Brantas Abipraya rampungkan sekolah rakyat terintegrasi di Soreang
Brantas Abipraya rampungkan sekolah rakyat terintegrasi di Soreang
Bisadonasi.com – PT Brantas Abipraya (Persero) sebagai perusahaan BUMN di bidang konstruksi telah menyelesaikan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Kabupaten Bandung yang berlokasi di kawasan Soreang, Jawa Barat. Proyek infrastruktur pendidikan ini resmi siap digunakan untuk tahun ajaran 2026-2027 dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai kegiatan pembuka bagi para peserta didik baru.
Sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah, pembangunan sekolah ini bertujuan memperluas akses pendidikan melalui penyediaan infrastruktur yang layak dan berkualitas. Dengan kapasitas menampung 560 siswa, sekolah ini dirancang untuk melayani berbagai jenjang pendidikan sekaligus dalam satu kawasan terintegrasi.
Kapasitas dan Komposisi Siswa
Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Kabupaten Bandung mulai beroperasi dengan menampung siswa dari tiga jenjang pendidikan yang berbeda. Komposisi siswa terdiri atas 56 murid sekolah dasar (SD), 229 siswa sekolah menengah pertama (SMP), dan 275 siswa sekolah menengah atas (SMA). Sebelum mengikuti MPLS, para peserta didik menjalani proses registrasi sebagai tahapan awal memasuki lingkungan sekolah berasrama tersebut.
Pembukaan MPLS dihadiri oleh Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman bersama jajaran Kantor Staf Presiden, Kementerian Sosial, dan Kementerian Pekerjaan Umum. Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan pentingnya program sekolah rakyat bagi pembangunan pendidikan nasional yang berkelanjutan.
Fasilitas dan Konsep Sekolah Berasrama
Kawasan pendidikan tersebut dibangun dengan konsep sekolah terpadu berbasis asrama yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pembelajaran. Fasilitas yang tersedia meliputi gedung SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, rumah susun guru, masjid, gedung serbaguna, kantin, serta sarana olahraga seperti lapangan mini soccer dan lapangan basket.
Pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas, kami ingin turut menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan, memperluas akses pendidikan, serta mendukung lahirnya generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing.
Kata-kata tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Perusahaan Brantas, Dian Sovana, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada hari Rabu. Ia menambahkan bahwa setiap infrastruktur yang dibangun oleh perusahaan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Ekspansi Program Sekolah Rakyat Nasional
Pemerintah menyatakan seluruh infrastruktur pendukung di SRT 4 Kabupaten Bandung telah siap digunakan. Fasilitas tersebut mencakup bangunan sekolah di setiap jenjang, asrama siswa, rumah susun tenaga pendidik, ruang makan, kantin, tempat ibadah, hingga gedung serbaguna untuk menunjang kegiatan belajar.
Pada tahun ajaran 2026-2027, pemerintah memperluas penyelenggaraan sekolah rakyat dari 166 menjadi 182 lokasi. Berdasarkan data Kementerian Sosial per 8 Juli 2026, program tersebut menargetkan 28.568 peserta didik baru yang terdiri atas 6.305 siswa SD, 11.186 siswa SMP, dan 11.077 siswa SMA.
Dengan tambahan peserta didik tersebut, jumlah siswa sekolah rakyat pada 2026 ditargetkan mencapai 43.344 orang. Pemerintah juga menargetkan sekolah rakyat berkembang menjadi 500 lokasi di 38 provinsi dan 416 kabupaten/kota pada 2029.
Dampak Sosial dan Masa Depan Pendidikan
Infrastruktur pendidikan yang memadai diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran sekaligus pembentukan karakter peserta didik. Sekolah Rakyat Terintegrasi di Soreang menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara BUMN dan pemerintah dapat menciptakan solusi pendidikan yang berkelanjutan.
Program sekolah rakyat ini tidak hanya fokus pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan akses yang setara terhadap pendidikan berkualitas. Dengan konsep sekolah berasrama, siswa dapat belajar dalam lingkungan yang kondusif dan terstruktur.
Keberadaan sekolah ini di Soreang, Jawa Barat, menjadi langkah strategis dalam pemerataan pendidikan di wilayah tersebut. Masyarakat lokal kini memiliki akses lebih mudah terhadap pendidikan dari jenjang dasar hingga menengah atas dalam satu kawasan terintegrasi.
Brantas Abipraya terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur pendidikan di seluruh Indonesia. Proyek ini menunjukkan bahwa perusahaan BUMN memiliki peran penting dalam mendukung visi pemerintah untuk menciptakan generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing di masa depan.
Frequently Asked Questions
Berapa kapasitas total Sekolah Rakyat Terintegrasi di Soreang?
Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Kabupaten Bandung di Soreang memiliki kapasitas total 560 siswa yang terdiri dari 56 siswa SD, 229 siswa SMP, dan 275 siswa SMA.
Kapan sekolah rakyat ini resmi dibuka untuk tahun ajaran baru?
Sekolah ini resmi dibuka untuk digunakan pada tahun ajaran 2026-2027 dengan kegiatan MPLS sebagai pembuka.
Berapa target jumlah sekolah rakyat pada tahun 2029?
Pemerintah menargetkan sekolah rakyat berkembang menjadi 500 lokasi di 38 provinsi dan 416 kabupaten/kota pada tahun 2029.
