Special Plan: Pemkab Sigi: 100 calon jaji siap diberangkatkan
Pemkab Sigi: 100 Calon Jaji Siap Diberangkatkan
Special Plan – Dari Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pemerintah setempat menyatakan bahwa 100 calon jaji telah memenuhi syarat untuk diberangkatkan ke Tanah Suci melaksanakan ibadah haji. Angka ini berbeda dari tahun sebelumnya, di mana jumlah peserta mencapai 127 orang. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Sigi, Moh Sudirman Indra Dwi Putra, menjelaskan bahwa pengurangan jumlah calon haji tahun ini dilakukan berdasarkan kebijakan pemerintah pusat untuk memastikan keamanan dan kesiapan logistik selama perjalanan.
Kloter 10 Akan Berangkat pada 9 Mei
Pemkab Sigi mengungkapkan bahwa 100 calon jaji tersebut termasuk dalam Kloter 10, yang direncanakan dilepas secara resmi pada 9 Mei mendatang. “Kloter 10 menjadi salah satu dari beberapa rombongan yang akan mengisi destinasi ibadah haji tahun ini,” terang Sudirman saat diwawancara di Biromaru, Selasa. Ia menambahkan bahwa seluruh calon jaji akan menggunakan bus khusus yang sudah disiapkan pihak terkait untuk menghindari hambatan selama perjalanan ke asrama haji.
“Jumlah calon haji dari Kabupaten Sigi sebanyak 100 orang, terdiri dari 36 laki-laki dan 64 perempuan,” kata Sudirman. Ia menyebutkan bahwa penurunan jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya terjadi karena beberapa faktor, termasuk pandemi dan penyesuaian kuota yang ditetapkan oleh kementerian. “Ini adalah angka yang signifikan, tetapi kami yakin mereka akan menjalani ibadah haji dengan lancar dan aman,” tambahnya.
Menurut Sudirman, selama ini calon jaji dari Sigi biasanya masuk ke asrama haji secara individu. Namun, tahun ini mereka akan berangkat dalam rombongan yang terorganisir. “Kami mengimbau seluruh jamaah untuk berkumpul bersama di Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh Sigi sebelum diberangkatkan,” ujarnya. Lokasi pelepasan ditetapkan di sana, sementara pengelolaan keberangkatan dilakukan secara kolektif untuk memudahkan proses logistik dan koordinasi dengan instansi terkait.
Proses perekrutan calon jaji telah melalui beberapa tahap. Selain dokumen kependudukan dan kesehatan, peserta juga diwajibkan memenuhi syarat administrasi lainnya, seperti bukti pendaftaran dan kelengkapan perizinan. “Setiap calon harus melewati pemeriksaan kesehatan intensif agar tidak ada risiko selama perjalanan ke Tanah Suci,” jelas Sudirman. Pemerintah kabupaten juga bekerja sama dengan pusat kesehatan masyarakat dan dinas pariwisata untuk memastikan semua persyaratan terpenuhi.
“Kami berharap dengan pengurangan jumlah calon jaji ini, seluruh jamaah dapat fokus pada persiapan yang lebih matang,” kata Sudirman. Ia menambahkan bahwa pihaknya juga melakukan sosialisasi tentang tata cara ibadah haji dan aturan di Tanah Suci agar peserta lebih siap secara mental dan fisik. “Seluruh calon jaji akan diberikan panduan lengkap sebelum berangkat, termasuk penjelasan tentang protokol kesehatan di sana,” imbuhnya.
Dalam rangka mendukung keberangkatan, Pemkab Sigi juga menyediakan fasilitas pendampingan untuk para jamaah. Tim khusus dibentuk guna mengawal seluruh proses hingga peserta tiba di Mekah. “Setiap calon akan didampingi oleh pendamping yang terlatih, sehingga bisa memastikan kebutuhan mereka selama perjalanan,” terang Sudirman. Hal ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak penyelenggara haji.
Menurut data terbaru, jumlah calon jaji dari Sigi berada di bawah rata-rata kabupaten lain di Sulawesi Tengah. Meski demikian, Sudirman menegaskan bahwa angka ini tidak mengurangi semangat masyarakat untuk melaksanakan ibadah haji. “Haji merupakan bagian dari ibadah yang penting, dan kami berupaya memastikan semua calon dapat melaksanakannya dengan optimal,” ujarnya. Ia juga menyoroti peran para pendamping dalam membantu calon jaji mengatasi tantangan selama perjalanan.
“Selama ini, calon jaji Sigi masuk asrama haji secara individual, tetapi tahun ini mereka akan bergabung dalam rombongan. Kami berharap perubahan ini dapat meningkatkan kekompakan dan memudahkan pengelolaan selama ibadah haji,” kata Sudirman. Ia menambahkan bahwa perubahan tersebut juga didukung oleh Kanwil Haji dan Umroh Sigi, yang secara aktif mengimbau para jamaah untuk bergerak bersama.
Dalam persiapan Kloter 10, Pemkab Sigi juga memastikan ketersediaan perlengkapan khusus. Tidak hanya baju ihram dan perlengkapan ibadah, tetapi juga perlengkapan kesehatan, seperti masker dan alat pelindung diri. “Kami menyesuaikan dengan kondisi terkini, termasuk protokol kesehatan yang diterapkan di Tanah Suci,” jelas Sudirman. Ia berharap kehadiran calon jaji Sigi di Mekah akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik secara spiritual maupun sosial.
Sebagai informasi tambahan, Kloter 10 akan diberangkatkan menggunakan bus yang telah diujicobakan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan. Bus tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas medis dasar dan sistem komunikasi yang memudahkan koordinasi selama perjalanan. “Seluruh calon jaji akan ditemani oleh petugas yang siap memberikan bantuan jika diperlukan,” tutur Sudirman. Ia menekankan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan dukungan maksimal kepada jamaah selama proses haji.
“Pelepasan resmi Kloter 10 akan dilakukan di Kantor Wil
