New Policy: MSC: Konsumen berperan penting menjaga keberlanjutan perikanan
MSC: Konsumen Jadi Pilar Utama dalam Mempertahankan Perikanan Berkelanjutan
New Policy – Dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia 2026, organisasi nirlaba global Marine Stewardship Council (MSC) menggarisbawahi bahwa peran konsumen sangat vital dalam menjaga keberlanjutan sumber daya ikan. Usmawati Anggita, seorang profesional komunikasi senior dari MSC Indonesia, mengatakan bahwa keputusan pembelian masyarakat sehari-hari bisa menjadi alat untuk mendorong perubahan positif di sektor perikanan. Ia menegaskan bahwa konsumen yang memilih produk seafood dari sumber yang dikelola secara bertanggung jawab secara tidak langsung mengampanyekan praktik perikanan yang ramah lingkungan.
MSC Indonesia menggandeng mitra strategis untuk menyebarkan kesadaran mengenai pentingnya konsumsi ikan yang berkelanjutan. Kegiatan seperti Tuna Cutting Show dengan Ranch Market, serta talkshow dan demonstrasi memasak bersama IKEA Food Indonesia, menjadi sarana untuk menjelaskan dampak keputusan konsumen terhadap ekosistem laut. Anggita menekankan bahwa keberlanjutan perikanan bukan hanya tanggung jawab nelayan, tetapi juga tergantung pada tindakan konsumen yang bijak.
“Setiap produk seafood memiliki cerita di baliknya. Ketika konsumen memilih produk ikan yang dilabeli MSC, mereka turut serta menjamin praktik perikanan yang sudah memenuhi standar keberlanjutan yang ketat untuk menjaga kesehatan stok ikan, meminimalkan dampak terhadap ekosistem laut, serta memastikan sumber daya tersebut tetap tersedia bagi generasi mendatang,” kata Anggita.
Kebutuhan Pemahaman yang Lebih Mendalam
Selama ini, masyarakat masih kurang memahami cara mengelola perikanan secara berkelanjutan. Survei global yang dilakukan MSC bekerja sama dengan GlobeScan, yang melibatkan lebih dari 31.000 responden di 23 negara, menunjukkan bahwa 35 persen orang percaya populasi ikan tidak akan pernah pulih dari penangkapan berlebih, sementara 26 persen lainnya ragu-ragu. Hasil ini menjadi dasar untuk menekankan pentingnya pendidikan dan kesadaran mengenai keberlanjutan.
MSC berharap dengan meningkatkan pemahaman publik, konsumen bisa memilih produk seafood yang tidak hanya lezat, tetapi juga ramah lingkungan. Ketersediaan produk berkelanjutan di Indonesia semakin meningkat, menunjukkan bahwa pelaku usaha mulai merespons kebutuhan pasar yang lebih beretika. Dengan demikian, keputusan pembelian menjadi penentu utama dalam mendukung praktik perikanan yang sehat dan berkelanjutan.
Bukti Sukses dari Praktik yang Disiplin
MSC juga memberikan contoh nyata bahwa perikanan berkelanjutan mungkin dicapai melalui kebijakan yang tepat. Salah satu kasus sukses adalah perikanan sarden Iberia, yang dikelola oleh nelayan di Portugal dan Spanyol. Dengan menerapkan rencana pengelolaan yang efektif, populasi sarden pada tahun 2025 mencapai hampir empat kali lipat dibandingkan satu dekade sebelumnya. Ini membuktikan bahwa konsistensi dalam pengelolaan berbasis sains bisa mengembalikan kehidupan ekosistem laut.
Kasus serupa juga terjadi pada tuna sirip biru Atlantik Timur, yang sempat mengalami kekurangan stok pada akhir abad ke-20. Namun, berkat upaya kolaboratif dari berbagai negara dan komitmen jangka panjang, stok tuna tersebut kini mencapai tingkat tertinggi sejak 1960-an. Anggita menyoroti bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari peran konsumen yang memilih produk yang berasal dari sumber yang dikelola baik.
