Korea Selatan bangkit kalahkan Ceko 2-1 pada laga pembuka Grup A
Korea Selatan Bangkit dan Kalahkan Ceko 2-1 di Laga Pembuka Grup A
Korea Selatan bangkit kalahkan Ceko 2 1 – Di bawah langit Guadalajara, Meksiko, timnas Korea Selatan mengukir kemenangan pertama mereka di Piala Dunia 2026 dengan mengalahkan Republik Ceko 2-1 dalam pertandingan pembuka Grup A, Jumat WIB. Hasil ini menjadi awal yang positif bagi skuad asuhan Hong Myung-bo, yang mampu bangkit dari ketertinggalan untuk meraih kemenangan berharga di Estadio Guadalajara.
Permainan Berjalan Tegang di Babak Pertama
Sejak awal pertandingan, Korea Selatan menunjukkan intensitas tinggi dalam menyerang. Son Heung-min hampir mencetak gol setelah menerima umpan dari Lee Jae-sung di dalam kotak penalti, namun tendukan pemain Tottenham Hotspur itu masih mampu diblok kiper Ceko, Matej Kovar, dan hanya menghasilkan sepak pojok. Tekanan timnas Korea Selatan berlanjut saat Lee Kang-in menciptakan peluang emas di depan gawang, tetapi bola masih mampu ditangkal Kovar.
Korea Selatan terus menguasai bola, dengan Son Heung-min menjadi ancaman utama. Pemain kapten itu beberapa kali mengancam pertahanan Ceko, termasuk tembakan dari depan kotak penalti yang melambung di udara, lalu percobaan dari sisi kanan yang sempat mengarah ke gawang tetapi melebar tipis. Di sisi lain, Ceko mencoba merespons dengan serangan balik, terutama melalui bola mati. Meski demikian, upaya Patrik Schick dan rekan-rekan tidak cukup mengubah kedudukan hingga babak pertama berakhir dengan skor 0-0.
Kejutan di Menit ke-59
Dalam babak kedua, suasana di lapangan berubah drastis. Ceko mencetak gol pada menit ke-59 melalui sundulan Ladislav Krejci, yang menerima umpan silang dari Vladimir Coufal. Gol ini memicu kekecewaan di kalangan suporter Korea Selatan, tetapi mereka segera bangkit. Pada menit ke-67, Hwang In-beom memperoleh peluang setelah menerima umpan dari Lee Kang-in, lalu melepaskan tembakan yang mengarah ke gawang. Kiper Ceko Kovar gagal mengamankan bola, sehingga skor berubah menjadi 1-1.
Usaha Ceko untuk mengejar ketertinggalan terus berlanjut. Mereka menciptakan peluang bagus melalui tendangan bebas Michal Sadilek, yang diarahkan ke Tomas Soucek. Sundulan pemain AS Roma itu hampir membawa keunggulan, tetapi wasit menilai Soucek berada dalam posisi offside. Keputusan tersebut menimbulkan protes dari tim Ceko, namun Korea Selatan tetap menahan tekanan. Pemain muda Hwang In-beom kembali menjadi pelaku perubahan skor, memastikan timnya unggul 2-1 di menit ke-80.
Kemenangan Berharga dengan Penampilan Konsisten
Kemenangan ini terasa lebih berarti setelah Korea Selatan menunjukkan ketangguhan mental. Hwang In-beom dan Oh Hyeon-gyu menjadi penyelamat tim, dengan umpan silang dari sisi kanan yang diselesaikan Oh Hyeon-gyu dengan akurat. Ceko berusaha mengejar ketertinggalan di masa tambahan waktu, tetapi Kim Seung-gyu kembali menunjukkan kemampuan pengawalannya. Pemain andalan Korea Selatan itu mengamankan tendangan Sadilek, memastikan kemenangan 2-1 tercapai.
Korean Selatan tampil dominan sepanjang pertandingan, dengan Son Heung-min dan Lee Jae-sung menjadi pilar serangan. Meski sempat tertinggal, mereka mampu mengubah arah permainan melalui kerja sama tim dan ketangguhan di lini belakang. Kim Seung-gyu juga berperan penting sebagai penjaga gawang, dengan dua penyelamatan krusial di akhir pertandingan.
Daftar Pemain dan Substitusi
Di bawah penonton yang memadati Estadio Guadalajara, daftar pemain kedua tim tercatat sebagai berikut:
Korea Selatan: Kim Seung-gyu (kiper), Lee Han-beom, Kim Min-jae, Lee Tae-seok, Seol Young-woo, Lee Gi-hyuk, Hwang In-beom, Paik Seung-ho, Lee Jae-sung, Lee Kang-in, Son Heung-min, Oh Hyeon-gyu (pemain pengganti).
Ceko: Matej Kovar (kiper), Robin Hranac, Vladimir Coufal, Stepan Chaloupek, Ladislav Krejci, Jaroslav Zeleny, Lukas Provod, Tomas Soucek, Alexandr Sojka, Patrik Schick, Adam Hlozek (pemain pengganti).
Kemenangan ini memberi dorongan positif bagi Korea Selatan, yang akan melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Sementara itu, Ceko harus menerima kenyataan bahwa performa mereka tidak cukup stabil untuk menghadapi tim yang memperlihatkan keberanian dan ketajaman di lapangan.
