Strategi Penting: PHE bidik produksi minyak 2026 capai 595 ribu barel per hari

PHE Tetapkan Target Produksi Minyak pada 2026 Capai 595 Ribu Barel Per Hari

Di Malang, Jawa Timur, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengungkapkan rencana untuk meningkatkan output minyak hingga 595 ribu barel per hari (bph) pada tahun 2026. Ini merupakan peningkatan sebesar 38 ribu bph dibandingkan pencapaian 2025 yang mencapai 557 ribu bph. Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PHE, Edi Karyanto, mengatakan bahwa pihaknya berharap target ini dapat terwujud.

“Harapannya bisa tercapai produksi kami di kisaran 595 ribu barel per hari,” ujar Edi dalam acara pertemuan media di Malang, Kamis (9/4).

Untuk mencapai angka tersebut, PHE membagi target produksi menjadi tiga komponen utama. Produksi dalam negeri sebesar 404 ribu bph, sumur luar negeri menyumbang 156 ribu bph, serta 35 ribu bph berasal dari merger dan akuisisi (M&A). Selain itu, perusahaan juga berupaya meningkatkan produksi gas menjadi 2,81 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD), dengan distribusi 2,44 BSCFD dari dalam negeri dan 279 BSCFD dari sumur di luar negeri.

“Memang kami sadari, decline rate dari existing produksi cukup curam karena lapangan kita adalah lapangan tua,” tambah Edi.

Pertamina menghadapi tantangan kompleks dalam menghadapi penurunan produksi, dengan laju decline 24 persen untuk sumur minyak dan 21 persen untuk sumur gas. Untuk mengatasinya, pihaknya menyiapkan berbagai langkah, seperti revitalisasi aset, pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), dan penerapan sistem Capture, Utilize, and Store (CCS/CCUS).

Sementara itu, dalam 2025, PHE mencatatkan total produksi minyak dan gas bumi sebesar 1,03 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD). Angka ini terdiri dari 557 ribu bph minyak dan 2,76 miliar BSCFD gas bumi. Selama periode tersebut, perusahaan menyelesaikan 886 sumur eksplorasi, melakukan 1.288 workover, serta menyelesaikan 37.259 pekerjaan perawatan sumur.

Di bidang eksplorasi, PHE juga menggarap survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer dan survei seismik 3D seluas 855 kilometer persegi. Lebih dari itu, perusahaan melakukan 20 pemboran eksplorasi guna memperkuat persediaan bahan bakar migas. Hasilnya, penemuan sumber daya kategori 2C mencapai 1.097 juta barel setara minyak (MMBOE), dengan andil terbesar dari area Aman Trough di Wilayah Kerja Rokan.

Kinerja PHE dalam penambahan cadangan terbukti (P1) juga mencatatkan angka 313,7 juta barel setara minyak (MMBOE). Langkah-langkah ini diharapkan mendorong keberlanjutan pasokan energi serta mendukung target produksi 2026.