Usai perawatan intensif – kedua korban peluru nyasar di UNP pulih

a07f8233-44fe-4f57-bdb2-4818282e28ac-0

Usai Perawatan Intensif, Kedua Korban Peluru Nyasar di UNP Mulai Pulih

Usai perawatan intensif – Kampus Universitas Negeri Padang (UNP) menjadi tempat kejadian peristiwa yang menggemparkan, setelah dua individu terkena peluru nyasar pada Selasa (2/6) sore. Keduanya, yakni Guruh Guwino dan Nova Wirasakti, menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama lebih dari 24 jam dan kini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa dan dosen, terutama terkait keselamatan di area kampus yang sehari-hari ramai oleh aktivitas belajar mengajar.

Menurut sumber yang diberitakan, peluru tersebut mungkin berasal dari tembakan di sekitar kawasan kampus. Meski belum diketahui pasti sumbernya, kejadian ini memicu seruan untuk meningkatkan pengawasan di area tersebut. Kedua korban, yang merupakan anggota masyarakat umum, mengalami luka ringan hingga sedang dan berhasil dikeluarkan dari rumah sakit setelah menjalani serangkaian pemeriksaan medis. Pihak rumah sakit menyatakan bahwa kondisi mereka stabil dan mulai membaik setelah mendapatkan perawatan yang terus menerus.

Korban Tidak Mendengar Bunyi Tembakan Saat Terkena Peluru

Salah satu korban, Guruh Guwino, mengungkapkan bahwa saat insiden terjadi, ia tidak mendengar bunyi tembakan sama sekali. “Saya sedang berjalan di trotoar untuk kembali ke tempat duduk, tiba-tiba saja terkena peluru. Saya tidak tahu dari mana peluru itu datang, tapi kejadian terjadi sangat cepat,” katanya dalam pernyataan resmi kepada awak media. Pernyataan ini memberi gambaran bahwa korban tidak menyadari kejadian sebelum peluru mengenai tubuhnya.

“Kalau ada suara tembakan, pasti saya langsung berhenti. Tapi karena tidak terdengar bunyi apapun, saya tidak menyadari bahwa ada yang menembak,” tambah Guruh.

Berdasarkan pengakuan Guruh, kejadian terjadi saat ia dan Nova sedang menyeberang jalan di sekitar kampus. Keduanya tidak menyadari ada kejadian tembakan hingga rasa sakit menghampiri. Nova Wirasakti, yang juga terkena peluru, mengatakan bahwa dirinya terkejut saat mendapati luka di tubuhnya. Meski demikian, keduanya tidak mengalami komplikasi serius dan dalam waktu beberapa hari diperkirakan sudah bisa kembali beraktivitas normal.

Penyelidikan Polisi Masih Berlangsung

Pihak kepolisian setempat sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber peluru nyasar tersebut. Beberapa saksi di sekitar kampus dimintai keterangan, termasuk rekan-rekan yang menyaksikan kejadian dan warga sekitar yang juga menjadi korban. Petugas menemukan bekas tembakan di sekitar lokasi, tetapi belum menemukan sumber pasti. “Kami masih mengumpulkan bukti untuk mengetahui dari mana peluru itu berasal,” jelas Kepala Satuan Polisi Lalulintas setempat.

Kampus UNP, yang terletak di Jalan Prof. Hamzah Buas, menjadi saksi bisu kejadian yang menimbulkan kecemasan di kalangan mahasiswa. Sejumlah rekan korban mengatakan bahwa area tersebut sering dipakai oleh kendaraan dan mungkin ada yang menembak secara tidak sengaja. “Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi, terutama saat para mahasiswa sedang berkumpul,” kata salah satu mahasiswa yang enggan menyebutkan nama.

Kondisi Korban dan Respons dari Pihak Kampus

Peluru yang mengenai korban kemungkinan berasal dari arah jalan raya, karena lokasi kejadian berada di dekat jembatan yang menghubungkan dua bagian kampus. Dua korban tersebut segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk diberi perawatan. Di sana, mereka menerima penanganan medis yang intensif, termasuk pemeriksaan radiologi dan terapi untuk mempercepat proses penyembuhan. Kondisi keduanya terus dipantau oleh tim medis, dan hasilnya menunjukkan bahwa luka mereka tidak mengancam nyawa.

Universitas Negeri Padang juga merespons kejadian ini dengan memperketat pengawasan di area yang rawan. Rektorat mengeluarkan pernyataan bahwa mereka sedang bekerja sama dengan kepolisian untuk mengidentifikasi penyebab kejadian tersebut. “Kampus menjadi tempat belajar dan berkreasi, tetapi kita tidak bisa memastikan bahwa tidak ada risiko dari luar,” ujar salah satu staf kampus. Selain itu, pihak universitas juga menawarkan bantuan psikologis kepada korban dan keluarga mereka.

Kejadian ini menimbulkan berbagai diskusi di media sosial. Banyak warganet membagikan informasi dan meme yang menyampaikan kekhawatiran terhadap keselamatan di kawasan kampus. Ada pula yang mengusulkan untuk menginstal perangkat pendengar tembakan di sekitar kampus. Meski demikian, tidak ada kepastian apakah rencana tersebut akan dijalankan atau tidak.

Secara keseluruhan, kejadian peluru nyasar ini menjadi peringatan bagi seluruh warga kampus dan sekitarnya. Meski tidak ada korban jiwa, luka yang diderita kedua korban menunjukkan bahwa insiden seperti ini bisa terjadi di mana saja. Kepolisian berkomitmen untuk memastikan penyebab peluru nyasar tersebut diketahui secara pasti, sehingga langkah-langkah pencegahan bisa diambil.

Menurut sumber yang mengetahui situasi, kejadian ini terjadi di dekat area parkir yang sering dilalui oleh kendaraan bermotor. Karena kecepatan kendaraan, peluru nyasar itu mungkin melesat dan mengenai korban secara tidak sengaja. “Ada kemungkinan terjadi kesalahan pengarah tembakan, terutama saat lalu lintas sedang padat,” tambah sumber tersebut.

Di sisi lain, keduanya menyatakan bahwa mereka merasa bersyukur atas dukungan dari rekan-rekan dan pihak kampus. “Saya berterima kasih pada semua pihak yang membantu saya sembuh. Tanpa perawatan yang intensif, mungkin saya tidak bisa pulih seperti sekarang,” kata Nova. Kepulihan mereka menjadi harapan baru bagi banyak orang yang khawatir akan kejadian serupa di masa depan.

Sementara itu, petugas kepolisian masih menelusuri kemungkinan adanya kesalahan dalam penggunaan senjata oleh pihak tertentu. Mereka juga memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar area kejadian. “Kami akan memastikan bahwa kejadian ini tidak hanya akibat dari tembakan kecil, tapi juga bisa menemukan pelaku yang mungkin terlibat,” jelas petugas tersebut. Semua upaya ini dilakukan untuk