Strategi Penting: Mentan-Wadirut Bulog cek pasokan beras di Makassar hadapi El Nino
Mentan dan Wadirut Bulog Inspeksi Stok Beras di Makassar untuk Menghadapi El Nino
Makassar, Sulawesi Selatan (ANTARA) – Pada hari Minggu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq melakukan inspeksi langsung terhadap ketersediaan beras di Kota Makassar. Tujuan utamanya adalah memastikan cadangan beras pemerintah (CBP) di wilayah tersebut siap digunakan seiring ancaman fenomena cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi akibat El Nino.
Dalam kunjungan tersebut, Amran menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari bagian depan hingga belakang gudang, termasuk proses pengadaan dan distribusi. Hal ini bertujuan untuk menghindari ketidaksesuaian antara kondisi visual dan kenyataan stok yang ada. “Ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada perbedaan kondisi antara tampilan luar dan ketersediaan riil CBP di sini,” jelasnya.
Amran menambahkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, kapasitas gudang beras di Sulawesi Selatan telah meningkat drastis. Dulu hanya mampu menampung sekitar 300 ribu ton, kini mencapai 761 ribu ton. “Kenaikan ini menunjukkan peningkatan produksi dan penyerapan beras yang signifikan, serta menegaskan peran Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan nasional,” katanya.
Meski demikian, stok beras nasional secara keseluruhan mencapai 4,5 juta ton, yang merupakan jumlah tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. “Tidak perlu diragukan lagi, karena CBP kita saat ini sudah penuh dan terbukti efektif,” tambah Amran.
Untuk mengatasi kekurangan kapasitas penyimpanan, pemerintah melalui Bulog menambahkan gudang tambahan dalam jumlah besar. Saat ini, sewa gudang baru telah menambah kapasitas penyimpanan sebanyak dua juta ton. “Kita masih akan menambah lagi kapasitas, agar distribusi tetap lancar meski menghadapi gangguan dari El Nino,” ujarnya.
Amran juga menekankan bahwa seluruh stok beras dapat diperiksa langsung oleh pihak yang meragukan. “Pak Wadirut sudah menjamin, jadi orang yang tidak percaya boleh mengecek gudang di berbagai daerah,” katanya.
Kebijakan prioritas utama Presiden Prabowo Subianto, menurut Amran, telah memberikan hasil nyata dalam waktu satu tahun. “Produksi pangan meningkat secara signifikan, dan ini menunjukkan bahwa kita bisa mencapai swasembada pangan meski ada yang menghalangi, seperti mafia atau kepentingan negara lain,” tegasnya.
