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

“Keberhasilan Program JKN adalah hasil dari kerja sama aktif seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam ekosistemnya,” kata Vetty Yulianty Permanasari.

Program JKN, menurut Vetty, merupakan kebijakan nasional yang memiliki dampak luas bagi seluruh penduduk Indonesia. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab memajukan program ini tidak hanya ada di pihak BPJS Kesehatan, tetapi juga melibatkan berbagai institusi, seperti fasilitas kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Untuk itu, BPJS Kesehatan terus menggencarkan kolaborasi, termasuk melalui inisiatif seperti Taman Budaya yang diharapkan dapat menjadi simbol kebersamaan dalam mencapai tujuan tersebut.

Sejak 2023, BPJS Kesehatan telah melakukan transformasi mutu layanan untuk memastikan Program JKN berjalan lebih efektif. Transformasi ini bertujuan meningkatkan kualitas penyelenggaraan serta mempercepat akses masyarakat ke layanan kesehatan. Salah satu aspek penting dalam upaya ini adalah penerapan tata nilai INISIATIF, yang mencakup empat prinsip utama: integritas, kolaborasi, pelayanan prima, dan inovatif. “Nilai-nilai INISIATIF tidak hanya berlaku di lingkungan internal BPJS Kesehatan, tetapi juga harus diadopsi oleh seluruh stakeholder dalam sistem JKN,” jelasnya.

Statistik dan Kolaborasi JKN

Vetty juga menyebutkan bahwa per 1 Juni 2026, jumlah peserta JKN telah mencapai lebih dari 285 juta jiwa, atau lebih dari 98 persen dari total populasi Indonesia. Angka ini menunjukkan keberhasilan program yang telah dijalankan selama beberapa tahun terakhir. “Selain itu, BPJS Kesehatan telah menandatangani kerja sama dengan 23.682 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) serta 3.221 rumah sakit dan klinik utama di seluruh nusantara,” tambahnya.

Kolaborasi dengan berbagai institusi tersebut dianggap penting untuk memastikan keberlanjutan program. BPJS Kesehatan, sebagai penyelenggara utama, berupaya meningkatkan transparansi dan efisiensi layanan kesehatan, sehingga peserta bisa merasakan manfaat secara maksimal. “Dukungan dari seluruh pihak menjadi kunci untuk menjadikan JKN lebih berkualitas dan mampu melayani kebutuhan masyarakat secara merata,” ujarnya.

“Perlu diketahui, per 1 Juni 2026 jumlah kepesertaan JKN mencapai lebih dari 285 juta jiwa, atau lebih dari 98 persen dari seluruh penduduk Indonesia,” tambah Vetty Yulianty Permanasari.

Menurut Vetty, Taman Budaya BPJS Kesehatan merupakan salah satu upaya untuk memperkuat kesadaran kolektif terhadap tata nilai INISIATIF. “Kami berharap taman ini menjadi wadah edukasi yang dapat membangun kesamaan pemahaman dan tujuan antara seluruh pemangku kepentingan,” katanya. Selain itu, taman ini diharapkan menjadi ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat setempat.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, memberikan apresiasi terhadap BPJS Kesehatan atas partisipasinya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Taman Budaya ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya. Robby menekankan bahwa kehadiran taman tersebut tidak hanya mempercantik lingkungan publik, tetapi juga menjadi media untuk menyebarkan nilai-nilai positif yang mendukung Program JKN.

“Nilai-nilai integritas, kolaborasi, pelayanan prima, dan inovatif yang diusung tidak hanya menjadi landasan dalam penyelenggaraan layanan JKN, tetapi juga dapat menjadi semangat bersama dalam membangun masyarakat Minahasa yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” ujar Robby Dondokambey.

Dukungan dari pemerintah daerah dalam penyediaan lokasi di Taman God Bless menjadi bentuk sinergi yang diharapkan bisa ditingkatkan di masa depan. Vetty menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama tersebut, dan menambahkan bahwa taman ini diharapkan bisa menjadi contoh nyata kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan pihak lain. “Selain sebagai tempat edukasi, taman ini juga menjadi simbol keberhasilan bersama dalam mengembangkan sistem kesehatan nasional,” imbuhnya.

Kolaborasi yang terus ditingkatkan diharapkan bisa menciptakan lingkungan kesehatan yang lebih inklusif dan efektif. Vetty menekankan bahwa Program JKN harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, dan bukan hanya layanan yang tersedia saat dibutuhkan. “Dengan menerapkan nilai-nilai INISIATIF secara konsisten, kami percaya kualitas layanan kesehatan akan terus meningkat,” katanya. Ia berharap taman budaya ini menjadi salah satu wadah yang mendorong partisipasi aktif dari masyarakat dalam membangun sistem kesehatan nasional.

Penerapan tata nilai INISIATIF juga diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan BPJS Kesehatan, termasuk dalam pelayanan kepada peserta. “Tata nilai ini menjadi pedoman dalam mengoptimalkan layanan kesehatan, sehingga semua peserta bisa mendapatkan pelayanan yang setara,