Rencana Khusus: IPB jaga produktivitas dosen selama WFH guna cegah “learning loss”
IPB Upaya Memastikan Kinerja Dosen Stabil Selama WFH untuk Hindari Penurunan Kemampuan Belajar
Jakarta, 6 April 2026
Institut Pertanian Bogor (IPB) University terus berupaya menjaga efisiensi kerja dosen serta seluruh elemen sivitas akademika selama penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Langkah ini bertujuan mengatasi risiko terjadinya “learning loss” yang diakui sebagai dampak utama dari pembelajaran jarak jauh selama pandemi.
“Kita fokus pada dua hal, yakni mempertahankan produktivitas akademik dan menghindari penurunan kemampuan belajar. Pola hibrida daring-luring diharapkan mampu mengimbangi gangguan akibat pembelajaran di rumah,” kata Rektor IPB Alim Setiawan Slamet usai konferensi pers IPB Run 2026.
Menurut Alim, kebijakan WFH diatur dengan fleksibilitas agar tidak mengganggu proses belajar-mengajar. Ia menyebutkan, beberapa fakultas memilih mengadakan kuliah secara online pada hari Senin dan Jumat, sementara hari Sabtu tetap bisa digunakan untuk mengajar jika diperlukan.
Untuk mata kuliah praktikum, IPB menegaskan kegiatan tetap dijalankan secara langsung di laboratorium atau tempat belajar terapan. “Model pembelajaran mandiri juga diterapkan untuk mata kuliah umum, sehingga mahasiswa bisa mengatur waktu sesuai kemampuan,” tambahnya.
Program WFH resmi diterapkan sejak 6 April 2026. Tindakan ini mendapat sambutan baik dari dosen, staf akademik, dan mahasiswa, yang dianggap sebagai langkah adaptif dalam situasi pandemi. Pihak kampus berkomitmen memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga meski dalam kondisi yang berubah drastis.
