Yang Terjadi Saat: Perang Memanas, AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Irak
Perang Memanas, AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Irak
Jakarta, CNBC Indonesia – Duta besar AS di Baghdad mengeluarkan peringatan kepada seluruh warga negara Amerika untuk segera meninggalkan Irak setelah kedutaan besarnya diserang untuk kedua kalinya sejak konflik dengan Iran memanas. Pemberitahuan ini menyebutkan bahwa pasukan militer yang tergabung dengan Iran melakukan serangan ke berbagai sasaran yang terkait dengan Amerika Serikat, termasuk gedung diplomatik, perusahaan asing, serta hotel yang sering dikunjungi oleh orang-orang luar negeri.
Rekomendasi tersebut mendorong warga AS untuk menggunakan jalan darat menuju negara-negara tetangga karena penerbangan komersial sedang dihentikan. Selain itu, mereka dianjurkan untuk menghindari kedutaan atau konsulat AS di kota Erbil, yang berada di utara Irak. Baca:
Hamas Tiba-Tiba “Teriak” ke Iran, Jangan Target Negara Tetangga Arab
Kataib Hezbollah, salah satu organisasi milisi yang didukung Iran, mengklaim bertanggung jawab atas serangan terjadi pada hari Sabtu, menyatakan bahwa mereka telah menembaki kedutaan pada malam sebelumnya.
Video yang diverifikasi oleh The New York Times menunjukkan bangunan di atas kedutaan terbakar. Menurut laporan NYT, dua pejabat keamanan Irak yang tidak dapat dikenal secara publik membenarkan insiden tersebut, meski tidak memberikan informasi tambahan. Sebelumnya, pada malam hari, serangan udara AS menghantam lokasi militer di Pulau Kharg, tempat terminal ekspor minyak Iran berada.
Presiden Trump mengancam akan menargetkan infrastruktur minyak Iran di pulau tersebut jika Teheran tidak memperbolehkan kapal-kapal melewati Selat Hormuz. Jalur laut yang sempit ini menjadi pintu masuk ke Teluk Persia dan harus dilalui seperlima produksi minyak dunia. Korps Garda Revolusi Islam Iran menentang ancaman Trump, menegaskan dalam pernyataan bahwa selat tersebut sepenuhnya berada di bawah kendali mereka, serta bahwa “setiap pergerakan di sana akan menjadi sasaran.”
Trump juga meminta negara-negara lain, seperti Inggris, Prancis, dan Tiongkok, untuk mengirim kapal perang ke Iran guna memastikan kapal tanker dapat melewati selat tersebut. Ia berjanji akan bekerja sama dengan pihak-pihak tersebut. Harga minyak telah melonjak tajam sejak AS dan Israel melakukan serangan udara terhadap Iran dua minggu lalu, yang memicu gangguan di pasar global.
