Ilmuwan temukan bentuk langka bintang meledak tanpa lubang hitam

Ilmuwan Temukan Bentuk Langka Bintang Meledak Tanpa Lubang Hitam

Melbourne – Tim peneliti dari Australia mengungkapkan bukti tentang jenis supernova yang jarang, yang menawarkan wawasan baru mengenai peristiwa besar di alam semesta. Temuan ini, yang dipublikasikan dalam jurnal Nature, berdasarkan analisis gelombang gravitasi, membantu menjelaskan bagaimana bintang-bintang masif berakhir hidupnya, serta menguatkan teori mengenai “celah terlarang” dalam massa lubang hitam.

Proses Akhir Hidup Bintang Masif

Dalam tahap akhir kehidupannya, sebagian besar bintang besar berubah menjadi lubang hitam melalui proses gravitasi yang sangat kuat. Cahaya pun tidak mampu lolos dari daya tariknya. Namun, bintang-bintang supermasif diperkirakan mengalami keadaan berbeda: mereka menjadi sangat panas hingga meledak dalam fenomena “pair-instability supernova.” Ledakan ini begitu dahsyat hingga bintang hilang sepenuhnya tanpa menyisakan lubang hitam.

Studi ini mengidentifikasi “rentang terlarang” massa lubang hitam yang mencakup lebih dari 45 kali massa matahari. Di wilayah tersebut, lubang hitam yang terbentuk dari bintang sangat langka ditemukan. Celah ini selaras dengan model-model teori yang menyatakan bahwa bintang masif dapat meledak melalui pair-instability dan tidak meninggalkan sisa apa pun.

“Satu-satunya lubang hitam dalam rentang massa ini muncul dari penggabungan lubang hitam yang lebih kecil, bukan langsung dari pembentukan bintang,” jelas Tong Hui, kandidat PhD dari Universitas Monash.

Pentingnya Konfirmasi Celah Massa

Penelitian ini memberikan dukungan kuat untuk keberadaan “celah terlarang,” yang selama ini diprediksi oleh teori astrofisika. Konfirmasi celah ini akan memperjelas mekanisme pembentukan lubang hitam serta sejarah kematian bintang paling masif di alam semesta.