Momen Bersejarah: Peter Parker kehilangan kepopulerannya dalam “Brand New Day”
Peter Parker kehilangan kepopulerannya dalam “Brand New Day”
Jakarta (ANTARA) – Dalam sekuel keempat film “Super Man: Brand New Day”, Peter Parker, yang identik dengan tokoh Spider-Man, mengalami penurunan popularitas. Berdasarkan laporan dari People, Rabu (18/3), film yang akan dirilis Juli ini melanjutkan cerita dari “No Way Home”. Situasi Peter semakin memburuk karena orang-orang yang dekat dengannya mulai melupakan keberadaannya.
Penurunan Populeritas dan Pengkhianatan Diri
Dalam adegan resmi, Peter Parker menyampaikan narasi suara yang mengejutkan. “Hai, namaku Peter Parker. Kalian tidak ingat aku, tapi kita pernah bertemu,” ujarnya. “Ada hal buruk yang akan terjadi, dan satu-satunya cara menghentikannya adalah membuat semua orang lupa tentang aku. Karena aku bukan hanya Peter Parker, tapi Spider-Man,” tambah Parker dalam cuplikan terbaru.
“Laba-laba memiliki tiga siklus hidup, dan pada siklus tertentu, mereka rentan terhadap ancaman. Bagi laba-laba yang bisa melewatinya, itu berarti kelahiran kembali,” kata narator dalam trailer film.
Kenyataan menyakitkan terus menghampiri Peter saat kekasihnya, MJ, diperankan Zendaya, tampak senang dengan kehadiran pacar barunya. Tak hanya itu, Peter juga kehilangan kemampuan super yang menjadi ciri khasnya. Bruce Banner/Hulk, kembali diperankan Mark Ruffalo, yang tidak mengingat Peter, memberi peringatan bahwa situasi ini bisa berujung pada bahaya.
Rekan Lama dan Kontroversi
Film ini menampilkan kembali beberapa karakter ikonik, termasuk Scorpion yang diperankan Michael Mando. Penjahat ini terakhir muncul dalam film pertama Spider-Man tahun 2017, “Homecoming”. Selain itu, Jon Bernthal yang sebelumnya memerankan antihero Punisher (Frank Castle) juga hadir, menambah dinamika cerita.
Trailer ditutup dengan adegan manis MJ mengucapkan terima kasih kepada Peter atas hadiah bunga yang diberikannya, disebut sebagai simbol perpindahan rumah. Meski terlihat harmonis, kejadian ini memperlihatkan konflik internal yang dialami tokoh utama.
