Warga keluhkan dampak revitalisasi Kali Cakung Lama di Kelapa Gading

khrisna-edit-1786039698-a2f26eb970

Kerusakan Bangunan dan Jalan di Kelapa Gading Akibat Revitalisasi Kali Cakung Lama

Bisadonasi.com – Kondisi hunian di kawasan Kampung Rawa Indah, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, sedang mengalami gangguan signifikan. Warga setempat melaporkan berbagai kerusakan pada struktur bangunan mereka yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas konstruksi normalisasi Kali Cakung Lama. Keretakan pada dinding rumah dan fasilitas umum menjadi keluhan utama yang terus-menerus disampaikan oleh masyarakat sekitar.

Proyek revitalisasi ini telah berlangsung sejak November 2025 dan membawa dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari penduduk setempat. Selain kerusakan fisik pada bangunan, aktivitas alat berat dan truk pengangkut sedimen juga menyebabkan permukaan jalan di sekitar masjid menjadi tidak rata dan retak-retak. Debu yang dihasilkan dari proses pengerukan lumpur semakin memperburuk kenyamanan warga.

Keretakan Struktur Bangunan dan Masjid

Muhammad Ridho, selaku Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Jami Al-Husna, menjelaskan bahwa fenomena keretakan yang terjadi bukan tanpa sebab. Aktivitas konstruksi yang berlangsung intensif di bantaran kali menjadi penyebab utama kerusakan tersebut.

“Keretakan tembok dan bangunan terjadi diduga akibat adanya aktivitas pengerjaan revitalisasi Kali Cakung Lama, Kecamatan Kelapa Gading yang sudah berjalan sejak November 2025,” ujar Ridho saat ditemui di Jakarta pada hari Kamis.

Menurut Ridho, kontur tanah di area masjid juga mengalami perubahan. Permukaan tanah yang tadinya rata kini cenderung miring akibat lalu lintas alat berat yang terus-menerus melintas di kawasan tersebut. Kendaraan pengangkut dan mesin konstruksi yang beroperasi setiap hari memberikan tekanan tambahan pada struktur bangunan di sekitarnya.

Kerusakan tidak hanya terbatas pada dinding rumah warga. Akses jalan yang menghubungkan masjid dengan area publik juga mengalami penurunan permukaan. Truk-truk yang membawa sedimen lumpur dari dasar kali menyebabkan jalan-jalan kecil di sekitar masjid menjadi ambles dan tidak stabil.

Dampak pada Akses Jalan dan Infrastruktur

Selain kerusakan pada bangunan, proyek ini juga memengaruhi aksesibilitas warga. Jalur-jalur sempit yang menghubungkan antar-rumah menjadi semakin sulit dilalui karena kehadiran alat berat dan truk pengangkut material. Beberapa rumah bahkan mengalami kerusakan pada atap asbes akibat tersenggol oleh peralatan konstruksi.

Roni, Ketua RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua, mencatat bahwa sudah banyak keluhan yang masuk ke kantornya. Tiga rukun tetangga, yaitu RT 04, RT 05, dan RT 06, menjadi yang paling terdampak dari proyek ini. Kondisi jalan yang sempit diperparah oleh kehadiran kendaraan besar yang melintas di area hunian padat.

“Yang terdampak ada RT 06, 05 dan RT 04,” kata Roni menjelaskan situasi terkini di wilayahnya.

Sebelumnya, warga juga pernah mengeluhkan pembangunan turap di Kali Cakung Lama yang menyebabkan akses jalan terisolasi. Terputusnya jalur tersebut tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga merusak pipa air bersih milik masyarakat. Kerugian ekonomi pun dirasakan oleh sejumlah keluarga di RT 04/03.

Proyek yang Ditunggu Sejak Lama

Revitalisasi Kali Cakung Lama sebenarnya merupakan usulan yang telah diajukan oleh warga sejak tahun 2010. Namun, realisasi proyek ini baru dapat terwujud pada periode saat ini. Masyarakat Kelapa Gading telah lama menantikan perbaikan saluran air ini karena kawasan mereka sering mengalami banjir setiap musim hujan tiba.

“Di sini tiap tahun banjir. Kalau usulan dari 2010 sudah, baru sekarang ini terlaksana,” jelas Roni tentang sejarah panjang proyek ini.

Proyek yang dikerjakan oleh Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta ini mencakup pembangunan turap di kedua sisi bantaran kali. Sisi kanan proyek berada di wilayah RW 10, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing. Sementara itu, sisi kiri proyek melintasi wilayah RW 03, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading.

Farid, Ketua RT 04/03 Kelurahan Pegangsaan Dua, menyebutkan bahwa pengerjaan turap mencakup wilayah RT 01 hingga RT 07 di RW 03. Namun, ia mencatat bahwa proyek ini sudah berjalan lebih dari lima bulan dan hingga saat ini masih mengalami keterlambatan atau mangkrak di beberapa titik.

Harapan Warga dan Sisi Positif Proyek

Meskipun menghadapi berbagai kendala, warga tetap melihat manfaat dari revitalisasi kali ini. Proses pengerukan dan perbaikan saluran air diharapkan dapat mengurangi frekuensi banjir di kawasan tersebut di masa depan.

“Jadi ada plusnya banyak, tapi negatifnya. Artinya manfaatnya juga banyak, dampaknya juga ada. Tapi harusnya mereka agak peka dalam proses pembangunan, lihat bangunan satu persatu,” kata Ridho menambahkan.

Warga berharap kontraktor dan pihak terkait dapat segera duduk bersama untuk mencari solusi terbaik atas berbagai masalah yang muncul. Mereka menginginkan kondisi kembali seperti semula, baik dari segi kerusakan bangunan maupun akses jalan yang terganggu.

Pihak berwenang diharapkan lebih peka terhadap dampak yang ditimbulkan selama proses konstruksi berlangsung. Pemantauan berkala terhadap kondisi bangunan-bangunan di sekitar lokasi proyek dapat membantu mencegah kerusakan yang lebih parah. Selain itu, koordinasi yang lebih baik antara kontraktor dan masyarakat setempat akan memudahkan penyelesaian masalah yang ada.

Dengan selesainya proyek revitalisasi ini, diharapkan kawasan Kelapa Gading dapat menikmati manfaat jangka panjang dari perbaikan sistem drainase. Banjir yang selama ini menjadi momok setiap musim hujan dapat berkurang frekuensinya, meningkatkan kualitas hidup warga secara signifikan.

Frequently Asked Questions

What is Warga keluhkan dampak revitalisasi Kali Cakung?

Warga keluhkan dampak revitalisasi Kali Cakung is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Warga keluhkan dampak revitalisasi Kali Cakung matter?

Warga keluhkan dampak revitalisasi Kali Cakung matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.