Latest Program: BPJS Kesehatan: Realisasi klaim pelayanan JKN di Kepri capai Rp1,74 T

IMG_9152

BPJS Kesehatan: Realisasi Klaim Pelayanan JKN di Kepri Capai Rp1,74 Triliun

Latest Program – Kota Batam, Antara News – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatat bahwa jumlah realisasi pembayaran manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kepulauan Riau (Kepri) selama tahun 2025 mencapai Rp1,74 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan total iuran yang terkumpul, yakni sebesar Rp1,66 triliun. Menurut Jenal M. Sambas, Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Umum, dan Komunikasi Kedeputian Wilayah II BPJS Kesehatan, peningkatan realisasi klaim tersebut menunjukkan efisiensi penggunaan dana iuran oleh masyarakat.

“Penerimaan iuran tahun 2025 sebesar Rp1,66 triliun yang kami bayarkan dalam bentuk manfaat sebesar Rp1,74 triliun. Artinya uang ini betul-betul dimanfaatkan oleh masyarakat. Ini menunjukkan prinsip gotong royong dalam program JKN berjalan,” ujar Jenal di Batam, Kamis.

Menurut Jenal, rasio pembayaran manfaat terhadap penerimaan iuran di Kepri mencapai 104,31 persen. Angka ini menunjukkan bahwa manfaat yang diberikan oleh BPJS Kesehatan melampaui dana yang masuk, mencerminkan tingginya kebutuhan peserta terhadap layanan kesehatan. Dalam menjelaskan konsep gotong royong, dia menekankan bahwa JKN tidak hanya fokus pada jumlah iuran yang dikumpulkan, tetapi pada bagaimana manfaatnya dapat dicapai saat peserta membutuhkan.

Klaim JKN di Kepri Tahun 2026

Dalam periode Januari hingga April 2026, BPJS Kesehatan mencatat realisasi biaya pelayanan kesehatan telah mencapai Rp583 miliar, sementara penerimaan iuran mencapai Rp557 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan kebutuhan peserta JKN di daerah tersebut, terutama terkait dengan pelayanan kesehatan yang lebih sering dimanfaatkan.

“Persalinan memang bukan penyakit, tetapi termasuk layanan yang dijamin dan menjadi salah satu layanan rawat inap dengan jumlah pemanfaatan tertinggi,” ujar Jenal.

Dalam menjelaskan kasus utama yang ditangani, Jenal menyebutkan bahwa di layanan rawat jalan, penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus menjadi penyebab utama penggunaan manfaat JKN. “Kasus terbanyak yang memanfaatkan layanan kesehatan adalah hipertensi dan diabetes melitus. Ini menggambarkan bahwa peserta yang memanfaatkan JKN di fasilitas kesehatan itu banyak untuk penyakit-penyakit yang sifatnya kronis,” katanya.

Sementara di layanan rawat inap, BPJS Kesehatan mencatat persalinan, infeksi, dan penyakit pernapasan sebagai kasus yang paling sering ditanggung. Jenal menjelaskan bahwa persalinan dianggap sebagai bagian dari layanan yang dijamin, meskipun bukan penyakit secara medis. “Kalau bicara gotong royong, kita tidak lagi melihat berapa iuran yang diterima dari masing-masing peserta. Yang penting ketika layanan kesehatan dibutuhkan dan diterima peserta, maka manfaatnya dibayarkan,” ujarnya.

Kepsertaan JKN di Kepri

Hingga 1 Juni 2026, cakupan JKN di Kepri mencapai 97,53 persen atau terdiri dari 2.276.949 peserta dari total populasi 2.334.574 jiwa. Dari jumlah tersebut, 79,88 persen peserta atau sebanyak 1.864.841 orang berstatus aktif. BPJS Kesehatan menargetkan setiap daerah dapat mencapai Universal Health Coverage (UHC), yaitu cakupan kepesertaan minimal 98 persen dan tingkat keaktifan peserta di atas 80 persen.

Di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Batam, yang mencakup Kota Batam dan Kabupaten Karimun, cakupan kepesertaan sebesar 97,09 persen dengan tingkat keaktifan 77,81 persen. Sementara itu, BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang, yang bertugas untuk Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Lingga, Natuna, dan Kepulauan Anambas, mencatatkan cakupan kepesertaan 98,65 persen dan tingkat keaktifan peserta mencapai 85,10 persen. Angka tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar wilayah kerja KC Tanjungpinang telah memenuhi target UHC dari segi cakupan dan keaktifan.

Jenal menambahkan bahwa tingkat keaktifan peserta yang di atas 80 persen di wilayah tertentu membantu mewujudkan keberlanjutan program JKN. “Kita perlu memastikan bahwa layanan kesehatan tetap dapat diakses oleh masyarakat, terutama yang berisiko tinggi seperti penderita penyakit kronis,” jelasnya. Ia juga menyoroti peran pemerintah daerah dalam meningkatkan partisipasi peserta dan memastikan penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai.

Perbandingan Wilayah Kerja BPJS Kesehatan

Berdasarkan data terbaru, BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang dinilai lebih maju dalam mencapai UHC dibandingkan Cabang Batam. Meski begitu, kedua wilayah tersebut masih berupaya untuk meningkatkan kepesertaan dan keaktifan peserta secara simultan. Jenal menyampaikan bahwa realisasi manfaat JKN di Kepri tidak hanya mencerminkan kebutuhan masyarakat, tetapi juga komitmen BPJS Kesehatan dalam menjalankan prinsip gotong royong.

Di sisi lain, peningkatan cakupan kepesertaan yang signifikan di Kepri memberikan dampak positif bagi akses layanan kesehatan. Jenal menegaskan bahwa program JKN bertujuan untuk mengurangi beban biaya kesehatan masyarakat, terutama bagi keluarga yang memiliki anggota dengan kondisi medis serius. “Dengan tingkat keaktifan peserta yang memenuhi target, kita dapat memberikan perlindungan lebih luas kepada masyarakat,” tambahnya.

BPJS Kesehatan terus melakukan evaluasi terhadap penyebaran manfaat JKN di seluruh wilayah kerja. Jenal menekankan pentingnya penggunaan dana iuran secara optimal, sehingga setiap peserta benar-benar merasakan dampak positif dari program tersebut. Selain itu, pengelolaan data kepesertaan yang akurat juga menjadi kunci dalam mengevaluasi kemajuan program JKN.

Angka realisasi klaim JKN di Kepri menunjukkan bahwa program ini tidak hanya mengalami pertumbuhan, tetapi juga mampu memenuhi harapan masyarakat dalam memperoleh perlindungan kesehatan. Jenal berharap, ke depan, semua wilayah dapat mencapai target UHC