Persebaya rebut juara Piala Presiden 2026 lewat adu penalti
Persebaya Raih Trofi Piala Presiden 2026 Setelah Drama Adu Penalti yang Memukau
Bisadonasi.com – Klub asal Surabaya, Persebaya, akhirnya berhasil mengangkat trofi Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung melalui adu penalti yang berlangsung dramatis. Pertandingan final yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Kamis malam itu berakhir dengan skor 6-5 dalam seri penalti setelah kedua tim tidak mampu mencetak gol selama perpanjangan waktu. Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi para pendukung Bajul Ijo yang telah menantikan gelar juara sejak lama.
Gedung olahraga berkapasitas ribuan penonton tersebut dipenuhi oleh suporter dari kedua belah pihak yang datang untuk menyaksikan pertarungan sengit antara tim berjuluk Bajul Ijo dan Maung Bandung. Suasana panas tercipta sejak awal pertandingan ketika kedua tim saling menyerang dengan penuh semangat. Wasit Rio Permana Putra memimpin jalannya laga dengan ketat, memastikan setiap keputusan diambil berdasarkan aturan yang berlaku.
Perjalanan Menuju Final yang Penuh Tantangan
Pertandingan dibuka dengan gol dari Persebaya melalui Ramadhan Sananta pada menit ke-20. Tendangan yang presisi dari pemain tersebut membuat gawang Persib Bandung terbuka lebih dulu. Namun, kebangkitan Persib datang tak lama kemudian ketika Patricio Martin Matricardi berhasil menyamakan kedudukan empat menit setelah itu. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama berakhir, menandakan bahwa kedua tim memiliki kekuatan yang seimbang.
Babak kedua menampilkan permainan yang lebih ketat dengan kedua tim fokus pada pertahanan. Tidak ada gol yang tercipta selama 90 menit penuh, sehingga pertandingan harus diperpanjang selama dua kali 15 menit. Pada babak tambahan waktu ini, Persib Bandung mengalami kesulitan ketika Mariano Ezequiel Peralta mendapat kartu merah karena pelanggaran kepada Francisco Israel Rivera. Keberadaan 10 pemain membuat Maung Bandung harus bekerja lebih keras untuk menjaga gawangnya.
Sampai menit-menit terakhir perpanjangan waktu, belum ada gol yang tercipta. Kedua tim akhirnya harus menyelesaikan pertarungan melalui adu penalti yang menegangkan. Pada putaran pertama, kedua tim sama-sama mencetak empat gol, membawa pertandingan ke sesi penalti tambahan yang menentukan.
Momen Penentu dalam Adu Penalti
Dedi Kusnandar, pemain Maung Bandung, berhasil menembus gawang Persebaya pada putaran kedua. Namun, giliran gelandang Al Hamra Hehanusa yang gagal menjebol gawang lawan. Kegagalan ini menjadi momen krusial yang membuka peluang bagi Persebaya untuk meraih kemenangan. Jose Walber dan Gledson Paixao Da Silva kemudian memastikan kemenangan dengan mencetak penalti mereka masing-masing.
Gledson Paixao Da Silva menjadi pahlawan bagi Persebaya dengan mencetak penalti penentu yang membawa klub dengan julukan Bajul Ijo tersebut meraih gelar juara. Kemenangan ini dirayakan dengan penuh kebahagiaan oleh para pemain dan suporter yang telah menunggu sejak lama. Pertandingan berakhir tepat pukul 00.00 WITA, menandai akhir dari pertarungan yang telah berlangsung selama lebih dari dua jam.
Persaingan untuk Posisi Ketiga dan Keempat
Sementara itu, pertandingan perebutan tempat ketiga dan keempat juga berlangsung di stadion yang sama mulai pukul 16.30 WITA. Persija Jakarta berhasil mengalahkan Arema FC dengan skor 3-1. Witan Sulaiman membuka gol untuk Macan Kemayoran pada menit ke-7. Dua gol lainnya dicetak oleh Arlyansyah Abdulmanan pada menit ke-73 dan Victor Jonson Benjamin Dethan pada menit ke-87. Gol tunggal Arema FC dicetak oleh Salim Akbar pada menit ke-28.
Kemenangan Persija Jakarta memastikan mereka menempati posisi ketiga, sementara Arema FC harus puas dengan peringkat keempat. Hasil ini juga berarti Arema tidak berhasil menambah koleksi gelar juara Piala Presiden mereka. Klub asal Malang tersebut masih memegang rekor dengan empat kali meraih juara pada edisi 2017, 2019, 2022, dan 2024. Rekor ini hingga saat ini belum ada yang menandingi.
Hadiah dan Kehadiran Pejabat Penting
Kompetisi pramusim ini memberikan total hadiah sebesar Rp18,5 miliar kepada para peserta. Klub juara, Persebaya, mendapatkan Rp8 miliar, sementara Persib Bandung sebagai runner-up meraih Rp3,5 miliar. Posisi ketiga diraih Persija Jakarta dengan Rp2,5 miliar, dan Arema FC sebagai peringkat keempat mendapatkan Rp1,5 miliar.
Seremoni penganugerahan gelar juara dihadiri oleh sejumlah pejabat penting. Ketua Umum PSSI Erick Thohir hadir bersama Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait. Gubernur Bali Wayan Koster juga hadir untuk memberikan apresiasi kepada para pemain. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M Qodari dan Kepala Polda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya juga hadir dalam acara tersebut.
Kemenangan Persebaya ini menjadi motivasi besar bagi klub untuk terus berkembang di kancah sepak bola Indonesia. Dengan trofi Piala Presiden 2026 di tangan, Bajul Ijo siap menghadapi tantangan baru di musim mendatang. Dukungan penuh dari suporter dan manajemen diharapkan dapat membawa Persebaya menuju prestasi yang lebih gemilang di masa depan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Persebaya rebut juara Piala Presiden 2026?
Persebaya rebut juara Piala Presiden 2026 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Persebaya rebut juara Piala Presiden 2026 matter?
Persebaya rebut juara Piala Presiden 2026 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
