Marinir AS Tembaki Pengunjuk Rasa di Pakistan – 10 Orang Tewas

Marinir AS Tembaki Pengunjuk Rasa di Pakistan, 10 Orang Tewas

Protes yang berlangsung di Karachi, Pakistan, berujung pada bentrokan berdarah saat massa mendekati Konsulat Amerika Serikat (AS). Paling sedikit 10 korban meninggal setelah personel Marinir melepaskan tembakan ke arah demonstran yang mencoba merangsek ke area konsulat. Menurut informasi dari rumah sakit setempat, jumlah korban tewas mencapai 10 orang. Sejumlah pengunjuk rasa membawa bendera Hizbullah, seperti dilaporkan Wall Street Journal pada Selasa (3/3/2026).

Pejabat berwenang menyatakan bahwa aksi penembakan dilakukan sebagai respons atas pelanggaran batas keamanan. Personel Marinir yang bertugas di lokasi tersebut menembaki massa yang mengancam konsulat. “Para Marinir mengikuti pelatihan mereka dan melepaskan tembakan sebagai akibat dari pelanggaran tersebut,” ujar salah satu pejabat AS dalam

penjelasan resmi

. Bentrokan ini pecah setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran, yang dimulai pada Sabtu (28/2/2026).

Sebelumnya, laporan mengenai penembakan Marinir AS juga disampaikan oleh Reuters. Saat ini, situasi di sekitar konsulat masih dalam pengawasan ketat oleh pihak berwenang. Selain itu, eks pilot Marinir AS yang ditahan di Australia karena terlibat dalam pelatihan militer China kini mengajukan banding. Skandal pelatihan tersebut diduga terkait transaksi besar-besaran yang terjadi antara AS dan China.