Operasi modifikasi cuaca di Riau semai 25 ton garam
Operasi modifikasi cuaca di Riau semai 25 ton garam
Pada tahap kedua Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Riau, selama periode 28 Maret hingga kini, telah dibersihkan 25 ton garam untuk memicu hujan buatan, terutama di lahan gambut. Jim Gafur, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar Riau, menjelaskan bahwa OMC dilaksanakan di wilayah pesisir timur provinsi tersebut, meliputi Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, dan Kota Dumai.
OMC dilakukan melalui pesawat Cessna C208B/PK-AKR yang dimiliki Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI. Analisis dan rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menentukan lokasi sasaran OMC. Selain pesawat OMC, saat ini Riau telah menambah dua unit helikopter untuk kegiatan bom air.
Dengan penambahan dua unit helikopter, jumlah total helikopter yang siap digunakan untuk penanganan karhutla di Riau mencapai empat unit. “Saat ini, terdapat empat helikopter yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi karhutla di Riau. Dua unit digunakan untuk patroli, sedangkan dua lainnya untuk operasi bom air,” tambahnya.
“Helikopter bom air turut mendukung upaya pemadaman, sekaligus cuaca yang baik setelah hujan. Tim Manggala Agni demobilisasi secara bertahap,” tuturnya.
Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera menyatakan telah selesai melaksanakan operasi pemadaman di Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis. Ferdian Krisnanto, Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, menambahkan bahwa operasi pendinginan terakhir dilakukan di Desa Kelemantan Barat, Kamis (9/4).
Diketahui, jumlah titik panas di Riau telah menurun signifikan, sementara kebakaran lahan dilaporkan nihil. Pemadaman di wilayah Bengkalis, kata Ferdian, telah dirasa tuntas setelah kegiatan pendinginan dilakukan di Desa Kelemantan Barat.
