Polisi: 90 ribu kendaraan masuki Kota Bandung jelang libur panjang

c0bae45e-609d-4899-af53-f048d6dec0db-0

Polisi: 90 ribu kendaraan masuki Kota Bandung jelang libur panjang

Polisi – Kota Bandung menjadi salah satu destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan selama libur panjang. Meningkatnya jumlah pengendara yang masuk ke wilayah ini berdampak pada kondisi lalu lintas, terutama menjelang Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE), yang diperingati pada 31 Mei 2026. Kepolisian Resor Kota Bandung mencatat adanya peningkatan signifikan dalam jumlah kendaraan yang memasuki kota tersebut, mencapai sekitar 90.000 unit. Angka ini diungkapkan oleh Kasubbag Renaksi Polrestabes Bandung, AKBP Hudi Arif, dalam wawancara yang dilakukan di Bandung, Jumat.

Peningkatan Arus Lalu Lintas dan Titik Kepadatan

Kasatlantas Polrestabes Bandung, AKBP Hudi Arif, menambahkan bahwa arus kendaraan yang masuk lebih besar dibandingkan jumlah yang keluar, sehingga menyebabkan kepadatan lalu lintas di sejumlah titik. “Kendaraan yang masuk ke Kota Bandung hari ini mencapai sekitar 90 ribu, baik sepeda motor maupun mobil,” jelas Hudi. Ia menekankan bahwa angka tersebut menunjukkan dinamika pergerakan kendaraan selama periode libur, yang diprediksi terus bertambah hingga hari Minggu.

Menurut Hudi, kepadatan lalu lintas biasanya terjadi di akses masuk dan keluar gerbang tol. Area-area seperti GT Pasteur, Buahbatu, Moh Toha, dan Summarecon menjadi fokus perhatian karena sering menjadi titik kumpul pengendara. “Kita perlu mengantisipasi kemacetan di daerah-daerah tersebut karena merupakan jalur utama bagi warga luar daerah yang ingin berkunjung ke Bandung,” katanya. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar pengendara yang masuk ke kota menggunakan jalur tol, yang menjadi sarana transportasi utama akibat kemacetan di jalan umum.

Peningkatan volume kendaraan juga diperkirakan terjadi di kawasan pusat perbelanjaan dan jalur wisata. Untuk mengatasi hal ini, polisi telah menempatkan personel di beberapa titik kritis. “Kami melakukan pengawasan lebih ketat di daerah-daerah seperti pusat perbelanjaan besar dan jalur yang menuju lokasi wisata,” tutur Hudi. Contoh titik yang diperkirakan mengalami kepadatan meliputi simpang lampu merah di Ledeng dan daerah Dago. Daerah-daerah ini sering menjadi sasaran wisatawan yang ingin menjelajah kota sekaligus menghabiskan waktu liburan.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan selama berkendara,” ujarnya.

Menurut Hudi, kepadatan lalu lintas bukan hanya terjadi di jalur tol, tetapi juga di beberapa tempat yang menjadi pusat aktivitas selama libur. “Selain itu, kami memperkirakan adanya peningkatan jumlah kendaraan di sekitar tempat-tempat hiburan, restoran, dan pusat belanja, karena banyak orang yang memanfaatkan libur untuk berwisata bersama keluarga,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa persiapan ini dilakukan sejak beberapa hari sebelum tanggal libur, dengan mengupayakan pengelolaan arus lalu lintas secara optimal.

Strategi Pemeliharaan Keberlanjutan dan Kesiapan

Dalam menghadapi kepadatan lalu lintas, Kepolisian Kota Bandung telah melakukan beberapa langkah strategis. Pertama, mereka meningkatkan jumlah petugas di jalur utama untuk memantau kondisi secara real-time. Kedua, polisi juga berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti operator transportasi umum, untuk menjamin ketersediaan armada yang memadai. “Kami ingin memastikan bahwa rute alternatif tetap terbuka dan terkelola dengan baik agar tidak terjadi kekacauan,” kata Hudi.

Menurutnya, selain memperhatikan volume kendaraan, polisi juga memantau kondisi infrastruktur jalan dan persiapan alat transportasi. “Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap keadaan jalan dan menyediakan fasilitas bantuan seperti titik pengisian bahan bakar dan tempat istirahat di sepanjang jalur,” ujarnya. Hudi menekankan pentingnya keberlanjutan dan keselamatan dalam setiap perjalanan, baik untuk warga lokal maupun pengunjung.

Libur panjang ini berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di Kota Bandung, terutama di sektor pariwisata dan perdagangan. Hudi menyebut bahwa wisatawan yang datang dari luar daerah cenderung lebih mengutamakan transportasi yang cepat dan efisien, sehingga jalur tol menjadi pilihan utama. “Namun, kita tetap harus memastikan bahwa kepadatan tidak mengganggu kegiatan masyarakat sehari-hari,” katanya.

Peningkatan volume kendaraan juga berdampak pada kebutuhan parkir di berbagai titik. Polrestabes Bandung mengatakan bahwa mereka telah berupaya memperluas akses parkir dan mendorong penggunaan transportasi umum. “Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan angkutan umum agar mengurangi beban di jalan raya,” imbuh Hudi. Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar pusat kota, terutama saat jam sibuk seperti pagi hari atau sore hari.

Dalam persiapan libur panjang, polisi melakukan simulasi untuk memperkirakan pola arus lalu lintas. “Simulasi ini membantu kami mengidentifikasi area-area yang rawan kemacetan dan menyiapkan rencana pengalihan arus,” jelas Hudi. Selain itu, ia juga menyebut bahwa penggunaan teknologi seperti kamera pemantau dan aplikasi pelacak kendaraan menjadi bagian dari upaya mengelola lalu lintas secara lebih efektif.

Waisak Day, yang merupakan hari besar dalam agama Buddha, sering dijadikan ajang liburan oleh banyak orang di Indonesia. Bandung, dengan panorama alam yang indah dan berbagai tempat wisata, menjadi tempat yang diminati. Hudi berharap dengan adanya antisipasi dan pengelolaan yang baik, kepadatan lalu lintas tidak mengganggu pengalaman wisatawan selama kunjungan. “Kami juga siap memberikan bantuan jika terjadi kecelakaan atau hambatan di jalan,” pungkasnya.