Strategi Penting: Wamendagri Bima sebut Kepri memiliki kapasitas fiskal yang kuat

Wamendagri Bima Sebut Kepri Memiliki Kapasitas Fiskal yang Kuat

Tanjungpinang – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengungkapkan bahwa Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masuk dalam daerah yang memiliki kemampuan keuangan yang solid. Hal ini disebabkan oleh pendapatan asli daerah (PAD) yang lebih besar dibandingkan dana transfer dari pemerintah pusat. “Kepulauan Riau mencatatkan PAD sebesar 54 persen, lebih besar dari dana transfer pusat yang mencapai 45 persen,” jelas Bima dalam pengarahan daring dari Jakarta, sebagai pembukaan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kepri 2027 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Senin.

“Realisasi belanja di Kepri masih rendah, sehingga harus jadi perhatian kepala daerah dan jajaran,” ujar Bima.

Bima juga menyampaikan apresiasi terhadap pencapaian pendapatan pada APBD Kepri 2025 yang masuk 10 besar secara nasional, dengan realisasi sebesar 16,97 persen. Meski demikian, ia menekankan perlunya pemerintah daerah meningkatkan efisiensi pengeluaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Menurutnya, realisasi belanja perlu sejalan dengan capaian pendapatan daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Bima mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak ringan, terutama karena dinamika global seperti ketegangan geopolitik, perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, serta risiko kenaikan harga energi yang bisa memengaruhi stabilitas keuangan daerah. Ia menekankan peran penting daerah, termasuk Kepri, dalam mendukung target nasional untuk keluar dari kondisi negara berpendapatan menengah.

Bima menyebutkan ada empat aspek utama menuju negara maju, yaitu kesinambungan visi pembangunan, kemandirian ekonomi, kepemimpinan yang efektif, serta kolaborasi dan inovasi. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kebijakan yang terus menerus antara pemerintahan era Joko Widodo dengan Prabowo Subianto, khususnya dalam program hilirisasi dan pembangunan infrastruktur yang kini difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepri juga menunjukkan stabilitas pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dengan angka pertumbuhan 7,89 persen pada triwulan IV/2025, menempati urutan keempat tertinggi di Indonesia. Capaian ini menunjukkan bahwa provinsi tersebut menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional. “Semoga angka ini terus dipertahankan bahkan ditingkatkan ke depannya,” imbuh Bima Arya.