Pembahasan Penting: Titiek Soeharto: Pembahasan Bulog jadi badan otonom masih berjalan

Titiek Soeharto: Pembahasan Bulog jadi badan otonom masih berjalan

Pembahasan rencana transformasi Perum Bulog menjadi lembaga otonom terus berlangsung di Komisi IV DPR RI, di mana Ketua Komisi tersebut, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, menyatakan proses ini belum selesai dan masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah. Titiek memberikan pernyataan ini setelah rapat kerja bersama Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, serta pejabat terkait lainnya di Jakarta, Selasa.

Rapat Kerja di Jakarta

Dalam sesi rapat, Titiek Soeharto menegaskan bahwa rencana perubahan fungsi Bulog belum memasuki tahap akhir. “Masih, masih (pembahasan),” ujarnya kepada wartawan. Ia menjelaskan bahwa DPR masih menunggu arah kebijakan pemerintah sebelum melanjutkan diskusi secara lebih dalam. “Ini kan kita nunggu dari pemerintah aja bagaimana,” tambah Titiek.

Proses dan Dukungan dari DPR

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebutkan bahwa penyesuaian status Bulog menjadi lembaga mandiri merupakan kewenangan DPR melalui revisi UU Pangan. Ia menjelaskan bahwa proses ini saat ini sedang dalam tahap penyusunan rancangan, dengan Komisi VI DPR juga mendukung percepatan penyusunan undang-undang tersebut. “Nah sekarang dalam proses penggodokan. Intinya Komisi VI juga mendorong Komisi IV untuk segera ini terwujud undang-undang tersebut,” tutur Rizal di Jakarta, Rabu (21/1).

Bulog menyatakan bahwa setelah revisi UU Pangan disahkan, perusahaan akan otomatis beralih menjadi badan otonom sesuai aturan baru. Hal ini bertujuan untuk memperkuat fungsi penstabilan pasokan, harga, serta ketahanan pangan nasional. Rencana transformasi ini pertama kali diumumkan sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dengan harapan perusahaan pelat merah ini dapat fokus pada tugas non-komersial, seperti menjamin ketersediaan sembilan bahan pokok.

“Iya (pembahasan masih di Komisi IV DPR RI), tapi kita menunggu pemerintah maunya bagaimana,” kata Titiek Soeharto.

Dalam skenario ini, Bulog akan mengelola berbagai komoditas pangan, termasuk beras, jagung, minyak goreng, gula, telur, susu, kedelai, serta bahan pokok penting lainnya. Transformasi diharapkan segera terlaksana guna mendukung pencapaian swasembada pangan pada 2027.