Latest Program: Regulasi di pasar digital bisa kembangkan pertumbuhan UMKM daerah

Regulasi di pasar digital bisa kembangkan pertumbuhan UMKM daerah

Latest Program –

Dalam era transformasi digital yang semakin cepat, sektor usaha kecil dan menengah (UMKM) di berbagai daerah menghadapi tantangan besar dalam membangun keberlanjutan bisnis. Untuk mengatasi hal ini, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperhatikan peran regulasi sebagai alat pengaturan biaya di platform digital. Yuana Rochma Astuti, Direktur Konten Digital Kemenekraf, mengungkapkan bahwa kebijakan ini harus menjadi bagian integral dari strategi memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, terutama di daerah-daerah yang belum merata dalam akses teknologi. “Regulasi ini bukan hanya bertujuan menyesuaikan biaya, tetapi juga menjadi sarana pemerataan untuk memastikan pelaku ekraf dari wilayah terpencil memiliki kesempatan tumbuh yang sama dengan perusahaan besar,” jelas Yuana dalam pernyataan resmi yang diterima pada Rabu.

Pola biaya di platform digital masih menghambat UMKM

Kebijakan regulasi biaya di pasar digital dianggap penting karena saat ini banyak pelaku UMKM mengalami tekanan dari struktur biaya yang tidak transparan. Yuana menyoroti bahwa kenaikan biaya di sejumlah platform digital terus meningkat, meski tidak selalu disertai penjelasan yang jelas. Hal ini berdampak langsung pada margin keuntungan bisnis, yang secara nyata menggerus daya saing UMKM, terutama yang berasal dari daerah dengan sumber daya terbatas. Jika tidak segera diatasi, situasi ini berpotensi mengurangi peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian lokal.

Regulasi harus mencakup aspek kesetaraan

Yuana menekankan bahwa regulasi tidak cukup hanya fokus pada pengaturan biaya, tetapi juga harus mencakup keadilan dalam proses promosi dan keterbukaan akses ke pasar. “Kebijakan ini harus memastikan bahwa pelaku usaha kecil tidak hanya diatur dari sisi biaya, tetapi juga diberikan peluang yang sama dalam membangun merek dan menjual produk secara online,” ujarnya dalam blok kutipan. Menurut Yuana, kebijakan yang lebih tegas diperlukan agar platform digital tidak menjadi ruang dominasi bagi perusahaan besar, sementara UMKM lokal kesulitan membangun keberadaan mereka.

“Regulasi ini dapat menjadi titik balik dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih adil dan berkelanjutan bagi pelaku ekraf. Namun, tanpa keberanian dalam implementasi, dampaknya akan sangat terbatas,” katanya.

Yuana juga menyebutkan bahwa kebijakan ini harus melibatkan pendekatan afirmatif, seperti memberikan ruang bagi usaha yang belum memiliki toko fisik atau konter di pusat perbelanjaan. Ia mencontohkan bahwa regulasi biaya bisa dimanfaatkan untuk membuka akses ke etalase digital, yang menjadi jembatan bagi UMKM daerah untuk menjangkau pasar yang lebih luas. “Dengan adanya pengaturan yang terpadu, pelaku usaha kecil tidak hanya menjadi penjual, tetapi juga bagian dari rantai nilai ekonomi kreatif secara keseluruhan,” tambah Yuana.

Pendekatan terpadu untuk memperkuat daya saing UMKM

Kebijakan pengaturan biaya di platform digital harus dirancang secara holistik, menurut Yuana. Selain transparansi struktur biaya, ia mengusulkan adanya sistem promosi yang tidak memihak, sehingga UMKM daerah bisa bersaing secara seimbang. “Kita perlu menciptakan level playing field yang adil, baik bagi pelaku baru maupun yang sudah mapan, agar tidak ada yang tertinggal dalam perjalanan transformasi digital,” jelas Yuana. Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan dan literasi digital, yang akan memperkuat kepercayaan mereka terhadap teknologi.

