Pemkot terjunkan 12 truk sedot genangan banjir di Puri Kembangan
Pemkot Terjunkan 12 Truk Sedot Genangan Banjir di Puri Kembangan
Pemkot terjunkan 12 truk sedot genangan – Jakarta, Pemerintah Kota Jakarta Barat mengirimkan 12 unit truk sedot air untuk mengatasi genangan banjir yang terjadi di wilayah Puri Kembangan, Selasa. Area yang terkena dampak terutama berada di bagian bawah jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W1. Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah memberikan pernyataan kepada media bahwa penanganan ini melibatkan kolaborasi dari beberapa instansi, seperti Suku Dinas Sumber Daya Air, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, serta Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). Dalam pengungkapan tersebut, Iin menyebutkan bahwa sepuluh unit truk tangki air diterjunkan di Jalan Outer Ring Road, sementara dua unit lainnya digunakan untuk mengeringkan genangan di Jalan Kembangan Selatan.
“Di Jalan Outer Ring Road, sepuluh unit mobil tangki air diterjunkan dari Suku Dinas Sumber Daya Air, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, serta Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan. Lalu, di Jalan Kembangan Selatan, dua unit untuk penyedotan genangan,” ujar Iin Mutmainnah kepada wartawan di Jakarta, Selasa.
Dalam pernyataannya, Iin menjelaskan bahwa hujan deras yang mengguyur Jakarta Barat sejak Senin (4/5) siang hingga malam hari menjadi penyebab utama luapan air di beberapa wilayah. Dampaknya, sejumlah area mengalami genangan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Iin menegaskan bahwa ia telah meminta seluruh jajaran untuk melakukan penanganan secara cepat, terutama untuk mengatasi genangan di beberapa jalan serta mengoptimalkan arus lalu lintas.
Menurut Camat Kembangan Joko Suparno, banjir di kawasan Jalan Outer Ring Road, terutama di bagian kolong JORR W2, disebabkan oleh luapan Kali Angke. Untuk mempercepat proses pembersihan, pihaknya tidak hanya mengerahkan truk tangki air tetapi juga mengirimkan sebanyak 30 petugas gabungan dari Satlantas Polres Metro Jakarta Barat dan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat. Hal ini dilakukan demi memastikan kondisi jalan dapat kembali normal secepat mungkin.
“Genangan di kawasan Jalan Outer Ring Road, terutama di bagian kolong JORR W2, terjadi akibat luapan Kali Angke. Selain mengerahkan truk tangki air, kami juga menerjunkan 30 petugas gabungan untuk mempercepat penanganan,” kata Joko Suparno.
Hingga siang hari Selasa, arus lalu lintas dari Cengkareng ke Kembangan dan sebaliknya terjebak dalam kemacetan parah. Banjir yang mencapai ketinggian 60 sentimeter menyebabkan sejumlah kendaraan terjebak di bawah kolong tol. Ratusan sepeda motor yang berani menerobos genangan terpaksa berhenti dan menumpuk di pinggir Jalan Outer Ring Road arah Cengkareng. Situasi ini semakin memperparah kepadatan lalu lintas, terutama di sekitar Jalan Kembangan Raya.
Kondisi tersebut memicu adanya senggolan antarkendaraan dan aksi adu mulut di antara pengendara, khususnya di sebabkan oleh banyaknya sepeda motor yang mencoba berbelok mencari jalur alternatif. Banjir yang meluas memaksa para pengendara mengambil risiko berjalan melalui genangan, sehingga muncul antrian panjang di jalur utama. Petugas gabungan terlihat sibuk mengarahkan arus lalu lintas dan membantu pengendara yang terjebak.
Iin Mutmainnah berharap upaya yang dilakukan dapat menyelesaikan masalah genangan secara efektif. “Dengan adanya penanganan ini, genangan bisa segera surut dan lalu lintas kembali lancar,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pihaknya terus memantau kondisi di lapangan dan bersiap melakukan langkah tambahan jika diperlukan. Selain itu, Iin meminta masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi instruksi yang diberikan.
Pada saat yang sama, Joko Suparno mengatakan bahwa pihaknya sedang berupaya maksimal untuk mempercepat proses pembersihan. “Kami mengerahkan sebanyak 30 petugas untuk memastikan penanganan genangan berjalan lancar. Ini dilakukan demi mengurangi gangguan pada mobilitas warga,” katanya. Di sisi lain, kondisi jalan yang tidak stabil juga memicu keluhan dari para pengguna jalan yang mengalami kesulitan melewati titik-titik banjir.
Banjir di Puri Kembangan menjadi contoh nyata dampak hujan deras yang melanda Jakarta Barat. Banyak kendaraan tertahan di bawah kolong tol, sementara sepeda motor yang terjebak mengalami kesulitan bergerak. Sejumlah pengendara bahkan terpaksa berhenti di tengah jalan dan memperparah kepadatan lalu lintas. Iin Mutmainnah menjelaskan bahwa genangan di beberapa titik jalan membutuhkan waktu untuk surut, namun pihaknya yakin langkah yang diambil akan membantu menormalisasi kondisi segera.
Dalam upaya memperbaiki situasi, petugas dari berbagai instansi terus bekerja keras di tengah hujan yang masih berlangsung. Sementara itu, warga setempat terus berusaha mengalirkan air dengan cara manual, seperti menggali saluran atau menggunakan pompa portabel. Meski begitu, kesulitan mengatasi genangan tetap terjadi, terutama di area yang tergenang lebih dalam.
Joko Suparno menambahkan bahwa luapan Kali Angke menjadi faktor utama dalam terbentuknya genangan di kawasan tersebut. Ia berharap kerja sama antarinstansi dapat memberikan solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah banjir di wilayah yang rawan. Selain itu, ia menyarankan pihak terkait untuk memperkuat sistem drainase dan memastikan jalur air tidak terganggu oleh aktivitas konstruksi di sekitar kawasan.
Kondisi banjir di Puri Kembangan menjadi sorotan karena dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari warga. Genangan yang meluas membuat masyarakat kesulitan beraktivitas, terutama bagi para pengendara yang harus menghadapi kemacetan parah. Iin Mutmainnah mengakui bahwa penanganan banjir membutuhkan koordinasi yang lebih ketat antarinstansi, tetapi ia yakin upaya yang dilakukan sudah cukup memadai untuk mengatasi situasi saat ini.
Kendati demikian, Joko Suparno mengingatkan bahwa masyarakat harus tetap menjaga keselamatan saat melintasi genangan. Ia meminta para pengendara untuk mengambil jalur yang lebih aman dan tidak terburu-buru dalam menghadapi banjir. Upaya penanganan ini diharapkan dapat mengurangi kerugian akibat banjir dan memulihkan keadaan normal di kawasan Puri Kembangan secepat mungkin.
