Gubernur minta 142 calon haji Papua Barat jaga nama baik bangsa-daerah
Gubernur Mintai 142 Calon Haji Papua Barat Jaga Nama Baik Bangsa dan Daerah
Gubernur minta 142 calon haji Papua – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, memberikan pesan penting kepada 142 calon haji dari provinsi tersebut agar selalu menjaga nama baik bangsa dan daerah selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci, Arab Saudi. Ia menekankan bahwa para jamaah menjadi representasi masyarakat Papua Barat di tingkat internasional, sehingga wajib menjunjung tinggi disiplin, kepatuhan terhadap aturan, serta sikap santun dalam berinteraksi. "Mereka harus menjaga sikap, ketertiban, dan martabat Indonesia selama berada di sana," tutur Dominggus saat melepas kloter 25 dan 26 di Manokwari, Rabu.
Pesan untuk Kepatuhan dan Kekhusyukan
Dalam pidatonya, Gubernur Papua Barat mengingatkan 142 calon haji untuk meningkatkan kekhusyukan dalam melaksanakan ibadah haji dengan niat yang tulus. Selain itu, ia juga meminta jamaah memperhatikan kesehatan diri dan menjaga komunikasi yang baik dengan petugas kloter, tenaga medis, serta tim haji daerah. "Semoga seluruh jamaah diberi kekuatan lahir dan batin, serta kesehatan yang prima selama menjalani perjalanan ibadah haji," tambahnya.
Pembinaan ketaatan kepada aturan haji menjadi prioritas utama, terutama dalam menghadapi lingkungan yang berbeda dari kondisi di Indonesia. Para jamaah diwajibkan mematuhi protokol kesehatan, menjaga kebersihan, serta menghindari tindakan yang bisa merusak citra daerah. Gubernur juga menekankan pentingnya kerja sama antara jamaah dan petugas dalam menjaga ketertiban di berbagai tempat ibadah, seperti Masjidil Haram dan Arafat.
Proses Pemberangkatan dan Persiapan
Pemberangkatan 142 calon haji Papua Barat akan dimulai pada 7 dan 8 Mei 2026 ke Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan. Jamaah akan menginap di asrama haji selama beberapa hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi. Menurut Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Papua Barat, H Aziz Hegemur, jamaah dari berbagai kabupaten seperti Manokwari, Fakfak, Kaimana, Teluk Bintuni, Manokwari Selatan, dan Teluk Wondama telah dipersiapkan secara matang.
Kloter 25 dan 26 terdiri dari total 142 calon haji yang terdiri dari 88 orang dari Manokwari, 17 dari Fakfak, 16 dari Kaimana, 16 dari Teluk Bintuni, 3 dari Manokwari Selatan, serta 2 dari Teluk Wondama. Aziz menjelaskan bahwa jamaah termuda dalam kloter ini berusia 17 tahun dari Kabupaten Teluk Bintuni, sementara jamaah tertua mencapai usia 80 tahun. Pihaknya juga menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan telah dilakukan secara ketat untuk memastikan semua jamaah layak mengikuti ibadah haji.
Sebelum berangkat, Gubernur meminta jamaah terus menjaga kebugaran fisik dan mental. Ini menjadi bagian dari persiapan terpadu yang dilakukan pemerintah daerah bersama dengan Kementerian Haji dan Umrah. Selain itu, jamaah diingatkan untuk mengenali lingkungan sekitar dan memperkuat sikap persatuan sebagai bentuk kebanggaan bagi bangsa Indonesia.
“Kita harapkan 142 calon haji Papua Barat menjadi teladan dalam menjalankan ibadah haji, sehingga masyarakat internasional bisa lebih mengenal budaya dan kepercayaan kita,” tutur Aziz.
Peningkatan Minat dan Ketersediaan Slot
Minat masyarakat Papua Barat untuk menunaikan ibadah haji tetap tinggi, terlihat dari jumlah daftar tunggu mencapai 5.533 orang. Rata-rata masa tunggu untuk mendapatkan slot haji mencapai sekitar 22 tahun. Gubernur menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya mengoptimalkan alokasi kuota haji agar lebih merata di seluruh wilayah. “Insya Allah, semua calon haji sudah menyelesaikan biaya perjalanan ibadah haji,” tambahnya.
Dengan adanya 142 calon haji yang diberangkatkan, pemerintah provinsi memperkuat komitmen dalam menjaga citra dan keharmonisan masyarakat Papua Barat di tingkat global. Kepatuhan terhadap aturan dan kebersamaan di tengah jamaah juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberhasilan program haji tahun ini.
