Tim SAR kembali evakuasi korban reruntuhan rumah di Kota Medan

khrisna-edit-1784650947-729576a62b

Operasi SAR Selesai: Evakuasi Korban Reruntuhan Rumah di Medan Tuntas

Bisadonasi.com – Kota Medan kembali menjadi sorotan publik setelah tim SAR gabungan melakukan operasi evakuasi menyeluruh terhadap para korban yang tertimpa reruntuhan bangunan di kawasan perumahan Grand Polonia. Proses pencarian dan penyelamatan ini berlangsung intensif sejak dini hari hingga malam hari, dengan hasil akhir yang memuaskan bagi seluruh pihak yang terlibat. Kantor Basarnas Kelas A Medan memimpin langsung koordinasi operasi besar-besaran tersebut, yang telah berhasil menemukan dan mengevakuasi seluruh korban yang hilang di bawah timbunan material bangunan.

Menurut keterangan resmi dari Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, operasi ini telah mencapai tahap penyelesaian total. Seluruh target yang menjadi fokus pencarian telah berhasil dievakuasi dengan selamat atau ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Proses evakuasi korban terakhir menjadi momen penutup yang menandai selesainya seluruh rangkaian operasi SAR di lokasi kejadian.

Rangkaian Penemuan Korban Selama Operasi

Operasi pencarian dimulai pada hari Selasa dengan menemukan korban pertama pada pukul 02.20 WIB. Korban tersebut merupakan seorang perempuan yang berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Proses pencarian kemudian dilanjutkan sepanjang hari, dan pada pukul 15.40 WIB, tim berhasil menemukan korban kedua yang juga merupakan seorang perempuan.

Korban terakhir ditemukan pada pukul 18.20 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Hery Marantika menjelaskan detail penemuan tersebut kepada media di Medan pada hari Selasa.

“Korban terakhir berhasil ditemukan pada pukul 18.20 WIB dalam kondisi meninggal dunia di bawah timbunan material bangunan,” ujar Hery Marantika di Medan, Selasa.

Ia menambahkan bahwa korban ketiga ini telah segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani proses penanganan lebih lanjut oleh para pemangku kebijakan yang berwenang. Dengan demikian, total terdapat tujuh orang korban dalam peristiwa tragis tersebut, di mana empat orang berhasil selamat dan tiga orang ditemukan meninggal dunia.

Strategi Pembagian Tim SAR

Dalam melaksanakan operasi pencarian, tim SAR menerapkan strategi pembagian kerja yang sistematis dengan membagi personel menjadi empat unit khusus. Setiap unit memiliki tugas dan fungsi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan.

SRU I bertugas melaksanakan pencarian dan identifikasi korban menggunakan teknologi drone thermal yang beroperasi di sekitar lokasi kejadian. Teknologi ini memungkinkan identifikasi korban yang lebih cepat dan akurat melalui deteksi panas tubuh.

Sementara itu, SRU II melakukan pencarian dan evakuasi dengan menerapkan metode ASR 1 pada area yang lebih luas. Unit ini juga bertanggung jawab untuk identifikasi potensi bahaya serta pengembangan sektor pencarian agar tidak ada area yang terlewatkan.

SRU III menjalankan tugas pencarian cepat menggunakan metode ASR 3 dengan fokus utama pada struktur bangunan yang diperkirakan masih menyimpan korban di dalamnya. Unit ini dilengkapi dengan peralatan ekstrikasi yang memadai untuk mengevakuasi korban dari area sempit.

Terakhir, SRU IV melakukan proses evakuasi material reruntuhan dengan dukungan berbagai alat berat. Crane, mobil tangga pemadam kebakaran, ekskavator, serta alat pemotong besi menjadi peralatan utama yang digunakan untuk membuka akses menuju titik-titik yang diduga terdapat korban di bawah timbunan.

Kolaborasi Multi-Instansi

Keberhasilan operasi SAR ini tidak lepas dari kolaborasi intensif antara berbagai instansi dan lembaga. Operasi tersebut melibatkan Brimob Polda Sumatera Utara, Dit Samapta Polda Sumatera Utara, TNI, Polri, BPBD Kota Medan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, pemerintah setempat, PT MBS, serta unsur SAR gabungan lainnya.

Hery Marantika menekankan bahwa keberhasilan menemukan korban terakhir merupakan hasil kerja keras seluruh unsur SAR gabungan yang bekerja tanpa henti sejak operasi dimulai. Koordinasi yang solid antara semua pihak menjadi kunci utama keberhasilan operasi ini.

“Dengan ditemukan-nya korban terakhir, seluruh target operasi telah berhasil dievakuasi sehingga Operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup,” ujarnya.

Operasi SAR di Kota Medan ini menjadi contoh nyata bagaimana respons cepat dan terkoordinasi dari berbagai pihak dapat menyelamatkan nyawa dan memberikan kepastian bagi keluarga korban. Seluruh proses evakuasi telah diselesaikan dengan profesionalisme tinggi, menandai berakhirnya fase pencarian yang telah berlangsung selama hampir seharian penuh.