Kebijakan Baru: Forum Anak Natuna dukung penuh PP Tunas
Forum Anak Natuna Dukung Kebijakan PP Tunas
Di Kabupaten Natuna, Forum Anak Natuna (FAN) mengapresiasi kebijakan pemerintah dalam bentuk Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola dan Perlindungan Anak di Ruang Digital (PP Tunas), yang dirasa mampu melindungi generasi muda dari risiko digital. Ketua FAN, Muhammad Raffi Alfitra, mengatakan bahwa kebijakan ini menjadi bukti komitmen negara dalam menjaga kesehatan digital anak-anak.
Kebijakan Perlindungan dalam Ruang Digital
PP Tunas, menurut Raffi, menjadi solusi penting menghadapi dampak negatif dunia maya, seperti pornografi, tindakan siber, dan penipuan. Kebijakan ini dianggap efektif dalam mengatasi ancaman yang semakin meresahkan anak di era digital.
“Saya sangat menghargai kebijakan ini, karena merupakan upaya pemerintah dalam memastikan perlindungan anak di lingkungan digital yang semakin kompleks,” ujarnya.
Alternatif untuk Ruang Digital yang Lebih Baik
Raffi menegaskan bahwa pembatasan akses akun media sosial harus disertai dengan solusi yang memudahkan anak. Ia menekankan bahwa ruang digital tetap diperlukan sebagai sarana informasi positif, sehingga perlu dibuatkan platform yang ramah dan layak dikonsumsi.
Solusi ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang siap bersaing dan membangun masa depan. Ia juga menyarankan pemerintah mengembangkan program kegiatan yang memberi kesempatan anak untuk berkarya secara produktif.
Peran Orang Tua dalam Menjaga Kehadiran Digital
Dalam hal ini, orang tua disebut sebagai pihak utama yang bertugas mengawasi dan membimbing anak dalam penggunaan media digital. Raffi menyatakan bahwa pengaturan waktu dan konten yang dikonsumsi anak perlu dilakukan secara aktif.
Konten positif dan keamanan internet harus dibangun melalui dialog yang terus-menerus antara orang tua dan anak. “Tak bisa dipungkiri bahwa waktu terus berjalan dan kami, anak-anak, akan menjadi pemimpin di masa depan,” kata Raffi. “Kami harus tanggap dan paham teknologi. Maka dari itu, saya berharap ada alternatif lain yang ditawarkan pemerintah melalui platform anak, mungkin seperti YouTube Kids, TikTok Kids, dan lain sebagainya,” ujarnya.
