Kebijakan Baru: 20 Negara dengan Utang Segunung, Ada Tetangga RI

20 Negara dengan Utang Segunung, Ada Tetangga RI

Jakarta, CNBC Indonesia – Kini, beberapa negara menghadapi tekanan utang yang semakin mengkhawatirkan. Terdapat negara-negara yang total utangnya telah melebihi 300% dari Produk Domestik Bruto (PDB), atau tiga kali lipat dari output ekonomi tahunan mereka. Berdasarkan data terbaru kuartal IV-2025 dari Global Debt Monitor yang diterbitkan oleh Institute of International Finance (IIF), utang nasional dihitung dari kombinasi utang rumah tangga, perusahaan, serta pemerintah.

Dari perhitungan tersebut, Hong Kong menempati posisi teratas sebagai wilayah dengan utang terbesar, mencapai 380% dari PDB. Wilayah administratif khusus Tiongkok ini dikenal sebagai pusat ekonomi maju dengan tingkat urbanisasi tinggi dan populasi sekitar 7,5 juta orang. Menariknya, utang pemerintah Hong Kong sebenarnya tidak terlalu besar, sekitar 67% dari PDB. Sementara utang rumah tangga mencapai 86% dari PDB, yang termasuk dalam kategori umum di negara-negara berkembang.

Baca: Utang Dunia Tembus Rekor Baru US$348 T, Ini Dia Biang Keroknya

Lonjakan utang yang signifikan di Hong Kong terutama berasal dari utang korporasi, yang mencapai 227% dari PDB. Tingkat utang ini dipengaruhi oleh struktur ekonomi yang dominan di sektor properti. Transaksi menggunakan leverage tinggi menjadi hal yang biasa, sehingga sektor properti berkontribusi besar terhadap perekonomian wilayah tersebut.

Berbeda dengan Hong Kong, Jepang lebih bergantung pada utang pemerintah. Total utang Jepang mencapai 372% dari PDB, dengan utang negara mencapai 199% dari PDB. Kenaikan utang ini bukan terjadi secara mendadak, melainkan akibat periode stagnasi ekonomi yang berlangsung lama setelah krisis harga aset di awal 1990-an. Pemerintah dan bank sentral Jepang mengambil langkah stimulus, termasuk melebarkan kebijakan moneter, untuk mempertahankan stabilitas ekonomi.

Baca: Ironis! Lansia Kuasai Bursa Saham Amerika, Generasi Muda Terpinggirkan

Kini, utang pemerintah Jepang menjadi bagian besar dari total utang nasional, dengan sebagian besar obligasi dipegang oleh investor domestik seperti bank dan perusahaan asuransi. Meski membantu menjaga ekonomi, langkah ini juga memperkuat beban utang negara.

Dalam daftar negara-negara maju dengan utang tinggi, rasio utang terbesar antara lain Hong Kong (380%), Jepang (372%), Singapura (347%), Prancis (326%), Kanada (315%), dan China (298%). Indonesia, di sisi lain, berada di posisi yang relatif lebih baik. Total utang Indonesia mencapai 79% dari PDB, terdiri dari utang rumah tangga 15%, utang korporasi non-keuangan 24%, dan utang pemerintah 40%.

Menurut data yang sama, rasio utang Indonesia lebih rendah dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Filipina (96%), Laos (114%), Vietnam (161%), Thailand (223%), Malaysia (224%), hingga Singapura (347%). Angka tersebut juga masih jauh di bawah negara-negara maju maupun sejumlah negara Asia lain seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Ini menunjukkan bahwa tekanan utang Indonesia secara umum masih terkendali.

CNBC INDONESIA RESEARCH [email protected] (evw/evw) Add as a preferred source on Google