Pertamina tambah pasokan LPG 3kg di Bali libur 1 Muharram dan Galungan

IMG-20260616-WA0003

Pertamina Perluas Pasokan LPG 3kg di Bali untuk Antisipasi Libur Tahun Baru Islam dan Galungan

Pertamina tambah pasokan LPG 3kg di Bali –

Denpasar, Bali – Dalam rangka menghadapi lonjakan permintaan selama libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H serta Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pertamina Patra Niaga mengambil langkah untuk menambah pasokan LPG subsidi 3 kilogram. Kebijakan ini bertujuan memastikan ketersediaan bahan bakar gas untuk masyarakat di daerah tersebut. Manager Komunikasi, Relasi dan CSR Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara, Ahad Rahedi, mengungkapkan bahwa kebutuhan tambahan telah dipersiapkan secara terarah untuk mengakomodasi permintaan durasi libur. “Kami telah melakukan antisipasi melalui distribusi tambahan di luar aktivitas normal sehari-hari,” jelas Ahad dalam wawancara di Denpasar, Selasa.

Penyaluran Tambahan untuk Dua Libur Besar

Pertamina mencatat bahwa total penyaluran LPG subsidi 3kg yang ditambahkan mencapai 417.200 tabung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 159.040 tabung atau setara 477 metrik ton disalurkan sebelum hari libur Tahun Baru Islam yang jatuh pada Selasa (16/6). Alokasi ini mencapai 59 persen dari rata-rata konsumsi harian di Bali. Sementara untuk Galungan, yang puncaknya dirayakan pada Rabu (17/6), serta Kuningan pada Sabtu (27/6), tambahan pasokan mencapai 258.160 tabung. Jumlah tersebut mencapai hingga 95 persen dari rata-rata penyaluran harian.

Menurut data yang diberikan, rata-rata penyaluran harian LPG 3kg di Bali pada bulan Juni 2026 mencapai 270.568 tabung. Dengan menambah 417.200 tabung, Pertamina berupaya memenuhi kebutuhan yang meningkat selama periode libur. Hal ini penting karena permintaan bahan bakar gas cenderung naik selama hari raya, terutama di daerah seperti Bali yang memiliki tradisi unik dan kepadatan wisatawan.

Persiapan untuk Stok BBM dan Pengawasan Fasilitas SPBU

Di sisi lain, Pertamina juga melakukan persiapan untuk stok bahan bakar minyak (BBM) sesuai dengan kebutuhan pasar. Manager Ahad Rahedi menyebutkan bahwa perusahaan akan meningkatkan kegiatan penebalan stok, serta melakukan inspeksi intensif terhadap fasilitas SPBU. Inspeksi ini mencakup pengecekan aspek kuantitas dan kualitas BBM, memastikan bahwa distribusi tetap lancar dan memenuhi standar.

Ahad menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu cemas dengan kekurangan stok energi. “Stok dalam kondisi aman dan tercukupi,” imbuhnya. Ia mengimbau agar warga tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan, karena pasokan terus dijaga secara optimal. Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terpancing oleh informasi yang mungkin memicu kepanikan.

“Masyarakat jangan mudah tergoda oleh berita yang belum tentu kebenarannya. Jangan sampai kekhawatiran dianggap sebagai alasan untuk memborong bahan bakar gas secara berlebihan,” kata Ahad Rahedi.

Peran LPG dalam Kehidupan Sehari-Hari di Bali

LPG 3kg subsidi merupakan bagian penting dari kebutuhan masyarakat Bali, terutama untuk keperluan memasak, penerangan, dan sektor rumah tangga. Tabung berwarna hijau diberikan kepada kelompok masyarakat yang kurang mampu, sedangkan tabung merah muda diperuntukkan untuk kelompok ekonomi menengah ke atas. Kebijakan ini diharapkan bisa membantu menyeimbangkan akses energi bagi semua lapisan.

Durasi libur 1 Muharram dan Galungan biasanya menjadi waktu puncak konsumsi LPG, karena masyarakat meningkatkan aktivitas memasak dan penggunaan peralatan rumah tangga. Untuk menghindari kelangkaan, Pertamina menyalurkan tambahan pasokan di lebih dari 100 titik distribusi di Bali. Dengan demikian, kebutuhan selama 10 hari libur dapat terpenuhi tanpa gangguan.

Efek Jangka Panjang dan Manajemen Permintaan

Langkah peningkatan pasokan ini bukan hanya untuk libur 2026, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pertamina dalam mengelola kebutuhan energi di Bali. Manager Ahad Rahedi menegaskan bahwa perusahaan terus memantau permintaan secara berkala, serta siap menyesuaikan distribusi jika diperlukan.

Manajemen permintaan juga menjadi prioritas utama. Selama libur, Pertamina mengoptimalkan sistem distribusi dengan mengerahkan armada khusus dan memperluas jaringan penyimpanan. “Kami ingin memastikan setiap warga Bali dapat mendapatkan LPG secara rata dan tidak terjadi persaingan berlebihan,” jelasnya.

Langkah Preventif untuk Mencegah Kekhawatiran

Di samping penyaluran tambahan, Pertamina juga melakukan kampanye edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran. Ia menekankan bahwa stok LPG cukup aman dan tidak perlu diborong secara berlebihan. “Kami yakin bahwa persediaan memadai, sehingga warga bisa tetap tenang,” tambah Ahad.

Menurutnya, kepanikan akibat informasi yang tidak akurat bisa mengganggu distribusi. Oleh karena itu, Pertamina berupaya memberikan pengumuman yang jelas dan terstruktur, agar masyarakat dapat memahami kondisi stok yang sebenarnya.

Analisis Kebutuhan dan Penyesuaian Kebijakan

Perusahaan juga melakukan analisis terhadap kebutuhan masyarakat selama libur. Dengan memperhatikan tren penggunaan LPG sebelumnya, Pertamina mampu menyesuaikan volume penyaluran. “Kami memanfaatkan data historis untuk memprediksi peningkatan konsumsi, sehingga bisa mengirimkan pasokan secara tepat waktu,” kata Ahad.

Adapun untuk Hari Raya Galungan dan Kuningan, yang memiliki dampak signifikan pada kebutuhan masyarakat, Pertamina memastikan bahwa pengiriman dilakukan sebelum acara dimulai. Ini dilakukan agar tidak ada kekacauan di tengah masyarakat.

Perbandingan Data dan Dampak pada Stok Energi

Menurut data, peningkatan penyaluran LPG selama dua libur besar ini memberikan dampak positif pada pemanfaatan energi. Rata-rata penyaluran harian LPG 3kg sebelumnya mencapai 270.568 tabung, dan dengan tambahan 417.200 tabung, pasokan bisa