“Kerja sama kami dengan berbagai perikanan di seluruh dunia menunjukkan bahwa meskipun tantangan yang dihadapi sangat besar, pemulihan tetap mungkin terjadi. Dengan pengelolaan berbasis sains, kolaborasi yang kuat, dan komitmen jangka panjang, sumber daya laut dapat dikelola secara berkelanjutan,” ujar Rupert Howes, Chief Executive MSC.
Peran Konsumen dalam Memperkuat Konservasi
Dalam konteks ini, MSC menekankan bahwa keputusan pembelian konsumen menjadi katalis perubahan. Setiap kali seseorang memilih ikan yang terlabel MSC, ia secara langsung memberikan dukungan bagi perikanan yang memenuhi standar ketat. Ini bukan hanya tentang keberlanjutan lingkungan, tetapi juga tentang kesejahteraan masyarakat pesisir dan masa depan generasi berikutnya.
Untuk memperkuat upaya ini, MSC Indonesia melakukan berbagai kegiatan edukasi. Salah satu caranya adalah melalui kampanye Hari Laut Sedunia 2026, yang menargetkan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai dampak konsumsi ikan. Dengan partisipasi aktif dari berbagai pihak, kesadaran akan keberlanjutan perikanan bisa terus tumbuh, sehingga membentuk kebiasaan konsumsi yang lebih berkelanjutan.
MSC juga menjelaskan bahwa keberlanjutan perikanan berarti memastikan stok ikan tidak habis secara berlebihan. Laporan terbaru mereka, bertajuk “Fishing for the Future,” menunjukkan bahwa dengan pengelolaan berbasis data ilmiah, stok ikan bisa pulih dan terus bertahan. Ini menegaskan bahwa keberlanjutan bukan hanya impian, tetapi juga realitas yang bisa dicapai.
Upaya Bersama untuk Menjaga Ekosistem Laut
MSC berharap bahwa semakin banyak konsumen yang memahami nilai produk berkelanjutan, semakin besar pula dampaknya terhadap perikanan. Dengan mendukung produk seafood yang diproduksi secara bertanggung jawab, konsumen secara tidak langsung membantu mencegah kehancuran sumber daya laut. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan konservasi laut tidak hanya bergantung pada pemerintah atau perusahaan, tetapi juga pada partisipasi aktif publik.
Salah satu tantangan utama adalah masyarakat masih menganggap laut sebagai sumber daya yang tak terbatas. Kebiasaan memilih ikan yang tidak terdokumentasi bisa mengakibatkan penangkapan berlebihan, mengurangi populasi spesies tertentu, dan merusak keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, MSC menekankan bahwa setiap konsumen harus menjadi bagian dari solusi, dengan memilih produk yang berasal dari perikanan yang terkelola baik.
Kampanye Hari Laut Sedunia 2026 tidak hanya fokus pada peningkatan kesadaran, tetapi juga pada aksi nyata. MSC Indonesia menggandeng berbagai mitra untuk memastikan informasi yang akurat mencapai konsumen. Misalnya, melalui Tuna Cutting Show, masyarakat diberikan gambaran konkret bagaimana produk seafood berkelanjutan bisa dihasilkan. Selain itu, talkshow dan demonstrasi memasak menunjukkan bahwa ikan berkelanjutan tidak hanya sehat secara lingkungan, tetapi juga lezat dalam rasa.
Usmawati Anggita menambahkan bahwa keberlanjutan perikanan adalah respons terhadap perhatian masyarakat yang semakin meningkat terhadap kesehatan lingkungan. Dengan memilih produk yang memiliki label MSC, konsumen tidak hanya memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan sumber daya laut. Ini menciptakan siklus positif di mana kebijakan pengelolaan perikanan semakin baik, dan konsumen semakin memahami manfaatnya.
MSC juga menyoroti bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga stok ikan, tetapi juga tentang menjaga keanekaragaman hayati laut. Banyak spesies ikan yang terancam punah karena penangkapan yang tidak terkontrol. Dengan mengampanyekan produk berkelanjutan, konsumen bisa mengurangi tekanan pada spesies langka, sehingga membantu menjaga keber
