Kunjungan Penting: Pemkot Jakbar tata tempat sampah di Rusun Angke jadi ruang hijau

Jakarta – Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) akan menata tempat penumpukan sampah di kawasan Rusun Angke, Tambora menjadi ruang hijau. Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengatakan perubahan ini dilakukan melalui penataan lingkungan sekaligus penerapan konsep pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan masyarakat. “Memang kemarin juga ada beberapa persoalan di mana sampah yang dibuang masyarakat di sini menjadi perhatian kita.

Ini menjadi tumpukan sampah,” kata Iin usai sosialisasi pilah sampah di Rusun Tambora, Rabu. Namun, setelah dilakukan pengecekan ke lapangan, kawasan tersebut ternyata memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi lingkungan yang lebih tertata dan produktif “Tetapi kemudian setelah kami lihat di lapangan, ini kemungkinan di wilayah ini ada potensi untuk pengelolaan sesungguhnya. Tinggal kita fokus dengan membentuk tim bersama masyarakat untuk kerja sama,” ucapnya.

Iin menjelaskan, pihaknya akan menghadirkan sejumlah fasilitas baru di kawasan rusun, mulai dari area pemilahan sampah, lokasi urban farming (pertanian perkotaan), hingga ruang terbuka interaktif yang dapat dimanfaatkan warga, termasuk anak-anak. Menurut Iin, konsep itu tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup warga. “Dari hasil urban farming itu kan bisa dimanfaatkan, jadi akan terjadi sirkular ekonomi,” katanya.

Melalui urban farming , kata Iin, hasil tanaman nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari maupun dijual guna menambah penghasilan. Selain itu, pengelolaan sampah juga diarahkan untuk mendukung ekonomi sirkular. Sementara sampah organik akan diolah menjadi kompos, dan sampah anorganik dapat dimanfaatkan menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi.

“Kalau ibu-ibunya sudah semangat jadi penggerak pemilah dan pengolah sampah, saya rasa akan mengajak anak-anak atau mungkin warga yang lainnya,” ujarnya. Namun saat ini, pihaknya tengah fokus melakukan pembersihan total pada area yang sebelumnya menjadi titik penumpukan sampah. Selanjutnya, lokasi tersebut akan ditata ulang dan diawasi agar tidak kembali digunakan sebagai tempat pembuangan liar.

“Ini dalam proses pembersihan. Semua harus bersih total, kita akan komunikasikan dengan pengurus RW, RT, dengan Pak Lurah untuk sama-sama menjaga lingkungan itu tidak lagi ada buangan sampah di situ,” ujarnya.