Menurut Yuana, jika regulasi ini tidak didukung oleh upaya pemberdayaan, maka hanya akan menjadi aturan yang formal, tanpa dampak nyata. “Program seperti Emak-Emak Matic dan Gen Matic merupakan upaya konkret untuk meningkatkan kemampuan UMKM menghadapi persaingan di dunia digital,” kata Yuana. Keduanya memiliki fokus pada pelatihan literasi teknologi, keterampilan pengelolaan media sosial, dan penguasaan platform e-commerce. Dengan ini, UMKM tidak hanya bisa membangun toko online, tetapi juga menjadi afiliator yang berperan aktif dalam ekosistem ekonomi kreatif.

Transparansi biaya dan pengawasan berkelanjutan

Kebijakan regulasi biaya di pasar digital perlu diiringi transparansi yang jelas agar para pelaku usaha bisa memahami struktur pengeluaran mereka secara langsung. Yuana menjelaskan bahwa tidak adanya pengawasan berkala berisiko membuat regulasi ini menjadi beban tambahan bagi UMKM, seperti pengalihan biaya ke sektor lain atau pengurangan layanan yang tidak seimbang. “Pemerintah harus memastikan bahwa regulasi ini tidak hanya mengatur biaya, tetapi juga memberikan peluang yang lebih baik untuk pertumbuhan,” katanya.

Yuana juga menekankan bahwa keberlanjutan UMKM di pasar digital bergantung pada konsistensi penerapan kebijakan. “Jika hanya dianggap sebagai kebijakan sekadar formal, maka tidak akan ada perubahan signifikan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa regulasi yang baik harus bisa menyesuaikan kebutuhan pelaku usaha kecil, terutama mereka yang belum memiliki infrastruktur teknis lengkap. Hal ini penting agar UMKM daerah tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara dinamis.

Peran Kemenekraf dalam mendorong transformasi digital

Kemenekraf menunjukkan komitmen dalam memastikan UMKM bisa menyesuaikan diri dengan tuntutan pasar digital. Selain program Emak-Emak Matic dan Gen Matic, kementerian ini juga menyediakan pelatihan keterampilan digital, bimbingan teknis, dan akses ke sumber daya yang dibutuhkan. “Program ini bertujuan membentuk ekosistem digital yang lebih inklusif, sehingga UMKM daerah bisa berpartisipasi secara aktif dan terus berkembang,” kata Yuana.

Dengan adanya regulasi dan program pemberdayaan yang terpadu, Yuana yakin UMKM daerah bisa menemukan ruang tumbuh yang lebih luas di pasar digital. “Ini adalah langkah penting dalam memperkuat ekonomi kreatif sebagai bagian dari perekonomian nasional,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa transparansi dan keadilan dalam sistem digital harus menjadi prioritas, agar pertumbuhan UMKM tidak hanya bergantung pada keberuntungan, tetapi juga pada kebijakan yang strategis.

Implikasi jangka panjang jika regulasi ini diterapkan dengan baik

Yuana menilai bahwa regulasi biaya di pasar digital bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga bagian dari upaya membangun perekonomian yang berkelanjutan. “Keberhasilan kebijakan ini bergantung pada komitmen pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk melibatkan UMKM secara aktif dalam transformasi digital,” katanya. Ia mengingatkan bahwa jika regulasi ini diterapkan dengan konsisten, UMKM daerah akan memiliki peluang yang sama dengan perusahaan besar dalam mengakses pasar global.

Yuana juga mengatakan bahwa pendekatan multisektor sangat diperlukan dalam menjamin keberlanjutan UMKM. “Kerja sama antara pemerintah, platform digital, dan lembaga pendukung adalah kunci agar kebijakan ini mampu menciptakan lingkungan usaha yang sehat dan adil,” jelas Yuana. Ia berhar