Indonesia

Ratu Tisha ingin timnas Indonesia dikenal punya mental baja

Foto : Dewi Kurniawan - bisadonasi.com
Daftar Isi
  1. Ratu Tisha Ingin Timnas Indonesia Dipercaya Bermental Baja
  2. FAQ: Ratu Tisha dan Pembinaan Mental Timnas
  3. Related Reading

Ratu Tisha Ingin Timnas Indonesia Dipercaya Bermental Baja

Bisadonasi.com – Ratu Tisha ingin timnas Indonesia dikenal sebagai skuad yang memiliki ketangguhan psikologis setinggi baja. Wakil Ketua Umum PSSI itu menegaskan bahwa label "kalah mental" yang kerap dilekatkan pada pemain nasional harus dihapus lewat pendekatan berbasis riset sport science, bukan sekadar obrolan di warung kopi. Pernyataan tersebut ia sampaikan ketika menghadiri jumpa pers penutupan Liga Universitas Coca-Cola 2026 di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, pada Minggu.

"Kita selalu bertanya, apa sih kurangnya kita? Jawabannya selalu mental. Padahal daripada terus mengobrol tanpa arah, lebih baik kita alihkan ke scientific research," ujar Ratu Tisha di hadapan awak media.

Ia menjelaskan bahwa selama ini narasi publik tentang kekalahan timnas Indonesia sering berhenti pada kata "mental" tanpa upaya konkret untuk mengurai akar masalahnya. Menurut Tisha, pendekatan ilmiah menjadi satu-satunya jalan agar persoalan tersebut tidak lagi menjadi bahan gosip belaka, melainkan bahan kajian yang menghasilkan solusi terukur bagi pemain di lapangan.

Liga Universitas sebagai Laboratorium Kesehatan Mental

Kompetisi sepak bola antar universitas yang baru saja ditutup itu mengusung tema "Football For Mental Health" sepanjang penyelenggaraannya. Ratu Tisha melihat wadah tersebut sebagai ruang eksperimen untuk menguji berbagai intervensi psikologis dan fisik secara bersamaan. Ia menyoroti aspek physical strengthening, conditioning, serta injury prevention yang harus mengikuti perkembangan terbaru dalam football science.

Salah satu elemen yang ia soroti adalah penerapan aturan sin bin di Liga Universitas. Tisha menilai mekanisme penggantian pemain tersebut dapat diteliti untuk mengukur dampaknya terhadap kemampuan pemain mengendalikan emosi saat tekanan pertandingan meningkat. Data yang terkumpul, menurutnya, akan menjadi fondasi bagi program pembinaan mental jangka panjang di level nasional.

Visi yang ia gambarkan memiliki horizon sekitar satu dekade. Dalam skenarionya, sepuluh tahun dari sekarang tidak ada lagi narasi bahwa Indonesia gagal menang karena kelemahan mental. Sebaliknya, reputasi yang ingin ia bangun adalah bahwa timnas Indonesia, di liga mana pun dan di level kompetisi apa pun, tampil dengan ketangguhan psikologis yang paling kuat. Ia mencontohkan gaya bermain Jepang yang tenang dan terukur sebagai acuan perilaku di lapangan.

"Mental kita harus menjadi yang paling kuat. Lihat bagaimana Jepang bermain dengan tenang kemarin. Itu yang ingin kita capai," tegasnya.

Tisha juga menekankan bahwa pembentukan mental tidak dapat diselesaikan hanya melalui ceramah di ruang kelas. Pemain membutuhkan pengalaman langsung di lapangan agar pemahaman teoretis dapat diterjemahkan menjadi respons yang tepat saat situasi pertandingan memaksa mereka mengambil keputusan dalam hitungan detik. Karena itulah Liga Universitas hadir sebagai jembatan antara teori dan praktik.

FAQ: Ratu Tisha dan Pembinaan Mental Timnas

Apa yang dimaksud Ratu Tisha dengan "mental baja"? Ia merujuk pada ketangguhan psikologis pemain yang tidak mudah goyah oleh tekanan pertandingan, sehingga keputusan di lapangan tetap rasional dan tidak dipengaruhi kecemasan berlebihan.

Bagaimana peran Liga Universitas dalam visi tersebut? Liga Universitas Coca-Cola 2026 menjadi wadah eksperimen untuk menguji intervensi kesehatan mental bertajuk "Football For Mental Health", termasuk penerapan aturan sin bin dan program conditioning yang dapat diteliti secara ilmiah.

Apakah pembinaan mental hanya dilakukan di ruang kelas? Tidak. Ratu Tisha menegaskan bahwa praktik langsung di lapangan merupakan komponen utama. Pembelajaran klasikal hanya menjadi fondasi singkat; penerapannya harus diuji dalam kondisi pertandingan sesungguhnya.

Berapa lama horizon waktu yang ia targetkan? Sekitar sepuluh tahun. Dalam periode itu, ia berharap narasi publik tentang kekalahan timnas Indonesia tidak lagi berpusat pada kelemahan mental, melainkan pada kualitas teknis dan taktis yang setara dengan negara-negara lain.

Dewi Kurniawan - bisadonasi.com

Dewi Kurniawan - bisadonasi.com

Dewi Kurniawan merupakan penulis yang fokus pada edukasi keuangan sosial dan budaya berbagi. Dengan latar belakang di bidang ekonomi, ia sering mengaitkan konsep donasi dengan pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

Ia membantu pembaca memahami bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya, tetapi bisa dimulai dari hal kecil yang konsisten.